Dear All,

Jika saudara suadara ku yang kemarin pukul 21.06 melihat tv di metro tv dalam 
acara head lines pilihan,
1.sajian pemukulan TKI kita dihajar habis habisan hingga terjatuh masih terus 
dihajar
   ditendang dan diinjak injak seperti binatang saja layaknya oleh polis diraja 
malaysia.
   Miris hati saya melihat adegan tersebut cuma saya mau tanya,sampai dimana
   pemerintah dan para tokoh LSM H A M.menyikapi.....
   jangan berani dikandang doang,bela tuh saudara kita yang sedang mencari 
nafkah
  dinegeri sebrang,mereka adalah pahlawan devisa negara,bukan para koruptor 
yang jelas
  jelas penjahat asli lahir batin disembah sembah.bahkan jadi tokoh/pemimpin.
  sudah keblinger apa orang2 ini,kok tidak bisa membedakan mana yang batil dan 
mana
  yang baik.
2.lagu
 kebangsaan malaysia itu aslinya lagu TERANG BULAN buatan asli bangsa kita,
   yang syair nya dirubah oleh mereka.
   lagi2 kebobrokan malaysia terbuka.
   bahwa bangsa malaysia itu ternyata tidak ada apa 2 
nya.tapi..............maju.!!!
   apa dengan cara begitu mereka maju ?
   sepertinya kok tidak punya harga diri ya.
KESIMPULAN:
1.Bela secara hukum TKI yang babak belur dipukuli seenak perutnya oleh polis 
diraja
   malaysia.bila perlu sampai kemahkamah international.
   Buka lapangan kerja seluas luasnya khusus buat TKI dan TKW agar bekerja 
dinegeri
   sendiri.suruh mereka pulang.jangan kembali ke malaysia.
   "lebih baik hujan batu dinegeri sendiri,daripada hujan emas dinegara orang"
   Kepada pejabat pemerintah bukalah mata hati anda selebar lebarnya,perhatikan 
nasib
   rakyatmu diperantauan dan
 didalam negeri ini.
   BUATLAH NEGERI LEBIH HEBAT DARI AMERIKA SEKALIPUN.lupakan partaimu.
   cintai rakyatmu,beramalah yang tulus ikhlas dan tanpa pamrih.
   "APABILA TANGAN KANANMU MEMBERI JANGAN SAMPAI TAHU TANGAN KIRIMU"
2.Tuntut hak royalti lagu TERANG BULAN dihitung dari negara itu merdeka.
   Njiplak ya njiplak tapi kalau lagu orang djadikan lagu kebangsaan wah itu 
namanya:
   "RAI GEDEK tidak punya malu "

jadi terserah kepada anggota milist ini, apa komentar dari tulisan ini.hal ini 
bukan untuk menghujat negara tetangga yang katanya negara INDUSTRI dan MODERN.
Tapi sudah menyangkut harga diri bangsa.
AYO SAUDARA SAUDARA KU BUKTIKAN BAHWA KITA HARUS LEBIH HEBAT DARI MEREKA. DI 
SEGALA BIDANG, TUNJUKAN............

SALAM DAMAI,
TS

************************
DAFTAR ABC, DAPAT BONUS CD !
Dapatkan bonus CD Agar Produk Agrobisnis Anda Laku (senilai Rp 75.000,-) untuk 
25 Pendaftar pertama ABC (Agromania Business Club) periode isi formulir tgl 1 
s/d 19 September 2009. Ongkos kirim CD sebesar Rp 20rb ditanggung pendaftar.

CARA CEPAT MENDAFTAR DI ABC
(1) Buka formulir di: http://tiny.cc/formulir
(2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar
(3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar
(4) Klik Continue. Data Anda akan langsung masuk
(5) Kirim SMS “Daftar” ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
(6) Tunggu balasan SMS (max. 2 X 24 jam)
(7) Segera lakukan pembayaran iuran anggota
************************
INFO CD lihat di: http://tiny.cc/kios



--- Pada Jum, 28/8/09, dhewie_08 <[email protected]> menulis:

Dari: dhewie_08 <[email protected]>
Judul: [ikappei] Re: RE:anti bisnis dengan malaysia-->Keliru Besar & Kurang 
Dewasa
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 28 Agustus, 2009, 10:09 AM






 





                  --- In ikap...@yahoogroups .com, robert tampubolon 
<rtampubolon@ ...> wrote:

>

> Pak Agustaf,

> Setuju aja asal Malaysia itu jadi salah satu propinsi kita. Kalau sudah jadi 
> propinsi kita, apapun yang dibilang jadi miliknya ya sah-sah aja.

