Tingginya permintaan gurami membuat minat masyarakat untuk membudidayakan 
gurami semakin meningkat. Keberhasilan para petani ikan gurami di Jlamprang, 
Desa Jambidan, Banguntapan, Bantul, dijadikan model bagi masyarakat yang ingin 
membudidayakan gurami.

Tingginya minat masyarakat itu terlihat dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) 
Budidaya Gurami Sistem Gugus Simba yang diadakan Perkumpulan Masyarakat 
Perikanan Nusantara (Permina) bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Agrobisnis 
Strategis (LPAS) Yogyakarta, Minggu (19/7) di Jlamprang. Sejumlah 77 peserta 
diklat berasal dari DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jakarta, hingga Kalimantan 
Timur.

++++++++++++++++++++++++++++++++
TEMU PELAKU BISNIS IKAN AIR TAWAR KONSUMSI!
Minggu, 31 Januari 2010 (Pkl.09.30 s/d Selesai)
Jangan sampai ketinggalan, daftar sekarang juga di:
http://tiny.cc/acaramania
++++++++++++++++++++++++++++++++

Salah seorang peserta diklat, Kardiat Adan Sukandi, dari Balikpapan, Kalimantan 
Timur, sengaja datang ke Jlamprang untuk mempelajari metode budidaya gurami 
yang benar. Ia mengaku, selama ini upayanya untuk membudidayakan gurami di 
rumah selalu gagal. "Rencana saya budidaya gurami ini nanti sebagai persiapan 
kalau pensiun," kata karyawan di sebuah perusahaan minyak asing ini.

Direktur Permina Among Kurnia Ebo mengatakan, dalam 12 kali pelatihan, minat 
masyarakat untuk ikut selalu tinggi. Selain budidaya gurami, sejumlah pelatihan 
diadakan untuk mempelajari budidaya jenis ikan yang lain seperti lele.

Tingginya minat masyarakat untuk membudidayakan gurami tidak terlepas dari 
keuntungan yang dihasilkan. Dengan pembudidayaan yang baik, dari setiap 1.000 
ekor bibit gurami dengan total modal sekitar Rp 7,5 juta, petani bisa mendapat 
panen sekitar 9 kuintal ikan. Dengan harga gurami minimal Rp 20.000 per 
kilogram, petani akan mendapat Rp 18 juta atau meraih keuntungan Rp 10,5 juta.

Produsen telur

Budidaya gurami mulai dari telur, pembibitan, pembesaran, hingga induk memiliki 
prospek bisnis yang baik. Para petani gurami di Jambidan, misalnya, merupakan 
produsen telur ataupun bibit gurami yang memasok kebutuhan para petani ikan di 
DIY, Jateng, dan daerah lainnya.

Salah seorang pengusaha gurami, Gosis Siswanto, menyatakan, setiap hari 
permintaan telur gurami yang sampai kepadanya mencapai 400.000-500.000 buah. 
Meski sudah membangun jaringan dengan para petani telur gurami, sampai sekarang 
ia masih kesulitan memenuhi permintaan itu.

Selain telur, kebutuhan gurami untuk dikonsumsi juga tinggi. Setiap hari, 
kebutuhan gurami di DIY mencapai 3,5 ton. (ARA)

SUMBER: Kompas
Selasa, 21 Juli 2009 | 15:21 WIB

-----------------------------------------
|a|g|r|o|m|a|n|i|a
Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000
MILIS: http://tiny.cc/milis
FORMULIR: http://tiny.cc/formulir
BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa
KIOS PRODUK: http://tiny.cc/kios
DIREKTORI: http://tiny.cc/direktori
-----------------------------------------


Kirim email ke