Salam agromania Pak moderator mohon ijin share dan uneg-uneg nih . Tanpa bermaksud mendiskreditkan atau apa, tapi untuk kemajuan dan kebaikan bersama.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk Pak Dede Warno dan Bu Junika untuk kerjasamanya selama ini. Semoga dengan uneg-uneg saya ini bisa menjadi masukan dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Awalnya dari satu bulan yang lalu saat saya mencari benih tomat marta, dan pak Dede menghubungi saya, setelah terjadi kontak via sms dan terjadi deal, maka saya transfer dana untuk pembelian 50 pack benih dimaksud. Seharusnya dana saya transfer tgl 25 Maret 2010, tapi dana saya transfer Jumat malam jam 20.00 tgl 26 Maret 2010. Namun karena dana saya terlambat masuk, benih yang tadinya sudah disiapkan untuk segera dikirim, dijual kepada konsumen lain yang dating ke nursery (untuk ini saya memakluminya, dan mungkin juga karena kurang koordinasi antara bagian marketing dan pendistribusian hingga barang diberikan kepada orang lain). Karena Paginya hari Sabtu nursery libur, dan bu Junika yang menghandle benih sedang keluar kota menghadiri acara keluarga, pesanan saya di Follow up hari senin. Senin pagi saya ditelpon Bu junika yang menginformasikan bahwa barang sudah tidak ada dan paling lambat hari Rabu tanggal 31 Maret baru tersedia. Setelah saya komunikasi dengan user saya, mereka mengatakan tidak apa-apa, jadinya saya memutuskan menunggu dan Hari kamis akan menerima barang tersebut yang akan dikirim. Namun siangnya, beliau juga menanyakan, bahwa yang ukuran saya minta 10 gram tidak ada, yang ada ukuran 5 gram. Saya hanya memberikan pilihan ukuran 10 gram atau nggak usah, dan dari bu junika menyampaikan akan disuahakan. Selasa Pagi tanggal 30 Maret, beliau sms lagi dan menanyakan apakah mau dikirim yang sudah expiry, tapi menurut pabrik masih bisa disemai 1 tahun dari tanggal expiry, saya juga mengatakan nggak usah. Siangnya saya sms ke beliau, kalau memang tidak ada ya sudah gak papa, saya tunggu sampai Rabu siang jam 12, kalau confirm tidak bisa mengirim, dana saya mohon dikembalika saja. Selasa sore dikonfirmasi ada dan akan dikirim Rabu Sore lewat TIKI. Rabu siang saya sms untuk mengingatkan saja seandainya tidak bisa karena hari kamis hari terakhir long week end (jumat libur nasional). Sorenya dijawab barang sudah dikirim ke salatiga, tanpa ada konfirmasi berapa barang yang dikirim berapa. Sampai Kamis malam tidak ada komunikasi lagi, karena saya mengganggap barang sudah terkirim (saya check sesuai resi yang saya terima). Kamis malam, penerima barang sms ke saya, kok barang hanya ada 25 pak,. wah jujur saya langsung panic. karena tidak ada pemberitahuan apa-apa dari Bu Junika. Saya langsung sms menanyakan hal itu, dan mohon sisa dana ditransfer saja malam itu karena paginya saya akan ke luar kota. Dan beliau jawab kemarin sudah sms saya menyampaikan hal itu tapi sms pending dan tidak sadar kalau itu tidak sampai ke saya. Oke, saya memakluminya. saya cuman menegaskan mohon dana ditansfer kembali, tapi rupanya beliau sudah ada kontak dengan kaka saya di salatiga (bu ana) re benih tadi yang intinya karena kaka saya mau menunggu lagi dan akan diberikan info senin pagi, seandainya tidak ada dana akan dikembalikan. Senin pagi 5 April,ada sms dari bu Ana yang menyampaikan akan dikirim hari ini 7 pack (5 april),dan 18 pack 2 hari lagi (7 April). Saya hanya menunggu dan saya anggap komunikasi langsung dengan bu Ana, barang sampai rabu petang, karena baru dikirim selasa. Tapi yang dikirim juga hanya 5 pack. Waktu saya konfirmasi lagi, menurut bu junika karena direpack lagi jadinya mundur, saya juga hanya mengiyakan dan mohon segera dikirim. Hari jumat (9 April) saya mengingatkan kembali untuk mengirimnya, kalau tidak bisa dana mohon segera ditransfer. Karena saya juga koordinasi dengan pak Dede Juga, beliau menjawab seandainya tidak bisa terkirim, dana akan dikembalikan dan akan menalanginya dahulu dari beliau pribadi (untuk itu saya berterima kasih untuk niat baik beliau dan I am really really appreciate it). Namun sore pak dede sms dan menyampaikan confirm barang sudah dikirim jumat sore. Saya merasa tenang tapi seperti biasa saya menanykan bukti resi pengiriman. Baru ada sms jawaban dari Bu Junika hari Minggu kalau barang dikirim via Kantor pos karena kurir datang terlambat ke ekspedisi yang sudah tutup lebih awal dari biasanya. Senin pagi (12 April) bu junika mengingfokan dia dalam perjalan ke kantor nanti akan diinfokan kalau sudah ketemu kurir no resi yang saya minta. Siang belum ada sms balik, saya coba telpon bu junika, dan bu junika mohon maaf tidak diangkat karena ada dalam lab mengikuti Kultur Jaringan. Sampai selasa pagi saya tidak ada info resi, saya sms ke Bu Junika dan saya sampaikan, karena tidak ada no resi masuk maka saya anggap benih belum dikirim. Dan ada jawaban dari bu junika yang memohon maaf,kalau benih belum dikirim yang dikirim ke slatiga kemarin buat konsumen lain yang pesen benih tomat juga. Oke, kembali saya memaklumi dan untuk ksekian kalinya saya mohon dicancel pesanan saya dan kirim kembali dana saya. Bu junika menyampaikan menunggu kembalian dari distributor, saya memang tahu prosedurnya gitu, tapi saya sampaikan niatan pak dede waktu itu untuk menalanginya dulu. Jumat Pagi (16 April), Bu junika menginfokan akan mengembalikan 2 tahap hari itu Jumat tanggal 16 April dan Senin tanggal 19 April. Sampai sekarang 2 transferan belum saya terima (sebenarnya saya kasih batas waktu sampai jam 10 pagi tanggal 20 April kemarin, tapi saya coba tunggu sampai pukul 05.00 tanggal 21 April belum masuk), untuk itu sekedar sharing. Mohon maaf pak dede kalau saya harus menyampaikan ini, kok jadi kelihatan kurang professional (saya tidak menunjuk Bu Junika langsung), tapi meberi konfirmasi ke konsumen tanpa cek dua, padahal konsumen sudah menunggu, baik pengiriman benih dan pengembalian dana. Bu Junika sudah memohon maaf kemarin atas segala keterlambatan dan kelalaian beliau, tapi jangan karena kelalaian beliau konsumen yang harus menunggu. Kalau memang ada kesalahan kirim distributor kita juga harus complain, jangan kita ambil kesimpulan sendiri itu juga tidak menyelesaikan masalah. Bagaimana orang lain tahu dia berbuat salah kalau tidak kita complain/tegur, karena dia akan berpikiran semaunya baik-baik saja padahal di lapangan berbeda. Kita tidak bisa maju kalau kita menganut budaya permisif , ada kesalahan kita tolerir, iya kalau sekali terus instropeksi tapi kalau berkelanjutan dan terakumulasi akan fatal buat diri kita dan orang lain juga. Oh ya, pak dede dan bu junika maaf kalau saya juga menanyakan bukti transfer beda bank itu, satu kalau kliring biasanya sekarang juga sudah cepet kok, kedua. bagaimana saya tidak berburuk sangka jika kenyataannya ibu selalu mengkonfirmasikan sesuatu tapi nyatanya beda. Itu saj aseikit uneg-uneg dari saya, mohon maaf untuk rekan-rekan agromania dan moderator kalau cerita saya terlalu panjang, takut kalau saya cerita tidak kronologis, salah persepsi malah jadi berkepanjangan. Intinya, kalau kita ingin maju kita harus tahu diri kita dan menigkatkan pelayanan, Pembeli adalah raja. Jangan menjadikan kelalaian kita jadi senjata untuk dikasihani dan mengakibatkan fatal untuk orang lain. Mohon maaf kalau ada kalimat saya yang kurang berkenan, Sekian dan terima kasih Hormat saya Fery Hasto U N D A N G A N ========> ********** <======== Temu Pelaku Bisnis Jamur Konsumsi 2010 Cara Pasti dan Sukses Berbisnis Jamur Minggu, 25 April 2010 (Pkl.09.30 s/d Selesai) Tempat Terbatas, Daftar Sekarang Juga di: http://tiny.cc/acaramania SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 ========> ********** <======== |a|g|r|o|m|a|n|i|a Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000 GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis

