Bu ririn, Pada milist ini kita dapat berbagi informasi. Kasus minamata sebagai contoh nyata rusaknya DNA manusia. Sekarang produk GMO yang juga dapat merusak DNA kita. Ini perlu diwaspadai, apakah itu benih jagung, kedele, sayur, buah dsb. Walaupun yang makan adalah ternak, tetapi selanjutnya kita yang makan ternak, akan terkena juga. Banyaknya kasus kanker di satu daerah di pulau jawa mungkin karena ketidak mengertian mereka akan produk pertanian seperti ini.
Ini saya postingkan lagi info yang saya dapat dari pak Moning. Inilah publikasi tentang wacana-wacana pertanian di Indonesia ini tidak terbuka terhadap public. Ini kerjaannya DEPTAN yang seharusnya mencerdaskan petani tapi de-facto membodohi pertani, untuk lebih jelasnya, silahkan klik resensi tentang buku saya yang diterbitkan di Jerman September 2008, resensinya dalam bahasa Indonesia: http://www.ruangbac a.com/ruangbaca/ ?doky=MjAwOQ= =&dokm=MDY=&dokd=MjY=&dig=YXJjaGl2ZXM=&on=VUxT&uniq=ODk3 Sila klik link di atas tadi. Tentang tanaman atau produk Transgenik yang pernah masuk ke Indonesia yang saya tahu adalah Jagung dan Kapas BT produk Monsanto, Monsanto juga memproduksi Jagung dan Kedelai HT (herbicide tolerance) terhadap produk herbisida mereka sendiri yaitu Round up. Dari penelitian saya di dunia ini ada minimal 3 perusahaan GMO atau Transgenic yang harus sangat diwaspadai: 1. Monsanto 2. Syngenta 3. Novartis Ketiga perusahaan ini hadir di Indonesia, maka kesimpulan SEMENTARA saya adalah bahwa SUDAH banyak produk GMO yang sudah masuk Indonesia dan tidak mustahil sudah kita konsumsi dengan nyamannya tanpa kita ketahui. Seperti Mangga Afrika yang dinikmati oleh Pak Fahrizal kurang lebih seperti itulah setting situasinya. Pernah dengar padi dari Swiss, kalau tak salah ini negaranya Novartis, di tanam di Gorontalo, mampu menghasilkan 12 TON, dan saya pikir ini padi TAHAN WERENG luar biasa. Analisa saya sementara bahwa Padi ini adalah Trangenik dengan Beuvaria Bassiana, yang adalah jamur Pembunuh Wereng (Nilarvata lugens) dan jenis serangga sejenis wereng seperti walang sangit dllsb. Sayang sekali informasi ini tidak dibuka secara jernih kepada petani dan publik. Tapi terus terang untuk fakta detailnya, harus dibuat study investigasi dan ini tugas wartawan, karena mereka yang paling tepat untuk melakukan tugas ini. Sementara begitu dulu Bung Hadi, semoga mencerahkan. Salam, Elias -- Dr. Elias Tana Moning, BA Phil, M. Agr., Ed. D. Outreach International Bioenergy New email address: emoning2000@ gmail.com Location: Jakarta, Indonesia Local time: GMT + 7 hours Skype: emoning YM: emoning2000 ________________________________ From: Ririn Ajah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, April 16, 2010 11:12:39 PM Subject: Bls: Bls: [agromania] wortel import salam kenal, saya tertarik dengan email anda, karena mungkin berkaitan dengan wortel import. mungkin tak ada salahnya, berbagi informasi terhadap produk yang membahayakan kesehatan, khususnya sayur terimakasih. salam ririn ------------ --------- --------- --------- -- BURSA JUAL-BELI AGROMANIA Isi Formulir di: http://tiny. cc/bursa SMS INFO: 0813-9832-9632 ------------ --------- --------- --------- -- GABUNG DI MILIS: http://tiny. cc/milis ____________ _________ _________ __ Dari: armen armen <armen_...@yahoo. com> Kepada: agroma...@yahoogrou ps.com Cc: agronursery@ yahoo.com Terkirim: Jum, 16 April, 2010 08:41:04 Judul: Re: Bls: [agromania] wortel import Bisa tahan lebih 2 hari? Itu perlu diwaspadai pak. Karena bahan yang gak gampang basi, sebaiknya jangan dimasukkan ke dalam pencernaan kita. Dan kita saat ini juga lagi bicara masalah produk GMO dengan pak moning. Kita akan tahu banyak tentang produk hebat tapi membahayakan kesehatan. Silakan diikuti. Armen [Non-text portions of this message have been removed]