> Jadi tugas pemerintah yaitu membujuk mereka gabung ke Indonesia.Itu pun kalau 
> mereka merasa kita serumpun. Habisnya kita saja yang menganggap mereka 
> serumpun, tapi nyatanya mereka tidak merasa demikian. Ada yang perlu 
> diketahui, bahwa melayunya di Malaysia kan cuma 50% saja. Itu pun sudah 
> termasuk orang Riau, Padang, Batak yang merantau dan tinggal di sana puluhan 
> tahun, yang jumlahnya banyak. Diluar itu kan bukan melayu, terutama yang yang 
> ada di bisnis, dan mereka yang jadi biang keladi.

> Agar maklum kalau melihat masalah.

> RT

>

>

>

>

> ____________ _________ _________ __

> From: Agustaf Alvi <agus...@... >

> To: ikap...@yahoogroups .com

> Sent: Friday, August 28, 2009 2:34:29 PM

> Subject: Re: [ikappei] RE:anti bisnis dengan malaysia-->Keliru Besar & Kurang 
> Dewasa

>

>

>

>

> Yth. Bp. Robert,

>

> Malaysia itu masih serumpun melayu dengan Indonesia, kata orang melayu "tak 
> usahlah dijelek-jelekin memang awak sendiri yang sudah jelek, kalaulah awak 
> sendiri sudah bagus, walaupun ada yang jelek-jelekin, tak bakallah awak 
> jelek". Itu adalah karena kita sering ngomong begini: "jelek-jelekkan milik 
> sendiri" itulah mindsetnya "jelek"... jadi yaaa jelek beneran dech... ha haa 
> haaa.... enak toh mantab toh....

>

> Tapi saya setuju dengan pak Susilo, pak Markus dan ibu Nelly, mari kita 
> buktikan bahwa kita memang "really" negara besar... bukan besar karena 
> "bongsor" yang gampang diklecein sama anak kecil... seperti Malaysia, malu 
> dong. Kalau Matrade (BPENnya Makaysia) bikin tagline "Made in Malaysia for 
> The World". Maka BPEN kita bikin dong tagline yang lebih dari itu misalnya 
> "All Best Indonesia for The Globe".

>

> Malaysia seperti "kacang yang lupa dengan kulitnya", ayo kita kalahkan 
> Malaysia yang sombong itu! kalau dulu Soekarno buat battle cry "ganyang 
> Malaysia" kini kita buat "Indonesia harus lebih berkwalitas daripada Malaysia"

>

> Successfully & Positively,

>

> Agustaf Alvi

> Hp. 0817 874 874

>

> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- 
> --------- --

>

>

> --- On Fri, 8/28/09, robert tampubolon <rtampubolon@ yahoo.com> wrote:

>

>

> >From: robert tampubolon <rtampubolon@ yahoo.com>

> >Subject: Re: [ikappei] RE:anti bisnis dengan malaysia-->Keliru Besar & 
> >Kurang Dewasa

> >To: ikap...@yahoogroups .com

> >Date: Friday, August 28, 2009, 5:25 AM

> >

> >

> >

> >Bu Nelly,

> >Kalau merendahkan masih bisa dimaafkan. Tapi kalau sudah memfitnah, misalnya 
> >kelapa sawit kita dijelek-jelekin koq kita diam aja ya? Kita ini santun atau 
> >takut untuk menegur supaya mereka lebih etis?

> >RT

> >

> >

> >

> >

> ____________ _________ _________ __

> From: Nelly Nailatie Ma'arif <nellynailatie@ yahoo.com>

> >To: ikap...@yahoogroups .com

> >Sent: Friday, August 28, 2009 11:31:43 AM

> >Subject: Re: [ikappei] RE:anti bisnis dengan malaysia-->Keliru Besar & 
> >Kurang Dewasa

> >

> >

> >Teman teman IKAPPEI,

> >

> >Sata sangat setuju dengan cara berpikir pak Robert. Kita harus mencambuk 
> >diri kita agar "bisa lebih "  dari orang Malaysia.

> >

> >Saya sempat dikirim untuk overseas assignment di Nestle Malaysia. Sebagai 
> >expat, saya memperoleh "fasilitas expat  seperti a.l. condominium, sekolah 
> >anak di international school dll."  Umumnya orang Malaysia mengenal orang 
> >Indonesia sebagai TKI ...buruh... karena itu, kalau saya bilang saya tinggal 
> >di condomiuniu Damansara .... kawasan dimana Mahathir dan Menteri 
> >Perdagangan Malaysia tinggal, mereka biasanya bilang.... are you really 
> >Indonesian.. ..? Ada kesan tidak percaya  bahwa orang Indonesia pun dapat 
> >tinggal di condo.

> >

> >Kembali kepada pendapat pak RT.... memang hanya kemampuan yang lebih yang 
> >dapat membuat orang Malaysia bisa "nganggep orang Indonesia". Karena itu 
> >bersama sama sebagai bangsa mari kita pacu diri kita sendiri sendiri dan 
> >secara bersama sama kita kalahkan bangsa Malaysia yang sombong itu....

> >

> >Salam,

> >Nelly

> >

> >

> >

> >

> ____________ _________ _________ __

> From: robert tampubolon <rtampubolon@ yahoo.com>

> >To: ikap...@yahoogroups .com

> >Sent: Friday, August 28, 2009 10:57:38 AM

> >Subject: Re: [ikappei] RE:anti bisnis dengan malaysia-->Keliru Besar & 
> >Kurang Dewasa

> >

> >

> >Rekan alumni IKAPPEI,

> >Saya rasa bukan hanya pengakuan akan kelebihan mereka sebagai hal positif 
> >yang harus kita miliki, tetapi juga kemarahan (yang bukan didasari oleh 
> >kebencian tentunya, tetapi sebagai bukti dari eksistensi dan harga diri 
> >sebuah bangsa), dan juga dorongan yang kuat untuk mengalahkan Malaysia 
> >(bukan dengan mengganyang ala Bung karno, tetapi dengan "mencambuk" diri 
> >sendiri sebagai Entrepreneur) , yang menurut saya merupakan hal positif yang 
> >harus kita lakukan dan tunjukkan kepada Malaysia.

> >Kiranya diskusi ini lebih mendorong IKAPPEI lebih berprestasi. Saya ingat 
> >kata-kata Tanadi Santoso, yang mengatakan rahasia sukses itu ternyata 
> >sederhana saja, yaitu selalu berusaha meningkatkan standar dalam hidup ini.

> >Wasalam.

> >RT

> >

> >

> >

> >

> ____________ _________ _________ __

> From: markus soegiarto <konekstasg@ yahoo. com>

> >To: ikap...@yahoogroups .com

> >Sent: Friday, August 28, 2009 7:28:14 AM

> >Subject: Re: [ikappei] RE:anti bisnis dengan malaysia-->Keliru Besar & 
> >Kurang Dewasa

> >

> >

> >yth pak Agustaf dan alumni ikappei.

> >saya juga menambahkan sesuai bidang saya,sebagai produsen angklung.

> >

> >Waktu itu Malaysia meng Klaim angklung,sebagai produk Malaysia.

> >Dan di milist2 Indonesia isinya hanya "umpatan".

> >Tetapi kalau saya browse jurnal teknis tentang penyelidikan cara stem 
> >angklung(tuning angklung),dilakukan oleh mahasiswa malaysia.

> >Mungkin ini yang perlu dipelajari bangsa Indonesia,seperti jepang pada waktu 
> >dahulu,meniru mobil Eropa dan membuatnya lebih bagus.

> >Sebagai produsen alat musik,saya juga melihat jimbe(kendang) Afrika,bisa 
> >dibuat Indonesia (blitar)dengan mutu bagus,lama2 juga kalau mutunya lebih 
> >bagus dari Afrikanya sendiri,orang2 dunia lebih mengenal Jimbe dari Blitar.

> >Contoh lain buah Kiwi,kita tahunya dari New Zealand,padahal buah itu asli 
> >dari daratan.

> >China.

> >salam

> >markus

> >

> >

> >--- On Thu, 8/27/09, Agustaf Alvi <agus...@rocketmail . com> wrote:

> >

> >

> >>From: Agustaf Alvi <agus...@rocketmail . com>

> >>Subject: Re: [ikappei] RE:anti bisnis dengan malaysia-->Keliru Besar & 
> >>Kurang Dewasa

> >>To: "agromania" <agroma...@yahoogro u ps.com>, "argonursery" <agronursery@ 
> >>yahoogroups. com>, ikap...@yahoogroups .com

> >>Date: Thursday, August 27, 2009, 2:12 PM

> >>

> >>

> >>

> >>

> >>

> >>Yth. Alumni Ikappei,

> >>

> >>Ada pameo bilang: "musuh yang pintar lebih baik daripada teman yang bodoh", 
> >>maksudnya kita bisa lebih banyak belajar dan kita bisa semakin pintar 
> >>karena kita belajar dari musuh yang pintar tapi kita kita tidak akan lebih 
> >>pintar jika belajar dari teman yang bodoh.

> >>

> >>Seandainya Malaysia kita anggap musuh karena banyak sekali ulah Malaysia 
> >>ini yang dianggap tidak bersahabat dengan Indonesia, justru janganlah 
> >>membuat kita anti Malaysia, namun lebih dari itu coba kita rangkul Malaysia 
> >>agar lebih dekat dengan kita dan kita pelajari apakah benar Malaysia telah 
> >>merampok hak kekayaan intelektual kita?

> >>

> >>Saya sangat terkesan dengan Malaysia mengenai kasus "Batik" yang dikatakan 
> >>diklaim  berasal dari Malaysia bahkan Malaysia telah berhasil mensejajarkan 
> >>Batik sebagai fashion kelas dunia dimana ada satu outlet "Batik Antik" 
> >>milik Malaysia yang saya jumpai di kawasan perbelanjaan kelas dunia di 
> >>Paris. Setelah saya teliti ternyata "batik" yang di klaim Malaysia sebagai 
> >>asli dari Malaysia ternyata berbeda dengan batik yang ada pada umumnya di 
> >>Indonesia. Batik Malaysia punya ciri khas dan lebih kontemporer serta dapat 
> >>diterima luas oleh masyarakat dunia, tidak kelihatan sebagai produk "etnik 
> >>look" seperti batik batik yang ada di Indonesia.

> >>

> >>Begitu juga dengan produk-produk yang lain yang di klaim oleh Malaysia 
> >>sebagai hasil ciptaannya, kita musti pandai bersikap lebih dewasa, apakah 
> >>benar "Reog Ponorogo" di klaim Malaysia sebagai asli dari Malaysia? apakah 
> >>sama benar dengan "Reog Ponorogo" aslinya di Indonesia?, disini saya lihat 
> >>Malaysia telah meniru dengan membuat hasil tiruannya jauh lebih baik dari 
> >>aslinya.

> >>

> >>Jangan termakan isu-isu yang dibuat oleh media massa,  media massa kerjanya 
> >>cuma ngomporin dan image yang dibangun oleh media massa umumnya image 
> >>NEGATIF. Musti diteliti dan ber-hati hati dalam menyikapi setiap persoalan 
> >>yang timbul dengan Malaysia, kita juga perlu introspeksi diri jangan merasa 
> >>benar sendiri. Jika kita bersikap seperti diatas "anti bisnis dengan 
> >>Malaysia", justru ini keliru besar dan dalam hubungan internasional kita 
> >>bisa dianggap kurang dewasa.

> >>

> >>Kalau Malaysia memang merampas kekayaan intelektual bangsa Indonesia, maka 
> >>bisa ditempuh jalur hukum internasional dan mengadili Malaysia di tingkat 
> >>mahkamah Internasional, biar pengadilan Internasional yang memutuskan 
> >>apakah Malayasia dalam hal ini benar benar bersalah atau tidak. Kemudian 
> >>juga tidak bisa melakukan pukul rata menganggap semua orang Malaysia 
> >>seperti itu, ini tindakan yang kurang bijaksana.

> >>

> >>Sebagai anak bangsa kita harus berpikit positif dalam situasi dan kondisi 
> >>apapun, karena dengan berpikir positif atau berprasangka baik selalu kepada 
> >>semua pihak akan menguntungkan kita sendiri pada akhirnya. Sebaiknya kita 
> >>banyak belajar dari Malaysia yang sudah membuktikan sebagai negara maju, 
> >>Malaysia telah naik kelas dari negara berkembang menjadi negara modern, 
> >>sedangkan kita masih negara berkembang. Bangsa kita tidak menghargai hukum 
> >>bahkan banyak kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh para ahlinya 
> >>dibidang hukum. Sedangkan bangsa Malaysia sangat menghargai hukum, mereka 
> >>lebih disiplin dan mempunyai komitment kuat untuk membangun negara dan 
> >>bangsanya menjadi negara yang disegani dikawasan Asia.

> >>

> >>"Belajarlah dari dalam buaian sampai ke lubang kubur" dan "tuntutlah ilmu 
> >>walau sampai ke negeri Cina". Sebelum sampai ke Cina... belajar dulu dari 
> >>Malaysia, kenapa Malaysia bisa mempatenkan budaya bangsa lain? betulkah 
> >>Malaysia merampas budaya bangsa lain? Kalau betul alangkah bodohnya 
> >>Malaysia mengerjakan suatu pekerjaan yang sia-sia, bukankah yang 
> >>mendapatkan keuntungan pada akhirnya bangsa yang memiliki budaya tersebut. 
> >>Apa yang dilakukan Malaysia adalah iklan GRATIS buat bangsa Indonesia yang 
> >>memiliki produk-produk budaya tersebut.

> >>

> >>Terima kasih

> >>

> >>Salam sukses,

> >>

> >>Agustaf Alvi

> >>Pelaku Bisnis dengan Malaysia External Trade, Malaysia.

> >>Hp. 0817 874 874

> >>

> >>

> >>

> >>

> >>

> >>

> >>--- On Thu, 8/27/09, Timotheus Soemadi <timo.soemadi@ yahoo.com> wrote:

> >>

> >>

> >>>From: Timotheus Soemadi <timo.soemadi@ yahoo.com>

> >>>Subject: [ikappei] RE:anti bisnis dengan malaysia.

> >>>To: "agromania" <agroma...@yahoogro u ps.com>, "argonursery" <agronursery@ 
> >>>yahoogroups. com>, "ppei" <ikap...@yahoogroup s .com>

> >>>Date: Thursday, August 27, 2009, 2:13 AM

> >>>

> >>>

> >>>

> >>>Dear All,

> >>>

> >>>Anti bisnis dengan malaysia apakah jalan terbaik !!!

> >>>Menyikapi kekayaan hak intelektual dan paten,dengan negara yang namanya 
> >>>malaysia ini kok tidak pernah habis habisnya punya NKRI diserobot.

> >>>mulai dari : Rendang,lagu rasa sayange,reog ponorogo,tari pendet,wayang 
> >>>kulit dan lain lain.

> >>>sampai sampai pulau yang jelas2 masuk NKRI dicaplok juga.

> >>>juga kirimi teroris kenapa mau berjihad kok tidak dinegaranya sendiri,saya

> >>>curiga sengaja malaysia mau hancurkan negara kita lewat kirim 
> >>>teroris,kenapa yang katanya serumpun tapi dihajar juga.

> >>>saya dapat info dari kawan,bahwa batas negara kita dikalimanatan juga 
> >>>dirubah maju hingga 5 km masuk kenegara kita,apakah betul, apa salah !! 
> >>>mohon info kawan dikalimantan.

> >>>mereka juga suka buang limbah B3 dikalimantan apa betul .

> >>>jika ya wah gawat itu malaysia sudah mulai kurang ajar.

> >>>Saya jadi ingat peringatan zaman Bung Karno " ganyang malaysia" apa 
> >>>maksudnya Bung Karno bilang begitu,eh ternyata betul juga itu bapak 
> >>>Proklamator.

> >>>Berarti dari dulu malaysia itu tukang ngerecoki negara kita.

> >>>hingga Bung Karno Marah besar sama malaysia.

> >>>Belum lagi TKW dan TKI kita disksa bahkan sampai dibunuh..

> >>>TAPI,

> >>>Hak Paten,batas wialayah,tenga kerja,sospol, HanKam kan ada departemen nya 
> >>>yang ngurusi kok sampai diserobotin/ direcokin terus kerja mereka itu apa 
> >>>dan ngapain saja,saya sebagai warga negara kok jadi bingung,pada 
> >>>pemerintah ini kerja nya,apa2 saja ya.

> >>>Jika masalah ini dibuka oleh wartawan baru ribut kayak kebakaran jenggot,

> >>>coba kalau wartawan diam2 saja mau jadi apa kita ini.

> >>>Bagaimanapun NKRI tetap jaya.ini cita cita lho..

> >>>ta gendong... enak tho... mantab tho... daripada kamu memble....nanti tak 
> >>>patenkan lho mbah surip(Alm) asli dari mojokerto negara bagian malaysia,

> >>>modar sudah, jika bisa sampai begitu.

> >>>

> >>>Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
> >>>Lebih Cepat hari ini! http://id.mail. yahoo.com

> >>>

> >>

> >

> >

> >

> >

> start: 0000-00-00 end: 0000-00-00

>

klo udh sampe masalah jati diri bangsa anti bisnis dengan malaysia menurut sy 
sah2 az.,dari teritori (ambalat, simpadan ligitan), budaya (batik, 
anglung,reog. , pendet., rasa sayang-sayange ampe lagu Indonesia Raya.,, TKI yg 
ga dianggep sampai apa lagi tar..

hhmmm kaya'x ga ad yg bener klo berurusan ma negara satu tu!!




























        Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
 Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!


      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke