CiBINONG - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaunching Beyond
Bio-organic initiative for conservation (Beyonic) sebagai teknologi
berbasis mikroba untuk pupuk organik di Gedung Herbarium Cibinong
Science Center pada Sabtu (30/1), kemarin. Teknologi Beyonic ini
dilaunching oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Republik
Indonesia Suharna Surapranata.

Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof.Dr.Endang
Sukara, Beyonic merupakan salah satu solusi untuk mengatasi
permasalahan menurunnya kualitas lahan pertanian akibat penggunaan
pupuk sintetis atau kimia yang berlebihan. “Teknologi ini memanfaatkan
salah satu kekayaan hayati yakni mikroba. Tujuannya untuk meningkatkan
produktivitas pertanian dengan mengurangi pemakaian pupuk buatan,” ujar
Endang.

Ia juga mengatakan, tahun ini pemerintah telah menganggarkan dana
subsidi Rp 11,86 triliun untuk memproduksi 11,76 juta ton pupuk
organik. Namun, kata Endang, subsidi tersebut hanya dimanfaatkan oleh
produsen besar sehingga petani masih tetap tidak mandiri terkait
penyediaan pupuk organik tersebut. “LIPI ingin dengan teknologi ini
petani bisa mandiri dengan mengolah sendiri pupuk organik,” katanya.

Saat ini, lanjut Endang, produk teknologi Beyonic yang telah dipasarkan
diantaranya BioPoska, Kompenit, Biomat, Biorhizin, Kedelai Plus,
BioVam, Biosmik, StarTmik, Azzofor dan Katalek. “Semua produk ini
menggunakan mikroba lokal yang aman dan kemurniannya dipelihara oleh
Biotechnology Culture Collection yang telah terdaftar di WFCC (World
Federation for Culture Collection),” ujar Endang.

========> ************* <========
Kenal dan ikuti langkah sukses para
pelaku bisnis agro Indonesia di:
DIREKTORI: http://tiny.cc/direktori
BERGABUNG: http://tiny.cc/formulir
SMS INFO: 0813-9832-9632
========> ************* <========
GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis

Kirim email ke