jika hanya melihat industri sebagai bagian tak terpisahkan dari sebuah kota ( 
metropolitan ). Maka mulai saat ini kita perlu mengubah paradigma tersebut.

Banyak teknik marketing yang gagal dipasaran seiring dengan barjalannnya waktu 
alias sistem pemasaran instan. Yang hanya bully isu dan propaganda yang 
berujung pada peningkatan cost promosi dengan efek gema. padahal hasilnya belum 
tentu sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Manusia pada dasarnya memiliki insting untuk berevolusi dan saat tahu sistem 
itu hanya menghasilkan imajinasi saja di otak. maka secara otomatis otak akan 
membentuk blok penolakan. Tentu saja saat Sistem itu merasa sudah diatas angin, 
ternyata itu adalah sebuah perjalanan ascending untuk deep fall.

di kota yang memiliki populasi yang padat bukan berarti tingkat konsumsi juga 
akan meningkat. namun lebih kearah kompetisi yang meningkat dengan 
mengembalikan keterikatan biaya promosi yang tinggi juga. apalah artinya jika 
bisa menjual dikota besar sebanyak 1000 pcs, jika cost marketingnya mencapai 
35% dari nilai jual produk ?

Manajer marketing tentunya sudah memahami hal ini dengan baik dan merekapun 
sadar biaya itu harus dibayar dimuka dan itu sama saja dengan gambling.

nilai konsumsi di pedesaan memang rendah, namun biaya promosi juga rendah. 
lebih banyak porsinya berupa transportasi. memang tetap termasuk cost. Namun 
jangan lupa saat ini sudah sangat jamak kita kenal dengan desentralisasi biaya 
transport. Terlebih maraknya jasa logistik yang sangat menawan dalam menawarkan 
harga dan ketepatan waktu. Dapat menerima pengiriman hingga pelosok negeri.

bagaimana sistem dan benefitnya ?


******************************************
Ingin Menjadi Anggota Premium Milis Agromania?
Buruan Daftar di http://bit.ly/heT36i
******************************************

Kirim email ke