Bonsai berasal dari seni miniaturisasi tanaman yang disebut penjing 
(盆景) dari periode Dinasti Tang. Di makam putra dari Maharani Wu 
Zetian terdapat lukisan dinding yang menggambarkan pelayan wanita yang membawa 
pohon berbunga dalam pot dangkal. Pot dangkal berukuran kecil ini merupakan 
miniaturisasi dari pemandangan alam.[3]

Kalangan bangsawan di Jepang mulai mengenal penjing sekitar akhir zaman Heian. 
Aksara kanji untuk penjing (盆景) dilafalkan orang Jepang sebagai 
bonkei. Sama halnya dengan di Cina, bonkei di Jepang juga merupakan 
miniaturisasi dari pemandangan alam. Seni yang hanya dinikmati kalangan atas, 
terutama kalangan pejabat istana dan samurai, dan baru disebut bonsai pada 
zaman Edo[4]

Menanam bonsai adalah pekerjaan sambilan samurai zaman Edo, saat bonsai 
mencapai puncak kepopuleran. Sejak zaman Meiji, bonsai dianggap sebagai hobi 
yang bergaya. Namun pemeliharaan bonsai dan penyiraman memakan banyak waktu. 
Sejalan dengan lingkungan tempat tinggal di Jepang yang makin modern dan tidak 
memiliki halaman, penggemar bonsai akhirnya terbatas pada kalangan berusia 
lanjut.

========> ************* <========
Kenal dan ikuti langkah sukses para
pelaku bisnis agro Indonesia di:
DIREKTORI: http://tiny.cc/direktori
BERGABUNG: http://tiny.cc/formulir
SMS INFO: 0813-9832-9632
========> ************* <========
GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis

Kirim email ke