Sidat (Anguilla spp), merupakan komoditas perikanan ini belum banyak dikenal 
orang. Padahal, hewan yang mirip dengan belut ini memiliki potensi luar biasa 
sebagai komoditas dalam negeri maupun ekspor. Saat ini, permintaan ekspor sidat 
terus meningkat. Harga jualnya juga mencengangkan. Ikan sidat merupakan salah 
satu jenis ikan yang laku di pasar internasional (Jepang, Hongkong, Belanda, 
Jerman, Italia dan beberapa negara lain), dengan demikian ikan ini memiliki 
potensi sebagai komoditas ekspor. Di Indonesia sendiri, sumberdaya benih cukup 
berlimpah. Setidaknya, terdapat empat jenis sidat, yaitu Anguilla bicolor, 
Anguilla marmorata, Anguilla nebulosa, dan Anguilla celebesensis.

Secara kasat mata, ikan sidat memiliki bentuk yang menyerupai belut. Secara 
fisik belut memiliki bentuk kepala lancip dan bulat, sedangkan ikan sidat ini 
mempunyai bentuk kepala segitiga, badan berbintik-bintik, dan ekor yang mirip 
ekor lele. Sidat juga bukan belut berkuping. Karena, yang selama ini dianggap 
telinga, sebenarnya adalah sirip. Dilihat dari ukurannya, panjang tubuh belut 
akan mentok di kisaran 60 cm. Sedangkan panjang sidat berkisar 80 cm−125 
cm. Bobot terberat binatang ini juga bisa menyentuh angka 1 kg. Bahkan, di 
Pulau Enggano, Propinsi Bengkulu pernah ditemukan ikan sidat dengan berat 
sampai 10 kg.

STOP PRESS!!
===============================================
*PELATIHAN LENGKAP BUDIDAYA DAN BISNIS SIDAT!*
*******BAWA 3 ORANG, GRATIS 1 ORANG*******
===============================================
Agromania bekerja sama dengan Direktorat Jendral
Perikanan Budidaya, tanggal 28-29 Maret 2010 akan
mengadakan pelatihan lengkap Budidaya dan Bisnis
Ikan Sidat. Pelatihan juga akan diisi dengan praktek
di pusat budidaya ikan sidat. Pelatihan diisi para
ahli serta pelaku langsung budidaya dan bisnis sidat
paling bonafide. Untuk menjamin kesediaan tempat,
segera daftar dari sekarang di http://tiny.cc/sidat
Dapatkan CD dan 2 DVD Budidaya Ikan Sidat.
INFO: 0217199660 / 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS)
===============================================

Selain memiliki pasar ekspor yang potensial, ikan sidat sendiri memiliki 
kandungan vitamin yang tinggi. Hati ikan sidat memiliki 15.000 IU/100 gram 
kandungan vitamin A. Lebih tinggi dari kandungan vitamin A mentega yang hanya 
mencapai 1.900 IU/100 gram. Bahkan kandungan DHA ikan sidat 1.337 mg/100 gram 
mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat 820 mg/100 gram atau tenggiri 748 
mg/100 gram. Sementara kandungan EPA ikan sidat mencapai 742 mg/100 gram, jauh 
di atas ikan salmon yang hanya 492 mg/100 gram dan tenggiri yang hanya 409 
mg/100 gram. Dengan fakta seperti itu, maka membudidayakan ikan sidat selain 
mempunyai potensi pasar yang menjanjikan juga bisa memberikan jaminan gizi 
kepada orang yang mengkonsumsinya.
Namun, saat ini di Indonesia sumberdaya ikan sidat belum begitu banyak 
dimanfaatkan seperti halnya di Jepang ataupun Negara Eropa lainnya. Padahal di 
berbagai wilayah di Indonesia ukuran benih maupun ukuran konsumsi ikan ini 
jumlahnya cukup melimpah. Tingkat pemanfaatan ikan sidat secara lokal juga 
masih sangat rendah, akibat belum banyak dikenalnya ikan ini, sehingga 
kebanyakan penduduk Indonesia belum familiar untuk mengkonsumsi ikan sidat. 
Demikian pula pemanfaatan ikan sidat untuk tujuan ekspor masih sangat terbatas.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membudidayakan ikan sidat antara 
lain:
a. Suhu. Pada pemeliharaan benih Ikan Sidat lokal, A. bicolor bicolor, suhu 
terbaik untuk memacu pertumbuhan adalah 29°C.

b. Salinitas. Pada pemeliharaan Ikan Sidat lokal,  A. bicolor bicolor (elver), 
salinitas yang dapat memberikan pertumbuhan yang baik adalah 6 – 7 ppt.

c. Oksigen Terlarut. Kandungan oksigen minimal yang dapat ditolelir oleh Ikan 
Sidat berkisar antara 0,5 – 2,5 ppm.

d. pH. pH optimal untuk pertumbuhan Ikan Sidat adalah 7 – 8.

e. Amonia (N H3- N) dan Nitrit (NO2-N). Pada konsentrasi amonia 20 ppm sebagian 
Ikan Sidat yang dipelihara mengalami methemoglobinemie dan pada konsentrasi 30 
– 40 ppm seluruh Ikan Sidat mengalami methemoglobinemie.

f. Kebutuhan nutrient. Seperti halnya jenis ikan-ikan lain, Ikan Sidat 
membutuhkan zat gizi berupa protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. 
Kadar protein pakan optimal adalah 45% untuk ikan bestir (juvenil) dan sekitar 
50% untuk ikan kecil (fingerling). Diolah dari berbagai sumber

SUMBER: bisnisukm.com

===============================================
*PELATIHAN LENGKAP BUDIDAYA DAN BISNIS SIDAT!*
SEGERA DAFTAR SEKARANG DI http://tiny.cc/sidat
===============================================



Kirim email ke