Setuju Mas Said.....

Bukan propaganda yang kita perbesar dari diskusi kita karena menurut saya 
propaganda berkonotasi negatif, biarkanlah propaganda tetap berada diranah 
politik, kita di tataran akar rumput masyarakat saja bergerak sesuai dengan 
kemampuan dan ilmu yang kita miliki masing-masing, pemerintah daerah kita 
perlukan hanya untuk perizinan saja itupun kalau memang diperlukan tetapi jika 
tidak, kita tidak perlu, dukungan dana, tenaga kerja dan management kita 
kerjakan sendiri dari hasil swadaya bersama dengan petani kita di Desa kita 
bangun kemandirian

kalau mau dibilang gerakan ini adalah agitasi, biarlah ini sebagai pure agitasi 
kita, untuk kita, untuk petani kita, untuk masyarakat yang peduli dengan 
negerinya bukan untuk pemerintah, apalagi untuk pemerintah yang hanya 
mementingan citra dan ceremonial belaka.

yang terjadi selama ini adalah kita hanya duduk di depan TV menonton, membaca 
koran tentang isu-isu negeri yang semakin menyedihkan, pemerintah  tidak 
berbuat apa-apa, kalaupun berbuat hanya sementara dan tidak berkesinambungan, 
begitu politikus berbicara tentang isu-isu tersebut padahal untuk kepentingan 
partai mereka kita seakan-akan mengiyakan, meng aminkan dan terus tetap berada 
di depan TV, tetap membaca koran saja dan tidak melakukan apa-apa....

lebih baik terlambat dari pada tidak berbuat sama sekali kalau memang  ini di 
bilang terlambat, " kemana saja mas selama ini, belanda sudah pergi,...baru mau 
berbuat, yaaa telaaaaat"....biarkan saja kalimat itu menjadi penyemangat buat 
kita untuk berbuat walaupun sedikit, sedikit tapi dilakukan bersama-sama dengan 
semangat yang sama, Insya Allah bisa menjadi sesuatu.

ayo...ayo....daftar dengan semangat dan komitment yang lurus dan kuat


From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
aliansyah_said
Sent: Thursday, August 01, 2013 12:12 PM
To: [email protected]
Subject: [agromania] Re: [China-Malay] Bangun Sawah Rp 20 Triliun di Indonesia



Bagaimana cara ngukurnya sehingga cuma pak Prabowo yang siap? Apa karena HKTI? 
Bukti riil nya saat ini bagaimana?

Isu-isu asing investasi bagus buat nyentil nasionalisme, jadi propaganda untuk 
agitasi. 20 T digelontorin asing buat sawah! Baca begitu ente pada tersinggung, 
seolah-olah negeri ini sudah kita gadaikan. Padahal sebenarnya sudah dijual =))

Bukannya kenape Bro, di Malaysia sendiri orang kalau mau nanam (apalagi beras) 
subsidinya guede, kalah Indonesia. Di sini pemberintah ngasih subsidi tapi pake 
neriakin :P. Lahan di Malaysia murah, infrastruktur bagus. Masalahnya cuma di 
tenaga kerja, mereka nanam singkong di garis lurus aja kesulitan. Tapi melihat 
struktur biaya jika mereka melakukan budidaya, mereka bisa panggil tenaga ahli 
dan tenaga tani untuk bantu mereka tanam di negerinya, tetap lebih 
menguntungkan dengan cara itu bagi mereka (Malaysia).

Jadi kalau ada orang asing naro 20T buat ke sawah menurut ane sih biar aja, 
sama kita ngebiarin (ngasih) industri otomotif - kan mobnas dari jaman Soeharto 
sampai Jokowi dicemooh (inlander) dalam negeri? Lagipula daripada pemerintah 
bikin program 20T buat ke sawah, ujung-ujungnya makin menuhin KPK :P

******************************************
Ingin Menjadi Anggota Premium Milis Agromania?
Buruan Daftar di http://bit.ly/heT36i
******************************************

--- In [email protected]<mailto:agromania%40yahoogroups.com>, 
rudimurtomo@... wrote:
>
> Bukan maksud promosi-tapi yg siap-dengan program pertanian hanya Prabowo
> Sent from my BlackBerry(r)
> powered by INDOSAT PUNYA RUDI
>
> -----Original Message-----
> From: julian.prasetyo@<mailto:julian.prasetyo@>...
> Sender: [email protected]<mailto:agromania%40yahoogroups.com>
> Date: Wed, 24 Jul 2013 00:27:01
> To: <[email protected]<mailto:agromania%40yahoogroups.com>>
> Reply-To: [email protected]<mailto:agromania%40yahoogroups.com>
> Subject: Re: [agromania] [China-Malay] Bangun Sawah Rp 20 Triliun di Indonesia
>
> Wah nanti tetap saja harga beras tinggi. sawah petani yang produktif dibeli 
> asing karena diiming2 harga tinggi dan tetap bisa bekerja sebagai petani.
>
> Dan penyerapan tenaga kerja tidak banyak karena mekanisasi. Yang parah sama 
> pemerintah ijinkan di export walau didalam negeri kekurangan demi dollar.
>
> Kecuali mungkin silahkan buka lahan baru di papua.
>
> Baiknya pemerintah hanya mengijinkan investasi asing dibidang pertanian, utk 
> produksi peratan mekanisasi pertanian, kapal ikan dan pupuk supaya lbh murah 
> dan tidak perlu import. Ini yang di proyek nasionalkan mobil konsumer bukan 
> mesin industri dan pertanian. Kalah dilobby sama pengusaha otomotif dan demi 
> 'investasi' yang akan menyerap tenaga kerja katanya.
>
> ######################
> DICARI MITRA KERJASAMA
> http://bit.ly/HCxPN1
> ######################
>
>
> -----Original Message-----
> From: "MK. Mattawaf" <mk_mtwf02@...<mailto:mk_mtwf02@...>>
> Sender: [email protected]<mailto:agromania%40yahoogroups.com>
> Date: Tue, 23 Jul 2013 07:49:07
> To: 
> [email protected]<mailto:agromania%40yahoogroups.com><[email protected]<mailto:agromania%40yahoogroups.com>>
> Reply-To: [email protected]<mailto:agromania%40yahoogroups.com>
> Subject: [agromania] [China-Malay] Bangun Sawah Rp 20 Triliun di Indonesia
>
> Perusahaan China-Malaysia Bangun Sawah Rp 20 Triliun di Indonesia
> Liputan6.com, Kuala Lumpur : Kelompok agribisnis China-Malaysia tengah 
> berupaya membangun lahan persawahan dan proyek pengolahan terpadu pada 
> November mendatang di Indonesia. Dengan dana investasi US$ 2 miliar (Rp 20,3 
> triliun), perusahaan China ini berharap bisa memasuki pasar berkembang di 
> tanah air sekaligus memenuhi pasokan beras domestik (dst....)
>
> ######################
> DICARI MITRA KERJASAMA
> http://bit.ly/HCxPN1
> ######################
>
>
>
> LINK :    
> http://id.berita.yahoo.com/perusahaan-china-malaysia-bangun-sawah-rp-20-triliun-063700192.html
>
>
> Komentar ANDI M.( yg dapat Jempol Banyak) :
> menyedihkan: asing pakai tanah dan tenaga kita, hasilnya di jual ke kita, 
> untungnya di bawa pulang ke asing......
> catatan: mereka menang teknologi, ulet....
> Bodohnya kita: negara pertanian, kalah di riset, uangnya hanya habis di 
> korupsi ama dipakai pemilihan pilkada segala....
> Selogan: belajarlah dari negeri cina........ ga usah jauh2 pak, negeri 
> cinanya yg nyamperin didepan mata masa iya kita tidak bisa belajar ato niru 
> mereka.......
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> PASAR ONLINE AGROBISNIS
> http://www.agrosukses.comYahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> PASAR ONLINE AGROBISNIS
> http://www.agrosukses.comYahoo! Groups Links
>


________________________________
The information contained in or attached to this e-mail may contain 
confidential and/or privileged information. If you are not the intended 
recipient or have received this e-mail in error, please notify the sender 
immediately and destroy this e-mail. Any unauthorized copying, disclosure or 
distribution of the material in this e-mail is strictly forbidden. The 
content/information expressed by the sender may contain private views or 
statements of the sender. It does not constitute of and should not be construed 
as the formal opinions or statements or views of PT Kustodian Sentral Efek 
Indonesia (KSEI), unless specifically stated by KSEI. KSEI will not and does 
not take any responsibilities nor accepts any claims of liabilities and/or 
damages for statements of sender's private view or statements. This e-mail has 
been checked for computer viruses, KSEI accepts no liability for any damage 
caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke