Salah satu kuwajiban Perguruan Tinggi adalah Pengabdian Kepada Masyarakat, 
dimana diaplikasikan melalui penerapan hasil2 penelitian, penemuan2 inovatif 
untuk pemberdayaan masyarakat/petani yang selama ini selalu dijadikan "sasaran" 
(sebagai pihak yang lemah, karena keterbatasan pengetahuan dan dana), bukan 
sebagai "pemain" (yang mandiri/berdikari di atas segala keterbatasannya 
tersebut).
Banyak penemuan2 teknologi pertanian (bibit, pupuk) yang dihasilkan oleh 
pakar-pakar perguruan tinggi dengan latar belakang pendidikan S1, S2, S3 dengan 
dalih untuk kemanfaatan para petani, namun kenyataannya, ujung2nya petani harus 
membayar mahal atas semua penemuan2 tersebut untuk mengaplikasikannya di 
lapangan. 
Hal ini terulang kembali pada penemuan teknologi pengolahan tepung mocal/mocaf, 
dimana banyak dari metoda2 tersebut "disosialisasikan" sebagai penemuan yang 
terbaik, termaju, termodern, karena menggunakan "bahan-bahan" yang menurut 
"penalaran" para petani dan orang awam masih asing. Penggunaan apa yang disebut 
: starter, biakan, enzim, bioaktivator, starbio, pemacu fermentasi dan istilah2 
"modern"lainnya pada pembuatan tepung mocal, yang pada intinya adalah : 
"mikroba alami" yang banyak tersedia di sekitar kita, dimana oleh Sang Pencipta 
diciptakan untuk bisa digunakan dan dimanfaatkan secara "bebas dan gratis" oleh 
siapapun. Jadi penemuan2 tersebut sebetulnya bisa dibaratkan seperti orang 
mengambil sebatang kayu dari sebuah pohon, kemudian kayu tersebut di bersihkan, 
diraut, diamplas, lalu jadilah sebatang kayu yang mulus, yang bisa dipakai 
sebagai tongkat berjalan. Jadi apapun bentuknya, tetap saja itu adalah 
"sebatang kayu". Apa bedanya kita
 menggunakan kayu yang masih alami, dengan kayu yang sudah diraut, diamplas? 
Fungsinya sama, hanya untuk menggunakan kayu yang sudah diraut, kita perlu 
harus merogoh kocek, untuk bayar. Apakah semua orang mampu bayar? Belum tentu 
pula kayu dari daerah A (walaupun sudah diraut & diamplas) akan cocok digunakan 
untuk di daerah B yang lingkungannya berbeda. Lebih baik ambil kayu alami di 
daerah masing2 yang tentu akan cocok digunakan didaerahnya.

Kesimpulannya, untuk apa kita perlu susah2 dan harus keluar biaya banyak untuk 
mengolah singkong menjadi tepung mocal/mokaf, sementara alam menyediakan 
"bahannya" secara gratis? Toh secara kualitas hasil tepungnya sama? Bahkan bisa 
lebih baik. Percuma saja anda menemukan metoda2 baru yang modern, Up to date, 
tetapi ujung2nya para petani yang akan memanfaatkanya harus keluar modal banyak 
untuk menerapkan/mengaplikasikan metoda tersebut bagi dirinya? Keluhan2 itu 
sudah banyak dilontarkan para petani di lapangan.

Bapak Moh. Dahlan dan teman2 agromaniak, marilah kita bulatkan tekad untuk 
bersama-sama "memajukan" dan "mengangkat derajat" petani Indonesia dengan 
penemuan2 kita, jangan jadikan petani kita hanya sebagai obyek penderita.. 
biarkan mereka berkembang dan berdikari, untuk bisa ikut menikmati anugrah dari 
alam yang menjadi habitatnya selama ini. Sekecil apapun penemuan kita, selama 
itu bisa dimanfaatkan oleh orang lain dengan mudah dan bebas, akan lebih 
bermakna.

Bagi teman2 agromaniak yang menginginkan untuk "mampu" dan "bisa" mengolah 
singkong menjadi tepung mokal/mocaf secara alami, murah, mudah, masih ada 
kesempatan untuk mengikuti Pelatihan/Kursus Pembuatan tepung mocal dan mie 
mocal 100% (+bonus pembuatan stik & pizza mocal) yang diselenggarakan oleh 
BKPA-USM dalam rangka Dies Natalis USM 2010 dengan biaya "khusus" yang 
terjangkau...tanpa harus merogoh kocek dalam2... kita tunggu pendaftaran sampai 
tgl 9 Juli 2010, silahkan kontak : Adi-BKPA-USM (0815750750xx)

Mulailah usaha anda di bidang tepung mocal dengan investasi yang relatif murah, 
karena tak perlu memakai bahan2 tambahan apapun...Ikuti jejak teman2 kita yang 
telah berproduksi secara mandiri tanpa ketergantungan dg orang lain.
(Pelatihan khusus jarak jauh (tertulis) tetap dibuka seperti biasa)

Salam Sejahtera dan tetap semangat..
Adi S. BKPA-USM

<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
Ajak keluarga & teman2 Anda mengikuti Anjangkarya Budidaya & Bisnis Ikan Sidat: 
Jalan2 sambil belajar dan melihat langsung budidaya, peralatan, dan cara hidup 
ikan sidat serta menikmati masakan lezat pepes ikan paling bergizi di dunia 
ini. PENDAFTARAN DI http://sidatmania.blogspot.com
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Kirim email ke