Terima kasih atas semua informasi yg Teman-teman sampaikan, saya juga sudah 
beli beberapa buku sebagai reverensi
saya. Semoga kita semua dapat mengambil manfaat atas informasi tersebut.

Hormat saya
hartopo

*************************************************
Diupdate Terus!!
DAFTAR PERMINTAAN & PENAWARAN 
Berisi permintaan & penawaran terbaru di bidang
agrobisnis (pertanian, perkebunan, perikanan,
peternakan, dan agroindustri).
Dapatkan di Kios Agromania: http://tiny.cc/kios
Kontak Info: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
*************************************************
GABUNG DI ABC: http://tiny.cc/formulir
BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa
KOPERASI: http://tiny.cc/agrokoperasi




________________________________
From: Marindo Palar <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Saturday, August 29, 2009 12:03:15 PM
Subject: Bls: [agromania] Mohon petunjuk Jamur Merang


Ini saya dapatkan Trubus on-line :
 
http://www.trubus-online.co.id/members/ma/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=&artid=810
Media Jamur Baru Tanah Rencong 
Oleh trubus 
Rabu, Juli 11, 2007 22:55:41 Klik: 1599     
 
Sebuah pick up berhenti di halaman rumah Endang Puji Lestari di Kecamatan 
Langugob, Bandaaceh. Bukan membawa material bangunan atau sembako, melainkan 
1.600 kg tandan tanpa buah kelapasawit. Padahal, limbah itu biasanya cuma 
mengonggok di sudut kebun kelapasawit. Dari limbah itu Endang memanen 65-70 kg 
jamur merang setiap 40 hari.
Panen jamur dari tandan kelapasawit? Anggota famili Palmae itu dimanfaatkan 
Endang Puji Lestari sebagai media tanam jamur merang. Seperti namanya, 
Volvariella volvacea itu lazimnya tumbuh di media merang atau jerami padi. 
Sebelum digunakan sebagai media tanam, perempuan 44 tahun itu mengomposkan 
1.600 kg tandan kosong-tanpa buah. Ia menumpuknya di atas lantai semen. 
Setiap 10 cm lapisan, ia menaburkan dedak dan kapur. Untuk 1.600 kg limbah 
kelapasawit, ia memerlukan 40-50 kg dedak dan 24-30 kg kapur. Idealnya pH 
6,8-7, kelembapan 60%, dan suhu 60oC. Mantan pengusaha wartel itu lantas 
menyelimuti tumpukan kompos dengan plastik terpal selama 8 hari. Selama itu 
pula, tak ada perlakuan apa pun seperti pengadukan atau pembalikan. Pada hari 
ke-9, ia memindahkan media ke kumbung jamur merang.
Di sisi rumahnya berdiri 2 kumbung berukuran 5 m x 4 m. Di bagian tepi kiri dan 
kanan kumbung terdapat masing-masing 5 rak. Jarak antarrak 40 cm. Di atas rak 
itulah Endang meletakkan media tandan kelapasawit dengan ketebalan 20 cm. 
Setelah media tersusun di atas rak, ia melakukan pasteurisasi dengan memasukkan 
uap air panas ke dalam kumbung selama 10-12 jam hingga suhu dalam ruang 
mencapai 60oC. 
Aliran uap air panas diperoleh dari pemanasan air dalam drum berbahan bakar 
kayu. Endang memanfaatkan 5 drum yang ditata secara horizontal. Artinya, drum 
itu ditidurkan masing-masing diisi air setinggi 20 cm. Dari drum-drum itu 
terpasang pipa besi untuk mengalirkan uap air ke kumbung. Begitu pasteurisasi 
berakhir, maka pengaliran uap air panas ke dalam kumbung dihentikan. Suhu media 
berangsur-angsur turun hingga 40oC. Suhu itu dicapai setelah 12-24 jam.Setiap 
hari 
Ketika suhu 40oC itulah Endang membibitkan jamur merang. Ia menaburkan bibit 
dari dalam kantong 250 g ke atas media tanam. Di Bandaaceh harga sekantong 
benih Rp500. Ia menghabiskan 100 kantong benih per kumbung. Setelah penebaran 
benih, Endang menutup kumbung selama 2-3 hari atau sampai miselium berupa 
benang-benang putih menyebar merata di atas media. Alumnus sebuah Akademi 
Sekretaris di Bandung itu menjaga suhu konstan 30-37oC. 
Caranya dengan penyiraman berkabut. Biasanya Endang menyiram kumbungnya pada 
pukul 09.00 dan 16.00 pada kemarau; musim hujan, hanya pukul 09.00. Kira-kira 
18-20 hari pascapenebaran benih, kemudian, jamur-jamur merang berwarna putih 
bersih memenuhi rak-rak di kanan-kiri kumbung. Itulah saat panen perdana. 
Masa panen sampai 20 hari dan berlangsung setiap hari. Dari sebuah kumbung, ia 
memanen rata-rata 3.5 kg per hari. Dari dua kumbung itu, ia menuai 65-70 kg 
jamur merang tiap periode 'tanam'. Endang menjual sayuran lezat itu Rp30.000 
per kg segar. Biasanya konsumen langsung datang membeli jamur ke rumahnya. Dari 
penjualan 70 kg jamur, ia memperoleh omzet Rp2,1-juta dalam 40 hari.
Media tandan sawit itu dapat digunakan hingga 5 kali setelah dijemur sampai 
kering. Setelah itu media dikomposkan lagi dan pasteurisasi ulang. Artinya, 
dari 5 kali budidaya jamur merang, Endang meraup omzet Rp10,5-juta. Biaya 
produksi di luar kumbung dan tenaga kerja sekitar Rp2,1-juta, sehingga laba 
bersihnya Rp8,4-juta dalam 6 bulan atau Rp1,400.000 per bulan.Jerami sulit 
Sejatinya, laba yang ditangguk Endang lebih besar. Kendalanya adalah biaya 
pembelian tandan yang mencapai Rp3-juta per 1.600 kg. Tandan itu diperoleh di 
perkebunan kelapasawit di Langsa, perbatasan Aceh dan Medan, dicapai 8 jam dari 
kediaman Endang. Di Langsa sebetulnya tandan gratis. Namun, Endang harus 
membayar biaya transportasi dan tenaga untuk mengangkut yang nilainya 
Rp1,6-juta. 
Selain tandan kelapasawit, di sekitar hunian Endang sebetulnya tersedia jerami. 
Bahan itu juga gratis. Namun, ia mengeluarkan biaya pengangkutan Rp1,5-juta 
untuk sekali budidaya. Lagi pula, 'Kalau sedang tidak musim panen padi, jerami 
sulit didapat. Sedangkan tandan sawit selalu ada,' kata Endang. 
Sukses pekebun seperti Sarwan dan Endang memantapkan gerakan Jaringan Udeep 
Beasaree (JUB)-jaringan hidup bersama-mengembangkan bisnis ini untuk memulihkan 
ekonomi. Aliansi dari 23 desa dengan sekjen bernama Afrizal ini bertekad 
kembali ke kampung halaman dan membangun desanya. Endang diundang untuk membagi 
pengalamannya kepada warga desa-desa anggota JUB misalnya di Desa Lamanyang dan 
Lamjame.
Budidaya jamur merang dengan tandan kosong kelapa sawit selain menguntungkan 
secara ekonomi, juga positif terhadap lingkungan. Pabrik minyak sawit bisa 
menghasilkan limbah tandan kosong sekitar 23%. Meskipun sudah dimanfaatkan baik 
untuk pupuk kelapa sawit atau untuk bahan bakar, tapi masih banyak tersisa. 
Jika budidaya jamur dengan tandan kosong menjamur, tak hanya perekonomian saja 
yang pulih tapi juga bau busuk dan lalat di tumpukan tandan kosong tak kan 
tampak lagi. (NS Adiyuwono, ahli budidaya jamur di Bandung) 

--- Pada Sab, 29/8/09, hartopo Hartopo <[email protected]> menulis:


>Dari: hartopo Hartopo <[email protected]>
>Judul: [agromania] Mohon petunjuk Jamur Merang
>Kepada: [email protected]
>Tanggal: Sabtu, 29 Agustus, 2009, 7:33 AM
>
>
> 
>Dear All
>
>Saya rencana akan membudidaya jamur merang, namun setelah saya lihat punya 
>teman2
>dikampung saya ada hal yg melemahkan niat saya yaitu masalah bibit. Teman2 
>tidak
>pakai bibit spt jamur tiram/kuping sehingga pertumbuhan lambat & panen minim.
>Apakah memang jamur merang seperti itu atau ada tips khusus/reverensi buku 
>atau 
>pengalaman dari teman2 sekalian yg bisa bantu, Mohon infonya ya...
>
>Trims...
>Topo
>
>============ ========= ========= ========
>SEMUANYA ADA DI: http://tiny. cc/kios
>Bekal Sukses Anda Berbisnis Agro
>INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
>============ ========= ========= ========
>|a|g|r|o|m|a| n|i|a 
>Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000
>GABUNG DI ABC: http://tiny. cc/formulir
>BURSA JUAL-BELI: http://tiny. cc/bursa
>KOPERASI: http://tiny. cc/agrokoperasi
>
> > >  
________________________________
 Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web 
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke