Peluang Indonesia mengekspor ikan patin ke Amerika Serikat (AS) makin terbuka 
lebar. Peluang ini muncul lantaran AS akan menutup rapat-rapat pintu bagi ikan 
patin asal Vietnam yang selama ini berhasil menguasai pasar di sana.

Ini tentu saja merupakan kesempatan emas buat pengusaha ikan patin untuk 
mengisi pasar yang akan ditinggalkan Vietnam itu. "Pasar ekspor ke AS total 
mencapai 1,1 juta ton per tahun," kata Suherman Dinata, Presiden Direktur PT 
Alami Makmur Sembada, perusahaan pengolahan, ekspor, dan budidaya ikan, Kamis 
(2/4) kemarin.

AS menyetop impor ikan patin dari Vietnam setelah negara adidaya itu menemukan 
40% kandungan air yang mempunyai zat pengikat di ikan patin Vietnam. Dalam 
jangka panjang, kandungan zat ini bisa membahayakan kesehatan manusia.

++++++++++++++++++++++++++++++++
TEMU PELAKU BISNIS IKAN AIR TAWAR KONSUMSI!
Minggu, 31 Januari 2010 (Pkl.09.30 s/d Selesai)
Jangan sampai ketinggalan, daftar sekarang juga di:
http://tiny.cc/acaramania
++++++++++++++++++++++++++++++++

Cuma, masalahnya, Suherman bilang, harga produk ikan patin dari Indonesia masih 
lebih mahal ketimbang Vietnam. Ini karena ongkos produksi di sini jauh lebih 
tinggi, yakni Rp 8000 - Rp 11.000 per kilogram. Sedang ongkos produksi ikan 
patin Vietnam cuma Rp 6.000 per kilogram. Tak heran jika harga jual ikan patin 
Vietnam juga jauh lebih murah.

Untuk mengatasi kendala ini, Alami Makmur yang berencana masuk ke AS akan 
membangun pabrik pengolahan di Jambi, Riau, dan Kalimantan Selatan. Pemerintah 
sudah menetapkan ketiga daerah ini sebagai proyek percontohan klaster budidaya 
ikan yang bernama latin pangasius hipothalmus itu.

Di sana, Suherman bilang, perusahaannya bisa menekan biaya produksi sekaligus 
meningkatkan volume. "Kalau terpusat, ongkos produksi patin bisa ditekan," 
ujarnya.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Departemen Kelautan 
dan Perikanan Martani Huseini Martani menyatakan, sistem klaster ikan patin di 
tiga provinsi itu memang bertujuan mengerek produksi.

Jika produksi sudah banyak, Indonesia bisa lebih banyak lagi mengekspor ikan 
patin, termasuk ke AS. "Kami juga akan berkonsentrasi bagaimana caranya supaya 
harga patin kita sama dengan harga jual Vietnam sebesar Rp 12.000 per kilogram 
di pasar internasional," kata Martani. (Azis Husaini)


SUMBER: KONTAN
Jumat, 03 April 2009 | 10:28

****************************************
SEGALANYA TENTANG IKAN SIDAT
Ebook, Video, Foto, Slide, Info Terbaru
Download Gratis di: http://tiny.cc/sidat
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
****************************************
GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis

Kirim email ke