Untuk Rekan-rekan yang mengangkat nama Tokek
saya..tahun 80an (SD) pernah makan tokek..maklum anak kecil yang suka 
ikut-ikutan... mengenai bisa mengobati penyakit (Kulit, HIV dll) saya tidak 
tahu,, tetapi saya makan tokek bukan kerena penyakit kulit, tetapi karena ikut 
teman-teman saya kecil, dan rasanya enak. jadi jika ada tokek yang lebih besar 
pasti lebih enak rasanya kerena dagingnya banyak he..he..he.
 
cerita lain;
tetangga saya..di kampung, pernah punya penyakit kulit (pateken) bercak - 
bercak merah berbentuk lingkaran seperti kulit mau sembuh dari luka, tiap hari 
dia cari tokek dan dimakan... sekarang bisa sembuh tuh...padahal tidak kedokter 
specialis kulit lho.. kan biayanya mahal bagi orang kampung..
 
hanya ini cerita saya, semoga yang hoby tokek dan memeliharanya semakin 
semangat dan menyayangi TOKEKNYA.
terimakasih Agromania
 
 
salam semuanya

*************************************************
Diperbaharui Terus!!
DAFTAR PERMINTAAN & PENAWARAN
Berisi permintaan & penawaran terbaru di bidang
agrobisnis (pertanian, perkebunan, perikanan,
peternakan, dan agroindustri).
Dapatkan di Kios Agromania: http://tiny.cc/kios
*************************************************
GABUNG DI ABC: http://tiny.cc/formulir
BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa
KOPERASI: http://tiny.cc/agrokoperasi




--- On Wed, 10/14/09, harry purnomo <[email protected]> wrote:


From: harry purnomo <[email protected]>
Subject: Re: [agromania] tentang fenomena TOKEK
To: "[email protected]" <[email protected]>
Cc: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Wednesday, October 14, 2009, 2:53 AM


 



salam agromania, salam pak Jimmy. Kisah yang anda suguhkan sungguh menarik pak. 
Cerita tentang tokek memang sudah mengakar sungguh dalam dikalangan rakyat 
jelata. Kalau pak Jimmy berkesempatan berbaur dengan masyarakat yang sangat 
awam soal logika pengobatan medis (mereka2 yg less knowlege, tidak suka membaca 
buku2 kesehatan, para penikmat mitos dan sugesti) tokek memang punya daya tarik 
luarbiasa karna konon bla bla bla. Usia saya sekarang 41th. Dulu waktu masih 
sekolah SD pun, th 80an. Cerita tokek yg konon berkhasiat sudah tersebar luas. 
Namun hingga kini belum ada yang membuktikan secara ilmiah kandungan 
khasiatnya. Baru2 ini saja diketahui bahwa tokek (semua ukuran) mempunyai 
khasiat mengo tbati kanker. Ini hal yg umum seperti penemuan2 medis lainnya. 
Tentu jika tokek katanya memang bisa mengobati HIV/AIDS pasti lembaga2 
kesehatan bahkan WHO sekalipun pasti sudah turun tangan untuk membudayakannya.

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~
Mau Gabung di AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)?
Kenal dulu dan ikuti langkah sukses mereka di:
DIREKTORI: http://tiny. cc/direktori
BERGABUNG: http://tiny. cc/formulir
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~
|a|g|r|o|m|a| n|i|a
Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000
MAILING LIST: http://tiny. cc/milis
KIOS PRODUK: http://tiny. cc/kios
BURSA JUAL-BELI: http://tiny. cc/bursa

kwan jimmy wrote:
>  
> Sepertinya kisah ini mirip dengan yang saya dengar dulu, ini hanya permainan
> bandar untuk menaikan harga tokek saja.
> Ceritanya seperti ini :
> Sekali peristiwa di sebuah desa,
> muncullah seorang tuan yang mengumumkan kepada para penghuni desa
> bahwa dia akan membeli monyet dengan harga 10 Ringgit per ekor. Para
> penghuni desa yang melihat banyak monyet di hutan bersegera keluar
> dan mulai menangkap monyet-monyet itu.
> Tuan itu membeli beribu-ribu ekor monyet dengan harga 10 Ringgit.
> Ketika persediaan monyet mulai menurun dan para penghuni desa mulai
> menghentikan usaha mereka, dia mengumumkan bahwa sekarang dia akan
> membeli monyet pada harga 20 Ringgit per ekor. Para penghuni desa
> tergerak, dan mereka mulai menangkap monyet lagi. Persediaan monyet
> pun semakin menurun dan mereka kembali ke kebun.
> Harga penawaran kemudian dinaikkan menjadi 25 Ringgit per ekor.
> Karena persediaan monyet sedemikian langka maka diperlukan upaya
> lebih keras dari sebelumnya. Tak berapa lama Tuan itu mengumumkan
> bahwa dia akan membeli monyet pada harga 50 Ringgit per ekor. Tapi
> berhubung dia harus ke kota untuk urusan bisnis, maka asistennya
> yang diserahi tugas untuk kepentingannya.
> Ketika Tuan itu sudah pergi, asisten itu berkata kepada para
> penghuni desa: "Lihatlah monyet-monyet di kandang besar yang telah
> dikumpulkan oleh Tuan. Saya akan menjual monyet-monyet kepada Anda
> seharga 35 Ringgit per ekor, dan ketika Tuan kembali, Anda bisa
> menjual kepadanya dengan harga 50 Ringgit per ekor."
> Terjadilah antre panjang para penghuni desa untuk membeli monyet
> dengan seluruh tabungan yang ada pada mereka. Ternyata setelah itu,
> baik asisten maupun Tuan lenyap tak berbekas, sementara monyet-
> monyet ada di mana-mana!
> Salam
> jimmy


















[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke