http://m.kompas.com/properti/read/2013/10/30/1521155/Dialog.Indonesia.dan.Investor.Global.Digelar.di.Hong.Kong
 
 Dialog Indonesia dan Investor Global Digelar di Hong Kong
 
 Rabu, 30 Oktober 2013 | 15:21 WIB
 
 JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Investment Forum akan diadakan di Hong Kong 
pada 7 November 2013 dan di New York pada Maret 2014 mendatang. Forum regular 
ini akan membahas berbagai peluang investasi di Indonesia dan akan membuka 
dialog antara pemerintah Indonesia, perusahaan-perusahaan Indonesia sebagai 
target investasi dan para investor global.
 
 Pendiri dan Ketua Indonesia Investment Forum Christovita Wiloto mengatakan, 
Indonesia memiliki peluang investasi sangat besar sebagai negara berkembang. 
Seperti yang dilakukan pada Indonesia Investment Forum di Singapura Mei 2013 
lalu, pemerintah, para pelaku bisnis , dan investor harus memanfaatkan secara 
optimal peluang ini dengan baik.
 
 "Karena akan diikuti sekitar 50 perusahaan Indonesia dan 50 investor global, 
mulai BUMN, Kabupaten, serta Kota," ujar Christovita kepada Kompas.com di 
Jakarta, Rabu (30/10/2013). 
 
 Seperti diketahui, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan merevisi 
target investasi pada 2014 mendatang. BKPM menargetkan investasi sebesar Rp 390 
triliun pada akhir 2013 dan Rp 506 triliun untuk 2014. Kepala BKPM Mahendra 
Siregar mengatakan bahwa revisi tersebut mungkin terjadi karena terus 
menurunnya kondisi ekonomi global.
 
 Pada kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping, 3 Oktober 2013, lalu perusahaan 
Indonesia menjamin 32, 8 miliar Dolar AS pembiayaan dan investasi dari 
perusahaan China. Xi, dalam kunjungan pertamanya sebagai presiden negara 
terbesar di Asia tenggara, itu menjadi pemimpin asing pertama yang mengunjungi 
anggota parlemen Indonesia. Dia mengatakan, China mengharapkan perdagangan 
dengan 10 negara anggota ASEAN akan mencapai 1 triliun Dolar AS pada 2020 dan 
320 triliun Dolar AS pada 2012. 
 
 Dinegosiasikan oleh perusahaan-perusahaan termasuk BUMN dan perusahaan swasta 
seperti Sinar Mas Group, transaksi termasuk pinjaman sebesar 1.8 miliar Dolar 
AS kepada PT OKI Pulp & Paper Mills, yang merupakan afiliasi dari Sinar Mas, 
untuk membangun pabrik di Sumatera, termasuk pendanaan lima pesawat Boeing 
777-300 ER untuk PT Garuda Indonesia . 
 
 Beberapa perusahaan China juga berjanji untuk berinvestasi di Indonesia, 
termasuk Hangzou Jinjiang Group Co Ltd, yang berencana untuk menginvestasikan 
600 juta dolar untuk kompleks pengolahan bauksit di Indonesia.
 
 Saat ini, sebagian besar investasi berasal dari negara-negara maju seperti 
Amerika Serikat dan China. Meskipun perlambatan pertumbuhan dan musim pemilihan 
pasti datang di Indonesia , perusahaan-perusahaan besar AS berencana untuk 
mengintensifkan investasi mereka secara substansial dalam perekonomian terbesar 
di Asia Tenggara.
 
 "Tujuan utama forum ini adalah menciptakan pemahaman dunia yang lebih baik 
mengenai bisnis di Indonesia, yang akan menciptakan gairah investasi di 
Indonesia serta meningkatkan jumlah investor untuk menanamkan investasinya di 
Indonesia," kata Christovita.
 
 
 Best Regards, 
 Christovita Wiloto 
 @wilotochristov 
 
 
##########################
Daftar Permintaan dan Penawaran Terbaru:
http://www.agrodirektori.com
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 
##########################


Kirim email ke