Slmt pagi n' gmn kabarnya pak ....
kayak nya lagi putus asa y . ho ho2 .. berikut jawaban yang dapat saya berikan berdasar praktek atau analisa dilapangan .. Untuk harga dasar bapak bisa akses di web Sicom.com.us atau di www.Bappebti..go.id tapi perlu diperhatikan harga tersebut harga tidak mutlak bisa menjadi patokan , karena pabrik atau eksportir biasanya kerja berdasarkan Kontrak kerja suplai .. kalo mereka kontrak 1000 ton dengan harga 23000 sedangkan harga di web atau media lainnnya diatas dibawahnya kita ngg bisa perkirakan yg pasti pengaruhnya ke keuntungan mereka .. biasanya harga beli pabrik kepada petani ( bukan suplier atau eksportir ) atau dengan kata lain pabrik pengolah dikurang aja dari harga yg tertera di web ,, Hitung-hitungan nya gini pak .. misalkan di iinternet bapak liat harga nya Rp. 23000 maka .. terus bapak tinggal kali aja dengan kadar karet Dipetani kadar karet dalam bentuk sleb / atau olahan masyarakat yg dibentuk seperti kotak2 dalam cetakan terdiri dari 3 macam yakni: kadar karet mingguan dengan kadar berkisar 30 / 40 % kadar karet 2 minggu dengan kadar berkisar 48 / 55 % kader karet bulanan dengan kadar berkisar 60 / 65 % terus dihitung seperti ini : kadar karet mingguan : Rp. 23000 x 30 : 100 = Rp. 6900 kadar karet 2 minggu : Rp. 23000 x 48 : 100 = Rp. 11040 Kadar Karet Bulanan : Rp. 23000 x 60 : 100 = Rp .13800 jadi kira2 seperti itu cara hitungnya , untuk kadar karet sendiri pabrik yg menilai, atau bapak sendiri bisa menilai karet bapak termasuk karet yg mana , dsini kalo bapak selaku pembeli kepetani ambil peng kali nya yg nilai nya kecil , tapi kalo bapak main nya selaku penjual kepabrik , tinggal bapak adu ngotot aja untuk ambil peng kali yg terbesar karena kadar kering karet sangat menentukan nilai ekonomis yg diterima oleh petani ... dengan kata lain karet nya bersih dan kering .. soal selisih harga di tingkat pabrik atau eksportir /web , itu ngga baku yg pasti selisihnya dikisaran 1000 s/d 2000 kg nya ..dari harga beli mereka kepetani atau suplier .. dan kalau ada pabrik yg beli getah karet dengan harga diatas itu artinya pabrik/eksportir terikat di kontrak stok atau dalam pengawasan Bank trus mereka harus jaga stok ntar kena klaim klo ngg cukup stok .. kira2 begitulah pak , cara main nya dilapangan .. klo butuh info lebih lanjut bisa telepon , bisa sms atau bisa juga kerumah, he he he .. lebih kurang nya saya mohon maaf .. terima kasih ... Ichwan priyanto penangkar bibit karet desa sembawa kecamatan banyuasin kabupaten banyuasain propinsi sumatera selatan , juga agen kecambah sawit non sertfikat dan pedagang getah karet ( sedikit promosi , boleh y pak , he he ) ========> ********** <======== BURSA JUAL-BELI AGROMANIA Jaminan Kepastian & Keamanan Bertransaksi Isi Formulir di: http://tiny.cc/bursa SMS INFO: 0813-9832-9632 ========> ********** <======== GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis --- On Wed, 1/20/10, Wim <[email protected]> wrote: From: Wim <[email protected]> Subject: Pertanyaan Karet To: "ichwan aja" <[email protected]> Date: Wednesday, January 20, 2010, 11:26 PM Pak Ichwan Saya butuh diskusi neh Pak, belakangan ini kenaikan harga karet mulai tidak masuk akal. Kenaikan yang sangat tajam ini membuat penjualan susah. Yang saya ingin tahu biasanya patokan harga antara supplier dengan pembeli itu bagaimana? didiscount dari harga yang di Singapura atau bagimana? Terima kasih banyak

