Iku nimbrung nih.soal bleng

BORAX alis BLENG
jelas bahaya
karena BORAX tidak diperuntukkan untuk dikonsumsi

bagaimana mungkin boraks yang fungsi awalny adalah boraks menjadi bahan solder, 
bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak., aman 
dikonsumsi...


Bahaya bleng dan boraks
Boraks maupun bleng tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, tetapi 
ironisnya penggunaan boraks sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di 
Indonesia. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta 
berakibat buruk terhadap kesehatan tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi 
sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif. Seringnya 
mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan 
ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak 
terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, 
apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga 
kematian.

Bleng atau boraks biasanya dipakai dalam pembuatan makanan berikut ini:

  a.. karak/lempeng (kerupuk beras), sebagai komponen pembantu pembuatan gendar 
(adonan calon kerupuk)
  b.. mi
  c.. lontong, sebagai pengeras
  d.. ketupat, sebagai pengeras
  e.. bakso, sebagai pengawet dan pengeras
  f.. kecap, sebagai pengawet
Bleng (IPA: /bləŋ/, dari bahasa Jawa) adalah campuran garam mineral konsentrasi 
tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional, seperti karak 
dan gendar. Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat.

Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks, sementara asam borat murni buatan 
industri farmasi lebih dikenal dengan nama boraks.[1] Dalam dunia industri, 
boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, 
dan pengontrol kecoak.

Dalam bentuk tidak murni, sebenarnya boraks sudah diproduksi sejak tahun 1700 
di Indonesia, dalam bentuk air bleng. Bleng biasanya dihasilkan dari ladang 
garam atau kawah lumpur (seperti di Bledug Kuwu, Jawa Tengah).

ok.

semoga kita bisa lebih berhati-hati untuk mengkonsumsi makanan

salam

BEni Nugroho

-----------------------------------------
|a|g|r|o|m|a|n|i|a
Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000
MILIS: http://tiny.cc/milis
FORMULIR: http://tiny.cc/formulir
BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa
KIOS PRODUK: http://tiny.cc/kios
KOPERASI: http://tiny.cc/agrokoperasi
INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
-----------------------------------------




  ----- Original Message -----
  From: Interasia
  To: [email protected]
  Sent: Wednesday, August 12, 2009 2:02 PM
  Subject: Re: [agromania] Masalah Borax= Bleng mengerikan deh, dicampur di 
makanan....


    Berdasarkan info yg sya dpt, Borax dan Bleng tidak berbahaya bagi 
tubuh.Borax baru akan berbahaya jika kadarnya melebihi 20-30grm/kg berat tubuh.

  Kalo dibandingkan dengan garam dapur, justru lbh berbahaya garam dapur krn 
garam dapur akan mulai berbahaya jika di atas 4 grm/kg berat tubuh.

  Untungnya garam berasa asin,jd apabila kadarnya terlalu byk menjadi 
keasinan.Beda dgn borax yg tdk berasa, shg menjadi susah secara awam 
mendeteksinya..

  IMHO
  Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!

  -----------------------------------------
  |a|g|r|o|m|a|n|i|a
  Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000
  MILIS: http://tiny.cc/milis
  FORMULIR: http://tiny.cc/formulir
  BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa
  KIOS PRODUK: http://tiny.cc/kios
  KOPERASI: http://tiny.cc/agrokoperasi
  INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
  -----------------------------------------

  -----Original Message-----
  From: "Budhi Prasetyono~" <[email protected]>

  Date: Tue, 11 Aug 2009 16:42:48
  To: <[email protected]>
  Subject: [agromania] Masalah Borax= Bleng mengerikan deh, dicampur di 
makanan....

  Wadah para pelaku agrobisnis IndonesiaMau tanya, apakah "Bleng" yang dimaksud 
sama dengan "Bleng (padat berwarna kekuningan)" untuk membuat Kerupuk nasi 
"Karak".
  Mohon penjelasannya.

  =============================
  KIOS PRODUK AGROMANIA
  Bekal Sukses Berbisnis Agro
  http://tiny.cc/kios
  =============================

  20. Masalah Borax= Bleng mengerikan deh, dicampur di makanan....
  Posted by: "LSM T T I" [email protected] hpjakarta
  Fri Aug 7, 2009 1:45 am (PDT)

  Rekan2 semua waspadalah
  Nih saya forward masalah Borax= Bleng mengerikan deh,dicampur di makanan.....

  Waspadai Sayuran Hijau!
  July 15, 2009 · Filed under Daily Notes · Tagged bahaya, bahaya bleng, bleng, 
bleng atau borax, bleng dan borax, borax, borax pada sayuran hijau, kesehatan, 
makanan, sayuran, sayuran hijau
  Sungguh
  menggiurkan bilamana melihat sajian sayur singkong hijau dengan paduan
  kuah kari dan sambal hijau dalam seporsi nasi Padang saat rehat makan
  siang. Selain sedap, kata mama, sayur juga mengandung vitamin dan
  mineral yang melimpah. Keduanya sangat dibutuhkan guna memperlancar
  metabolisme tubuh kita, imbuh guru Biologi kita dahulu, jika kita masih
  ingat.
  Semuanya memang tidak salah. Akan tetapi, bila sayur yang katanya
  sarat zat-zat yang esensial bagi tubuh itu terkontaminasi dengan
  bahan-bahan kimia yang berbahaya, apa yang terjadi? Bukan sehat yang
  didapat, malah sebaliknya, penyakit menyerang, atau mungkin pada
  gilirannya nanti,l kematian menjemput. Tentu kita semua tidak mau, kan?
  Maka dari itu kita semua harus mulai berhati-hati.
  [Photo Credit: p2kafe.wordpress.com]
  Blengatau Borax
  Setelah ditemukannya daging ayam dan sapi yang mengandung Borax
  beberapa waktu lalu, ternyata, menurut penelusuran tim Benang Merah,
  Global TV, sayuran hijau, kini juga telah turut dijamah bahan kimia
  berbahaya ini. Guna menyamarkan identitas aslinya, Borax dilepas ke
  pasaran dengan label bleng (baca dengan lafal e sama dengan yang ada pada 
kata ‘redup’ atau ‘empuk’).
  Bleng alias Borax ini umumnya digunakan untuk mempercepat
  empuknya sayur mayur yang dimasak sekaligus memberikan aroma sedap,
  serta mempertahankan warna hijau dari sayur lebih lama. Konsumer utama
  Borax ini, berdasarkan penulusuran dan wawancara yang dilakukan oleh
  tim Benang Merah, ialah para pengelola rumah makan Padang.
  “Tidak ada rumah makan Padang yang tidak menggunakan bleng,”
  aku salah seorang pemilik rumah makan Padang yang disamarkan
  identitasnya. Daun singkong dalam menu masakan Padang sifatnya wajib
  ada. Namun, setelah dimasak, rupanya daun singkong ini cepat berubah
  warna menjadi kehitaman. Sebab itu, bleng menjadi solusi ampuh mengatasi 
masalah sayur singkong yang cepat menghitam ini. Menurut mereka, saat memakai 
bleng, daun singkong lebih cepat masak, juga tahan lebih lama.
  Masalahnya, mereka, para pedagang dan pemilik rumah makan ini, tidak tahu 
menahu bahwa bleng adalah nama lain Borax. Mereka menganggap, dengan nama yang 
tidak identik, maka kandungannya pun jauh berbeda. Padahal, bleng merupakan
  cap yang tak lain hanya nama lain dari Borax. Di samping itu,
  sosialisasi yang dilakukan Badan POM masih amat minim. Akibatnya bleng a.k.a 
Borax ini masih bisa beredar bebas di pasaran tanpa ada inspeksi maupun 
penanganan lebih lanjut.
  Bahayanya?
  Bleng atau Borax, merujuk pada pernyataan Ilyani S. Andang,
  seorang peneliti YLKI, sudah tidak diperkenankan, bahkan dilarang,
  digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Zat ini diduga mempunyai
  sifat racun.
  “Efek Borax memang tidak tampak secara instan, melainkan akumulatif.
  Pada fase awal, Borax dapat menimbulkan gangguan pencernaan, pusing,
  atau mual. Namun, bila sudah mencapai tahapan akut, Borax dapat memicu
  kanker, juga bahkan kematian,” tuturnya saat diwawancarai tim Benang
  Merah.
  Wikipedia pun melansir data yang serupa. Disebutkan, kendati Borax
  bukan benar-benar racun, bukan berarti penggunaannya, juga termasuk di
  dalamnya, konsumsi, aman. Dalam terpaan sederhana, Borax mampu
  menimbulkan iritasi kulit dan pernafasan. Konsumsi Borax juga mampu
  memicu rasa mual, muntah-muntah, sakit perut akut, dan diarrhea (mencret). 
Pada konsumsi lanjut, seseorang bisa terkena respiratory depression, 
erythematous, juga gagal ginjal.
  Karena itulah, masyarakat perlu berhati-hati. Apalagi mendeteksi
  keberadaan Borax di sayur agak susah. Selain itu, masyarakat umum masih
  berpikir, sayur yang masih hijau setelah dimasak ialah sayur yang
  kandungan vitamin dan mineralnya masih banyak, tidak hilang bersama air
  rebusan atau sebagainya. Tetapi, pada kenyataannya tidak selalu begitu.
  Maka dari itu, mulai sekarang kita harus mulai waspada!
  Tak hanya masakan Padang
  Temuan penggunaan Borax pada pengolahan sayur ternyata tidak hanya
  ada di rumah makan Padang. Penjual sayur pecel keliling, juga mengaku
  menggunakan bleng alias Borax ini sebagai bahan tambahan saat memasak.
  “Saya pakai bleng saat merebus kecambah, kacang panjang,
  kangkung, bayam, juga sayur lain yang menjadi bahan dasar pecel.”
  Begitu ungkap salah seorang wanita penjual pecel keliling di Jakarta.
  Alasannya memakai bleng serupa dengan yang diutarakan
  pemilik rumah makan Padang di atas. Akunya, sayur yang direbus lebih
  cepat matang dan tahan lebih lama dibanding tanpa menggunakan bleng. Yang 
lebih menariknya menggunakan bleng adalah karena harganya murah dan tersedia 
banyak di pasaran.
  Selamatkan kami yang tidak tahu!
  Berdasarkan informasi yang aku dapat dari beberapa teman pembaca
  blog juga teman diskusi di kampus, ternyata kewenangan untuk mengawasi
  pangan ini ternyata dipegang oleh Dinas Kesehatan Daerah. Mengetahui
  hal tersebut, kita patut mempertanyakan bagaimana kinerja DinKes selama
  ini. Pasalnya, kita tahu, proksimitas DinKes dengan kita, tidak jauh,
  bahkan sebaliknya, sangat dekat.
  Seharusnya, sosialisasi terhadap masyarakat lebih digencarkan
  kembali. Sebab, sebagaimana kita ketahui bersama, tidak semua orang
  mengetahui mengenai hal ini. DinKes bisa menggandeng media maupun
  mengajak masyarakat secara langsung agar informasi dapat tersalurkan
  dengan baik.
  Di luar itu, Ilyani juga menyatakan, Borax dapat diganti dengan
  STPP, karena selain aman, STPP juga berizin sebagai bahan tambahan
  makanan di Indonesia.
  Sebagai penutup, aku ingin sampaikan, kita semua harus tetap
  berhati-hati akan peredaran makanan berborax maupun makanan berbahaya
  lainnya. Menjadi awas, saling bertukar informasi, dan saling
  mengingatkan satu sama lain melalui media apapun merupakan bentuk
  paling kecil kita untuk memproteksi diri kita juga masyarakat Indonesia
  yang lainnya.

  Sumber : 
http://langitdipucukdaun.wordpress.com/2009/07/15/waspadai-sayuran-hijau/
  ============================================
  DIREKTORI PEBISNIS AGRO INDONESIA
  Berisi data penjual dan pembeli, eksporter,
  importer, perusahaan, distributor, produsen,
  mediator di bidang agro (pertanian, perkebu-
  nan, perikanan, peternakan, agroindustri).
  Edisi terbaru (dari Agro & Food Expo 2009)
  Dapatkan di Kios Agromania: http://tiny.cc/kios
  Kontak Info: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
  ============================================
  GABUNG DI ABC: http://tiny.cc/formulir
  BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa
  KOPERASI: http://tiny.cc/agrokoperasi

  Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post
  Messages in this topic (1)

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke