pak william kemarin di trernak sapi anda ngajak diskusi ma saya...kok saya beri 
pertanyaan anda malah ngacir nggak jawab????

========> ************* <========
Ingin Mengecek Reputasi Mitra Bisnis Anda?
KLIK: http://tiny.cc/direktori
SMS INFO: 0813-9832-9632
========> ************* <========
GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis


________________________________
Dari: w11_11am <[email protected]>
Kepada: me <[email protected]>
Terkirim: Sen, 1 Februari, 2010 20:05:09
Judul: [agromania] Kompas: Peternakan Hasilkan 51 Persen Gas Rumah kaca

 
Peternakan Hasilkan 51 Persen Gas Rumah kaca
Oktavianus
Tipnone melepas ternak dari kandang di areal peternakan yang dikelola
biara Karmel di Kampung Maronggela, Desa Wolomeze, Kabupaten Ngada,
Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/9).

Kamis, 5 November 2009 | 08:12 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetya



YOGYAKARTA, KOMPAS.com
- World Watch Institute, dalam laporan yang dirintis Watch Magazine
Edisi November/Desember 2009 menyebut bahwa peternakan bertanggung
jawab atas sedikitnya 51 persen penyebab gas rumah kaca global. Ini
bukan lagi lampu kuning melainkan sudah lampu merah.World Watch
Institute adalah organisasi riset independen di Washington Amerika
Serikat yang berdiri sejak 1974. Organisasi ini dikenal kritis terhadap
isu global dan lingkungan. Penulis artikel itu Dr Robert Goodland,
mantan penasihat utama bidang lingkungan untuk Bank Dunia, dan staf
riset Bank Dunia Jeff Anhang. Keduanya membuat laporan ini berdasar
Bayangan Panjang Peternakan , laporan yang diterbitkan tahun 2006 oleh
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).Majalah itu terbit
dalam 36 bahasa dan data penelitiannya digunakan oleh banyak NGO
(lembaga swadaya masyarakat) di seluruh dunia, dan juga badan-badan di
bawah PBB. NGO yang memakai data-datanya antara lain Greenpeace
Southeast Asia, dan Yayasan Obor Indonesia.Dua peneliti itu juga
menghitung siklus hidup emisi produksi ikan yang diternakkan, CO2 dari
pernapasan hewan, dan koreksi perhitungan yang sebenarnya dari jumlah
hewan ternak yang dilaporkan di muka bumi. Gas metana yang dikeluarkan
oleh hewan ternak mengikat panas 72 kali lebih kuat daripada CO2. Hal
ini mewakili kenaikan yang lebih akurat dari perhitungan asli FAO
dengan potensi pemanasan sebesar 23 kali. Meskipun demikian, peneliti
itu memberitahu bahwa perkiraan mereka tentang 51 persen itu masih
angka minimal."Masyarakat Indonesia, bahkan pihak-pihak yang
mestinya memerhatikan isu-isu lingkungan, harus tahu
informasi-informasi mengenai dampak industri peternakan dan bahaya
daging. Apa yang hendak pemerintah Indonesia lakukan sekarang ini?
Data-data sudah terhampar. Pemerintah, jika masih saja tidak percaya
tentang bahaya daging, tolong buka internet dan mencari tahu," ujar
pemerhati lingkungan yang juga dosen arsitektur Universitas Atma Jaya
Yogyakarta Agustinus Madyana Putra.


World Watch Institute: Peternakan mengasilkan 51% Gas Rumah Kaca Global

Laporan yang baru saja dirilis Watch Magazine edisi bulan
November/Desember menyatakan bahwa peternakan bertanggung jawab atas
sedikitnya 51 persen dari pemanasan global.

Penulisnya, Dr. Robert Goodland, mantan penasihat utama bidang
lingkungan untuk Bank Dunia, dan staf riset Bank Dunia Jeff Anhang,
membuat laporan ini berdasarkan “Bayangan Panjang Peternakanâ€,
laporan yang diterbitkan pada tahun 2006 oleh Organisasi Pangan dan
Pertanian PBB (FAO). Mereka juga menghitung siklus hidup emisi produksi
ikan yang diternakkan, CO2 dari pernapasan hewan, dan koreksi
perhitungan yang sebenarnya dari jumlah hewan ternak yang dilaporkan di
planet ini.

Gas Metana yang dikeluarkan oleh hewan ternak mengikat panas 72 kali
lebih kuat daripada CO2. Hal ini mewakili kenaikan yang lebih akurat
dari perhitungan asli FAO dengan potensi pemanasan sebesar 23 kali.
Meskipun demikian, para peneliti itu memberitahu bahwa perkiraan mereka
adalah minimal, dan karena itu total emisi 51 persen masih konservatif.

Dalam artikel tanya jawab di situs web vegclimatealliance. org,
penulisnya menyimpulkan: “Sekarang kita tahu bahwa perkembangan
dramatis sektor peternakan dalam dekade terakhir dapat mengancam umat
manusia sehingga mungkin tidak ada cara untuk menangani risiko iklim
dari industri pangan atau dunia secara luas selain dengan mengganti
produk peternakan dengan alternatif yang lebih baik.â€

Terima kasih kami, Dr. Goodland, Bapak Anhang, para ilmuwan yang
terlibat, serta World Watch Institute, atas laporan yang menunjukkan
bahwa konsumsi daging adalah kontributor tunggal yang terbesar terhadap
emisi gas rumah kaca. Mari kita segera mengganti produk hewani dengan
alternatif dari makanan nabati yang mendinginkan Bumi demi melestarikan
ekosfer kita dan semua kehidupan.

************ ********* ********* ********* *
** BERTAMBAH DAN TERUS BERTAMBAH **
************ ********* ********* ********* *
Jumlah anggota Agromania Business Club (ABC)
terus bertambah dan berkembang terus dengan
sangat cepat. Jangan sampai Anda ketinggalan!
Isi formulir di: http://tiny. cc/formulir
Lihat bukti di: http://tiny. cc/direktori
SMS INFO: 0813-9832-9632
************ ********* ********* ********* *
GABUNG DI MILIS: http://tiny. cc/milis





      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke