Salam mbah.kalau ditanya prospek, tentunya ya, karena hanya negara yg punya tanaman sawit bisa dihitung dengan jari, sementara produk turunan sawit semakin hari semakin banyak,tak cuma cpo, kernel, abu janjang, arang cangkang, pelepah, dan sawit sudah dicadangkan sebagai bahan baku solar saat cadangan solar bumi habis/menipis. kalau mau main sawit bisa dengan satu kavling dulu ( 2 hektar ).kalau di tempat saya, beli tanah, beli bibit, dan pengerjaanya diupahkan pada org lain biaya totalnya kira-kira rp.65 jt.berbuah normal rata-rata usia 3,5 tahun.kalau beli yang sudah langsung panen ( usia diatas 9 tahun), memang mahal, sekarang pasarannya 180 jt/kavling.Jd penanam baik, jadi pengumpul jg baik.tapi untuk jadi pengumpul itu butuh trik dan ilmu tersendiri, perlu mengenali kualitas buah segar (tbs) dgn jitu,penghitungan rendemen,penyusutan, pemantauan harga antar pabrik, jarak antara tempat pengumpulan dan pabrik pengolah, dstnya.kalau berminat main sawit, boleh datang lah ke tempat saya, lihat dan dengar langsung dari pekebun, pengepul dan pengelola pabrik.maturnuwun, salam.semoga bermanfaat.
--------------------------------------- Direktori Perkebunan Indonesia: http://tiny.cc/direktori --------------------------------------- --- Pada Kam, 25/3/10, Mbah Bejo <[email protected]> menulis: Dari: Mbah Bejo <[email protected]> Judul: [agromania] [ask] ttg kelapa sawit Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 25 Maret, 2010, 3:42 AM Halo temen2x. Pengen minta pendapat temen2x yg uda lebih banyak pengalaman. Menurut temen2x, propek budidaya kelapa sawit di Indonesia apa masih cukup prospektif ya? Kira2x kalo kita pertama kali mau "bermain" di bidang ini, apa modal nya harus ratusan milyar? Jauh lebih baik mana, penanam atau pengumpul? Terima kasih atas jawabannya.

