Ikan sidat yang banyak terdapat di sungai, muara, dan laut Bengkulu memiliki 
kualitas ekspor yang hingga kini belum dimanfaatkan, kata Kepala Dinas Kelautan 
dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Maman Hermawan.
     
"Kita memiliki potensi ikan sidat yang sangat besar, namun selama ini belum 
dimanfaatkan," katanya di Bengkulu, Sabtu.
     
Informasi dari nelayan setempat, mereka bisa menangkap sidat sebanyak 60 ton 
per minggu, jika sedang musim bertelur, saat ikan itu berada di laut. Sidat 
merupakan ikan berbadan panjang, sejenis belut namun memiliki kuping, bisa 
hidup di laut dan air tawar.
     
Habitat asli ikan tesebut berada di sungai dan muara, namun ketika akan 
bertelur turun ke laut yang paling dalam. Setelah menetas, anak sidat akan 
kembali naik ke sungai dan muara sampai besar.

STOP PRESS!!
===============================================
*PELATIHAN LENGKAP BUDIDAYA DAN BISNIS SIDAT!*
===============================================
Agromania bekerja sama dengan Direktorat Jendral
Perikanan Budidaya tanggal 28-29 Maret 2010 akan
Mengadakan pelatihan lengkap Budidaya dan Bisnis
Ikan Sidat. Pelatihan juga akan diisi dengan praktek
di pusat budidaya ikan sidat. Pelatihan akan diisi para
ahli serta pelaku langsung budidaya dan bisnis sidat
paling bonafide. Untuk menjamin kesediaan tempat,
segera daftar dari sekarang di http://tiny.cc/sidat
Dapatkan CD dan 2 DVD Budidaya Ikan Sidat.
===============================================

Selama ini, sidat hasil tangkapan nelayan hanya dioleh menjadi ikan asin dan 
dijual di sekitar Provinsi Bengkulu. Padahal itu, merupakan salah satu 
komiditas ekspor dan banyak diminati terutama pasar di Jepang.
     
"Saya sedang menginventarisasi berapa banyak sidat hasil tangkapan nelayan, 
rencananya kita akan mengupayakan agar bisa diekspor terutama ke Jepang," 
katanya.
     
Untuk tempat bertelur, kata dia, kebanyakan di wilayah perairan Enggano, yang 
memang lautnya sangat dalam, namun habibat ketika tidak sedang bertelur berada 
di hampir seluruh sungai dan muara yang ada di Provinsi Bengkulu.
     
"Di Bengkulu banyak sungai besar yang bermuara ke laut, sehingga ikan sidat 
pada saat musim bertelur turun ke laut," katanya.
     
Mengenai budidaya sidat, menurut dia, hingga kini di Indonesia belum ada yang 
membudidayakan ikan itu. Yang ada hanya pembesaran yang berlokasi di Karawang, 
Jawa Barat.
     
"Belum ada budidaya, yang ada hanya pembesaran, yakni mengambil bibit sidat 
dari laut kemudian dibesarkan di penangkaran," katanya.
     
Maman juga memprogramkan untuk membangun tempat pembesaran ikan sidat di 
Bengkulu. Terkait dengan rencanan itu pihaknya telah melakukan studi banding ke 
Karawang.
     
"Saya juga akan membawa contoh ikan sidat ke Departemen Kelautan dan Perikanan, 
sekalian mengusulkan agar pusat membangun tempat pembersaran ikan tersebut di 
Bengkulu," katanya.

SUMBER: Kompas.com
Sabtu, 15 November 2008 | 16:25 WIB

===============================================
*PELATIHAN LENGKAP BUDIDAYA DAN BISNIS SIDAT!*
SEGERA DAFTAR SEKARANG DI http://tiny.cc/sidat
===============================================



Kirim email ke