Kadar flavonoid dalam pigmennya berlipat lima 
kali lipat dibandingkan beras biasa. Diabetes, darah tinggi, kanker, 
anemia, dan asam urat pun dapat ditanggulangi beras ini. 
Dalam sejarah, mengonsumsi beras hitam adalah tabu 
bagi rakyat biasa. Keberadaannya hanya di piring bangsawan kerajan atau 
sebagai pelengkap ritual adat. Bukan hanya di nusantara hal tersebut 
berlaku, Kekaisaran China juga memberlakukan ketentuan serupa. 
Usut 
punya usut, beras hitam ternyata istimewa, dapat mengatasi dan mencegah 
banyak keluhan. Warna ungu kehitaman beras ini berasal dari sumber 
antosianin, suatu zat turunan polifenol berkemampuan antioksidan, yang 
dikandungnya. Ditambah kadar flavonoid yang besar menjadikannya unggul 
dalam mencegah pengerasan pembuluh nadi dan asam urat. 
Hasil 
analisis Laboratorium Pangan dan Gizi Pusat Antar Universitas (PAU) UGM 
menunjukkan....PENASARAN...klik aja link dibawah ini:
http://hasil-indonesia.blogspot.com/2010/05/beras-hitam-si-lumbung-antioksidan.html
-----------------------------------------
BURSA JUAL-BELI AGROMANIA
Isi Formulir di: http://tiny.cc/bursa
SMS INFO: 0813-9832-9632 
-----------------------------------------
GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis

Kirim email ke