PENINGKATAN KUALITAS & KUANTITAS PANEN PADA MUSIM PENGHUJAN
>
>
>Pada musim hujan seperti
>saat ini peluang bertani menjadi terbuka terutama pada sawah tadah
>hujan, karena melimpahnya air sebagai sumber hidup pada budidaya
>tanaman pangan. Tapi pada musim penghujan juga kuantitas & kualitas
>hasil produksi pertanian menurun, mengapa demikian ? ada 3 faktor utama
>yang mempengaruhi turunnya kuantitas & kualitas panen pada musim
>penghujan. Faktor utama adalah terjadinya pencucian besar-besaran
>terhadap unsur hara yang ada pada tanah oleh air hujan, Faktor kedua
>kelembapan yang tinggi sehingga menjadikan tanah menjadi masam yang
>pada akhirnya menjadikan tanaman mudah terserang virus ataupun jamur,
>Faktor ketiga dg tingginya curah hujan yang mengakibatkan tingginya
>kelembapan air, maka secara alami tanaman akan berusaha mengurangi
>kadar air melalui daun, pada kondisi curah hujan tinggi tanaman akan
>mengalami fase Vegetatif sempurna ditandai dengan lebar dan lebatnya
>daun tanaman sehingga mengganggu fase generatif dan pematangan buah.
>
>
>Pada budidaya sayuran daun
>seperti Bayam, Kangkung, Sawi, dll sempurnanya fase Vegetatif merupakan
>tujuan akhir budidayanya. Berbeda pada budidaya tanaman pangan dan buah
>yang membutuhkan keseimbangan setiap fase pertumbuhan, sehingga
>kualitas dan kuantitas hasil produksi dapat diraih.
>
>
>Banyaknya petani yang kurang
>memahami tehnik budidaya tanaman pangan dan buah pada musim hujan, pada
>akhirnya menyebabkan mental pasrah dengan kondisi. Padahal pada musim
>hujan kualitas dan kuantitas produksi dapat ditingkatkan sebaik pada
>musim kemarau.
>
>
>Pada musim penghujan seperti
>saat ini banyak petani berinisiatif bahwa peningkatan dosis pupuk dan
>peningkatan dosis pengendali hama secara kimiawi merupakan kunci
>keberhasilan dalam bertani pada musim hujan. Padahal tidak demikian,
>pada musim hujan seringnya terjadi pencucian oleh hujan secara
>besar-besaran terhadap nutrisi dan unsur hara yang ada ( yang tersedia
>maupun yang diberikan ). Sehingga peningkatan dosis pupuk dan
>pengendali hama secara kimiawi menjadi sia-sia belaka.
>
>
>Tekhnologi pertanian yang telah
>kami lakukan pada tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman buah
>merupakan tekhnologi sederhana dengan lebih mengefisiensikan pemupukkan
>dan pemberian nutrisi tanpa harus meningkatkan dosis pupuk, peningkatan
>kualitas dan kuantitas panen / hasil produksi dilakukan dengan
>peningkatan frekwensi / waktu pemberian pupuk dan pengendalian hama
>secara kimiawi dilakukan sebagai solusi terakhir. Pengertian
>peningkatan frekwensi / waktu pemberian pupuk adalah semakin pendeknya
>jarak pemupukkan dengan dosis pupuk tetap / sama dengan dosis biasanya,
>diharapkan nutrisi yang diberikan langsung terserap habis oleh tanaman
>tanpa adanya pencucian nutrisi besar-besaran oleh hujan, sehingga
>pertumbuhan akan optimal dan kualitas serta kuantitas panen dapat
>diraih.
>
>
>Lain daripada itu juga
>diperlukan bahan organik yang mampu mengikat unsur hara dan mampu
>melepaskannya disaat tanaman membutuhkan unsur hara tersebut, dalam hal
>ini kami menyarankan penggunaan pupuk HOSC yang memang sudah terbukti
>sebagai pembenah tanah, penyedia unsur hara dan pengikat unsur hara
>tersedia. Dengan digunakannya pupuk HOSC sebagai pupuk dasar dan
>tutupan, maka pencucian terhadap unsur hara dan nutrisi pada tanah oleh
>air hujan dapat dikendalikan sehingga nutrisi dan unsur hara yang
>dibutuhkan tanaman tetap tersedia, meskipun pada musim penghujan
>seperti saat ini. Perlunya bahan organik sempurna pada tanah selain
>sebagai penyubur tanah dan dapat mengembalikan fungsi tanah sebagai
>media hidup tanaman juga sebagai penetralisir ph tanah. Semakin
>dekatnya tanaman dengan habitat asli tanaman tersebut, akan
>mengakibatkan tanaman lebih subur, tahan hama dan dapat berproduksi
>secara optimal.

Perlu dilakukan pemberian
>informasi yang tepat dan berkala kepada petani-petani oleh para pakar
>pertanian, supaya kesejahteraan masyarakat tani dapat terwujud.
>Pemberian nutrisi yang tepat dan terukur secara tekhnis dan ekonomis
>dapat mengurangi kuantitas pemberian pupuk kimia tanpa harus terjadi
>penurunan kualitas dan kuantitas panen. Dengan demikian kestabilan
>bahan pangan, suply sembako nasional, kesehatan pangan dan kesehatan
>masyarakat dapat diraih secara luas. Demikian, semoga bermanfaat dan
>menjadi solusi berkesinambungan.
>
>

SAVE OUR NATURE FOR NEXT GENERATIONS®
>Mari Kita Jaga Alam Kita Untuk Generasi Penerus Kita
>
>
>
>
>
>Wahyu Fajar Widodo
PT. Trisukses Bio-Organic
Desa Wonokerso Kec.Pakisaji, Kab. Malang
Telp.0341-9101224 / 081-338936121
email : [email protected]
blog 1 : www.pupukhosc.blogspot.com
blog 2 : www.transtritunggaljaya.blogspot.com
Facebook: [email protected]

========> ********** <========
BURSA JUAL-BELI AGROMANIA
Jaminan Kepastian & Keamanan Bertransaksi
Isi Formulir di: http://tiny.cc/bursa
SMS INFO: 0813-9832-9632
========> ********** <========
GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis

Kirim email ke