Metrotvnews.com, Karawang: Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani
Sri Pohaci di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dipastikan
akan memanen padi berlimpah hingga 9-11 ton per hektare. Mereka berhasil
mengembangkan penggunaan pupuk hayati.

Hal tersebut sesuai hasil ubinan atau hitungan angka produksi padi saat
panen raya para petani Kelompok Tani Sri Pohaci dengan Kepala Dinas
Pertanian dan Kehutanan Karawang, Nachrowi M Nur, di Desa Cikangkung Timur,
Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Jumat (9/4).

"Sesuai dengan ubinan yang kami lakukan, produksi padinya mencapai 11,733
ton per hektare," kata Ketua Kelompok Tani Sri Pohaci Ambran.

Dikatakannya, hasil ubinan padi yang dilakukan hingga mencapai 11,733 ton
per hektare tersebut cukup melimpah dibandingkan dengan produksi padi tanpa
menggunakan pupuk hayati, yang umumnya hanya mencapai 6,613 ton padi per
hektare.

Menurut dia, selisih produksi padi saat melakukan ubinan itu dirasakan
setelah para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sri Pohaci
menggunakan pupuk hayati bernama Petro Bio. Setelah melakukan penanaman padi
pada 8 Januari, baru pada Jumat ini dilakukan panen raya dengan hasil ubinan
11,733 ton per hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Karawang, Nachrowi M Nur, mengatakan,
hasil ubinan yang mencapai 11,733 ton padi per hektare itu cukup fantastis.
Karena itu, teknologi yang diterapkan Kelompok Tani Sri Pohaci tersebut
perlu disosialisasikan lebih lanjut kepada para kelompok tani lainnya.

"Keberhasilan ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat petani lainnya,
agar produksi padi di Karawang terus mengalami perkembangan. Sehingga,
target produksi padi per tahun bisa dicapai dengan mudah," kata Nachrowi.

Sementara itu, Subarjono, petugas lapangan PT Petrokimia Kayaku (perusahaan
yang memproduksi Petro Bio), mengatakan, penggunaan pupuk hayati, Petro Bio,
cukup bermanfaat untuk menghilangkan kebiasaan para petani di Karawang yang
menggunakan pupuk kimia secara berlebihan.

Di antara manfaat menggunakan Petro Bio ialah bisa meningkatkan produksi
padi, meningkatkan kesuburan tanah secara alami, merangsang perkembangan dan
perumbuhan akar, mempercepat masa panen, serta tidak meracuni tanaman dan
tidak mencemari lingkungan.

"Untuk areal padi seluas satu hektar, penggunaan Petro Bio ini hanya 30
kilogram. Panennya lebih cepat lima sampai tujuh hari dibandingkan dengan
menggunakan pupuk kimia," katanya.

eric - 0819337033xx

-----------------------------------------
Cara Mudah dan Cepat  Bergabung di:
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
Isi Form di http://tiny.cc/formulir
-----------------------------------------
MILIS: http://tiny.cc/milis

Kirim email ke