POSO- Keunggulan spesis sidat (sogili) di Danau Poso menarik perhatian negara luar. Sebagai buktinya, sekarang Jepang sedang melakukan penelitian ekologi, reproduksi dan pola migrasi ikan sidat tropis di teluk Tomini dan Laut Sulawesi utamanya di perairan laut Kabupaten Poso. Penelitian Jepang-LIPI akan berlangsung selama dua hari kedepan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Poso, Moh Arief Latjuba SE MSi, mengatakan, dalam melakukan penelitiannya, Jepang menggandeang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kapal Hakuho-Maru berbobot empat ton dan panjang 130 meter. "Di laut Poso, Jepang melakukan penelitian terhadap sidat danau Poso yang berpindah kelaut. Jepang memang sangat tertarik dengan sepsis sidat Danau Poso yang memang telah menjadi ikon di Sulteng,"jelas Kadis yang akrab disapa Arief ini dikantornya, kemarin (12/3). STOP PRESS!! =============================================== *PELATIHAN LENGKAP BUDIDAYA DAN BISNIS SIDAT!* =============================================== Agromania bekerja sama dengan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya tanggal 28-29 Maret 2010 akan Mengadakan pelatihan lengkap Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat. Pelatihan juga akan diisi dengan praktek di pusat budidaya ikan sidat. Pelatihan akan diisi para ahli serta pelaku langsung budidaya dan bisnis sidat paling bonafide. Untuk menjamin kesediaan tempat, segera daftar dari sekarang di http://tiny.cc/sidat Dapatkan CD dan 2 DVD Budidaya Ikan Sidat. =============================================== Menurut Arief, ada enam jenis sepsis sidat didanau Poso. Namun dari enam jenis sidat itu baru tiga sepsis sidat yang sudah diberi nama. Sementara tiga sepsis lain belum bernama, karena jenisnya baru ditemukan peneliti LIPI. Spesis sidat Danau Poso yang sudah memiliki nama dan dikenal luas masyarakat itu adalah sidat jenis aungilia marmorata, aungila selebesensis, dan bicolor. "Dari enam jenis sidat danau Poso ini, yang paling menjanjikan untuk pasar dunia adalah jenis sidat aungilia mamorata,"ujar Arief. Selain karena kualitas dan populasinya yang tinggi, besarnya prospek bisnis jenis sidat aungila mamorata dipasar dunia internasional juga dikarenakan jenis sidat ini sudah dikenal luas masyarakat dunia. Bahkan konon Jepang menjadi salah satu Negara yang penduduknya gemar mengonsumsi sidat Danau Poso jenis aungilia mamorata. Masih kata Arief, potensi sepsis ikan dan sidat di Danau Poso memang sangat potensial. Bukan hanya bagi kebutuhan pasar local, regional, dan nasional, tapi juga bagi pasar internasional. Sebab itu kata dia, Dinas Perikanan dan Kelautan Poso yang kini dipimpinnya tersebut akan terus melakukan pengembangan budidaya terhadap sepsis ikan dan sidat yang ada didanau Poso. (bud) SUMBER: Radar Sulteng Sabtu, 13 Maret 2010

