BAHAN TANAM KELAPA
SAWIT UNGGUL

 

Unggul dalam riset, Unggul dalam kualitas, Unggul dalam pelayanan

 

Pusat penelitian kelapa sawit ( PPKS ) merupakan salah satu
produsen bahan tanaman unggul  kelapa
sawit terkemuka di DUNIA. Keberhasilan perkebunan kelapa sawit Indonesia
tidak terlepas dari perananan PPKS dalam menyediakan bahan tanaman unggul.

 

Program pemuliaan jangka panjang terarah dan
berkesinambungan dilakukan PPKS untuk memperoleh varietas unggul. Program
pemuliaan yang dilakukan mengikuti prosedur Reciprocal Reccurent selection (
RRS ) dalam eksploitasi sifat-sifat yang di inginkan secara serentak. PPKS
telah merilis 10 varietas pada tahun 1984 – 1985 dan 2002.

 

VARIETAS KELAPA SAWIT
UNGGUL PPKS

 

 *  D x P
Simalungun ( SP 540 T )

 

Asal :

 

 Persilangan F1 antara
tetua Dura Deli dengan tetua Pisifera keturunan SP 540 T ( Lini Murni )

 

Deskripsi :

 

Produksi TBS rata- rata 28,4 ton/ha/tahun dan potensnya
mencapai 33 ton/ha/tahun. Rendemen minyak 26,5%. Kerapatan tanaman 143 pohon /
ha


****************************************
** BERTAMBAH DAN TERUS BERTAMBAH **
****************************************
Jumlah anggota Agromania Business Club (ABC)
terus bertambah dan berkembang terus dengan
sangat cepat. Jangan sampai Anda ketinggalan!
Isi formulir di: http://tiny.cc/formulir
Lihat bukti di: http://tiny.cc/direktori
SMS INFO: 0813-9832-9632
****************************************
GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis


Keunggulan 

 

Produksi CPO rata-ratanya sangat tinggi mencapai 7,53
ton/ha/tahun dan potensinya mencapai 8,7 ton/ha/tahun. Produksi CPO yang tinggi
ini dicapai karena rendemen minyak pertandannya yang mencapai 26,5 %. Mulai
berbuah sangat awal yaitu umur 22 bulan serta pertumbuhannya relatif jagur.

 

*  Dy x P SP 1 ( Dumpy x SP 540 T )

 

Asal :

 

Persilangan F1 antara durra Dumpy dengan pisifera keturunan
SP 540 T.

 

Deskripsi :

 

 Produksi TBS
rata-rata mencapai 25-28 ton/ha/tahun dan potensinya mencapai 32 ton/ha/tahun.
Produksi CPO rata-rata mencapai 6,5 – 7,3 ton/ha/tahun dan potensinya mencapai
7,6 ton/ha/tahun. Rendemen minyak 23-26% produksi minyak inti mencapai 0,49
ton/ha/tahun. Kerapatan tanaman 143 pohon/ha.

 

Keunggulan :

 

Pertumbuhan meninggi yang sangat lambat hanya antara
0,40-055 m / tahun, sehingga memperpanjang masa produksi karena TBS tetap mudah
dipanen meski tanaman telah berumur tua.

 

*  D x P AVROS

 

Asal :

 

Persilangan F1 antara tetua dura Deli dengan tetua pisifera
keturunan SP 540 T ( lini murni )

 

Deskripsi :

 

Produksi TBS rata – rata 24- 27 ton/ha/tahun dan potensinya
mencapai 30 ton/ha/tahun. Produksi minyak inti 0,54 ton/ha/tahun. Kerapatan
tanaman 130 pohon/ha. Pertumbuhan meninggi 0,60-0,80 m/tahun

 

Keunggulan

 

Produksi tandan sangat tinggi, terutama pada awal panen (
quick starter ), ukuran tandannya besar, pertumbuhannya jagur, potensi produksi
CPO relatif tinggi, mencapai 7,8 ton/ha/tahun.

 

*  D x P 
YANGAMBI

 

Asal :

 

Persilangan F1 antara tetua dura Deli dengan pisifera
keturunan tenera Yangambi

 

Deskripsi :

 

Produksi CPO rata –rata 5,8 – 7,3 ton /ha/tahun, rendemen
minyak 23- 26 %. Produksi minyak inti 0.62 ton/ha/tahun. Produksi minya inti
0,62 ton/ha/tahun. Kerapatan tanaman 130 pohon/ha. Pertumbuhan meninggi 0,60 –
0,75 m/tahun.

 

Keunggulan

 

Produksi TBS rata-ratanya sangat tinggi mencapai 25-28 ton
/ha/tahun dan potensinya mencapai 39 ton/ha/tahun. Ukuran tandan yang lebih
besar.

VARIETAS BARU

 

Pusat Penelitian Kelapa Sawit ( PPKS ) sebagai produsen
benih unggul kepala sawit

pertama di Indonesia sejak tahun 1991 telah mendistribusikan
lebih dari 750 juta kecambah kelapa sawit, yang setara dengan 3,7 juta hektar.

 

Pada tahun 2007, PPKS telah melepas dua varietas kelapa
sawit baru : D x P PPKS 540 dan D x P PPKS 718

 

D x P PPKS 540

 

Kandungan
     mesokarp yang sangat tinggi hingga 91,3 %Potensi
     rendemen minyak tertinggi mencapai 30,6 %Potensi
     CPO tertinggi mencapai 9,1 ton/ha/tahun Sangat
     direkomendasikan karena dapat menghasilkan CPO yang lebihn tinggi dengan
     input produksi yang sama

 

 

D x P PPKS 718

 

Rerata
     bobot tandan 50% lebih besar dari varietas lainnyaPotensi
     CPO tertinggi mencapai 8,1 ton/ha/tahunDirekomendasikan karena hanya 
memerlukan 75% dari
     kapasitas permanen untuk mendapatkan kuantitas TBS yang sama.

 

 

 

 

VARIETAS UNGGUL PPKS

 

D x P Marihat

 

1. Potensi
produksi  TBS                   : 31 ton/ha/tahun

2. Produksi TBS
rata-rata                 : 24 – 25
ton/ha/tahun

3. Produksi hasil
(CPO)                     : 7,9
ton/ha/tahun

4. Produksi CPO
rata-rata                 : 6,0 – 6,3
ton/ha/tahun

5. Rendemen minyak                         : 23 – 25%

6. Produksi minyak
inti                      : 0,54
ton/ha/tahun

7. Kerapatan tanaman                       : 143 pohon/ha

8. Pertumbuhan
meninggi                  : 0,60 – 0,70
m/tahun

 

D x P Sungai Pancur

 

1. Potensi
produksi  TBS                   : 30 ton/ha/tahun

2. Produksi TBS
rata-rata                 : 24 – 27
ton/ha/tahun

3. Produksi hasil
(CPO)                     : 7,5
ton/ha/tahun

4. Produksi CPO
rata-rata                 : 6,2 – 6,8
ton/ha/tahun

5. Rendemen minyak                         : 23 – 25%

6. Produksi minyak
inti                      : 0,51
ton/ha/tahun

7. Kerapatan tanaman                       : 143 pohon/ha

8. Pertumbuhan
meninggi                  : 0,65 – 0,85
m/tahun

 

 

D x P Bah Jambi




1. Potensi
produksi  TBS                   : 32 ton/ha/tahun

2. Produksi TBS
rata-rata                 : 22 – 24 ton/ha/tahun


3. Produksi hasil
(CPO)                     : 7,4
ton/ha/tahun

4. Produksi CPO
rata-rata                 : 5,7 – 6,2
ton/ha/tahun

5. Rendemen minyak                         : 23 – 26%

6. Produksi minyak
inti                      : 0,62
ton/ha/tahun

7. Kerapatan tanaman                       : 130 pohon/ha

8. Pertumbuhan
meninggi                  : 0,65 – 0,85
m/tahun

 

D x P Lame

 

1. Potensi
produksi  TBS                   : 36 ton/ha/tahun

2. Produksi TBS
rata-rata                 : 26 – 27
ton/ha/tahun

3. Produksi hasil
(CPO)                     : 7,9
ton/ha/tahun

4. Produksi CPO
rata-rata                 : 5,9 – 7,0
ton/ha/tahun

5. Rendemen minyak                         : 22 – 27%

6. Produksi minyak
inti                      : 0,60
ton/ha/tahun

7. Kerapatan tanaman                       : 143 pohon/ha

8. Pertumbuhan
meninggi                  : 0,55 – 0,70
m/tahun

 

D x P Langkat

 

1. Potensi
produksi  TBS                   : 31 ton/ha/tahun

2. Produksi TBS
rata-rata                 : 27,5
ton/ha/tahun

3. Produksi hasil (CPO)                     : 8,3 ton/ha/tahun

4. Produksi CPO
rata-rata                 : 7,23
ton/ha/tahun

5. Rendemen minyak                         : 26,3 %

6. Produksi minyak
inti                      : n.a

7. Kerapatan tanaman                       : 143 pohon/ha

8. Pertumbuhan
meninggi                  : 0,60 – 0,70
m/tahun

 

 

 

 

 

 

 

PETUNJUK TEKNIS
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

 

Informasi Umum

 

Pastikan
     anda menerima Delivery Order( DO ), Berita Acara Penyerahan Kecambah (
     BAPK ) dan Daftar Persilangan ( D. Persil ) bersamaan dengan penerimaan
     kecambahPastikan
     segel pada kemasan kecambah anda dan pastikan dalam kondisi baik

 

Kemasan

 

Kecambah
     dikemas dalam kantong plastic , kemudian di masukkan dalam peti isolasi
     yang kokoh dalam berbagai ukuranKecambah
     dalam kantong plastic berlogo dilengkapi dengan indentitas dan diikat
     dengan segel pengaman

 

Kultur Teknis Kecambah

 

Kecambah
     harus dalam keadaan sejuk, lembab, dan terhindar dari matahari langsung
     sampai saat penanaman Kecambah
     harus ditanam sesegera mungkin setelah pengambilan dari PPKS dan tidak
     disimpan lebih dari 5 hariKecambah
     dapat disimpan dalam ruangan dengan suhu 22 – 24 derajat CelciusPeriksa
     jumlah dan jenis persilangan yang terdapat pada D.Persil dengan label

 

Teknis Umum
Pembibitan :

 

Polybag

 

Polybag
     bewarna hitam dan tahan lapukUkuran
     polybag pembibitan awal : 22 x 14 cm tebal 0,07 mm, dengan memiliki lubang
     untuk rongga udara Ukuran
     polybag pembibitan utama : 50 x 40 cm, tebal 0,2 mm, dan memiliki lubang
     rongga udara Polybag
     di isi dengan tanah sampai 2 cm dari permukaan polybag dan dipadatkan .

 

Tanah

 

Media
     tanam adalah tanah top soil gembur, tanah yang kurang gembur dapat
     dicampur dengan pasir ( 3 : 1 ) Tanah
     sebaiknya diayak terlebih dahulu agar terhindar dari kotoran , dan
     menghindari gumpalan2 tanah.Campurkan
     Pupun ( 500 gram  Sp 36 / 10 liter
     air ) pada setiap 1 m3 tanah isian sebelum di isi ke polybag kemudian
     diamkan selama 1 bulan sebelum ditanam kecambah








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke