Budidaya Sawi Putih
  
 Banyak jenis tanaman sawi bisa tumbuh di negeri ini. Salah satu tanaman sawi 
yang potensial dibudidayakan adalah sawi putih atau pakcoy. Sawi ini bisa 
ditanam di dataran tinggi dan rendah. Pakcoy juga bisa menjadi tanaman selingan 
di lahan budidaya tanaman lainnya, semisal bawang.
  
 Tanaman sawi putih atau lebih dikenal dengan sebutan pakcoy merupakan salah 
satu komoditas perkebunan yang cocok dibudidayakan dengan kultur tanah dan 
iklim di Indonesia. Kendati tanaman ini lebih optimal jika ditanam di dataran 
tinggi, pakcoy tetap bisa tumbuh di dataran rendah.
  
 Bahkan, pakcoy yang ditanam di dataran rendah memiliki beberapa kelebihan 
ketimbang yang ditanam di dataran tinggi. Pakcoy yang ditanam di dataran rendah 
relatif tidak mudah busuk. Selain itu, kesegarannya bisa bertahan sekitar satu 
pekan. Sedangkan pakcoy yang ditanam di dataran tinggi hanya bertahan empat 
hari.
  
 Namun, jika pakcoy dibudidayakan di dataran rendah, sistem pengairannya harus 
lebih diperhatikan. Bukan cuma itu, lantaran curah hujan cenderung lebih 
sedikit, kuantitas pengairan lahan juga harus lebih sering ketimbang di lahan 
yang berada di dataran tinggi.
  
 Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membangun parit di sekitar bedengan 
atau tempat penyemaian bibit. Selain itu, jumlah pemupukan harus dua kali lipat 
lebih banyak dibanding pakcoy yang dibudidayakan di dataran tinggi.
  
 Tanaman yang berasal dari Asia Timur ini memiliki ciri-ciri, warna batang 
putih dan lebar daun berwarna hijau yang mengerut. Belakangan ini, masyarakat 
Indonesia makin sering mengonsumsi pakcoy yang diolah menjadi berbagai masakan. 
Karenanya, potensi budidaya pakcoy semakin cerah.
  
 Beberapa daerah seperti Indramayu dan Tasikmalaya, Jawa Barat, adalah contoh 
lokasi pembudidayaan sawi pakcoy di Indonesia. Kedua daerah itu memang terkenal 
dengan tanahnya yang gembur. Biasanya, para pembudidaya pakcoy tidak hanya 
menanam satu jenis tanaman di satu lahannya.
  
 Kokom Komariah, pembudidaya pakcoy dari Indramayu, bilang, selain pakcoy, ia 
juga menanam bawang merah di lahan miliknya. Dia beserta suaminya, Amshor, 
memiliki lahan budidaya pakcoy sekitar satu hektare di Kecamatan Patrol, 
Indramayu.
  
 Tanaman yang memiliki nama latin Brassuca chinese ini banyak dipilih petani 
karena pembudidayaannya yang relatif mudah. Selain itu, masa panen pakcoy cukup 
singkat, hanya sekitar 45 hari. Ini membuat banyak petani menanam pakcoy 
sebagai tanaman selingan.
  
 Karena itu, lahan milik Kokom dan Amshor juga ditanami bawang merah. Biasanya, 
mereka akan menanam pakcoy setelah musim panen bawang merah selesai. Masa panen 
bawang merah sendiri sekitar dua bulan.
  
 Mereka bisa juga menanam pakcoy di tepian lahan yang masih ditanami bawang 
merah berumur satu bulan. "Dengan begitu, kami bisa melakukan panen pakcoy dan 
bawang merah secara bersamaan," ujar Kokom.
  
 Selain di dataran tinggi, pakcoy juga bisa ditanam di dataran rendah. Masih 
luasnya lahan tidur di dataran rendah membuka potensi budidaya pakcoy yang 
lebih besar. Seorang pembudidaya pakcoy di dataran rendah bisa memetik hasil 
panen sawi jenis ini sebanyak 6 ton. Omzet penjualan Rp 18 juta.
  
 Banyak yang meyakini, usaha komoditas pertanian akan terus berkembang seiring 
meningkatnya jumlah penduduk di negeri ini. Tidak terkecuali dengan bisnis 
budidaya sayuran sawi atau pakcoy alias bok choy.
  
 Belakangan ini, semakin banyak pemodal yang menekuni budidaya pakcoy. 
Contohnya Aziz Fauzi, pembudidaya pakcoy dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Pria 
yang akrab disapa Aziz ini baru menekuni usahanya ini tiga bulan yang lalu. Dia 
memiliki lahan kebun pakcoy seluas seperempat hektare.
  
 Aziz tergiur membudidayakan pakcoy karena melihat potensi bisnisnya masih 
luas. Apalagi, selama ini pasokan pakcoy didominasi dari daerah pertanian di 
kawasan dataran tinggi.
  
 Dia menilai, budidaya pakcoy di dataran rendah masih memiliki peluang besar. 
Asal tahu saja, pakcoy dapat ditanam mulai dari ketinggian 500-1.200 meter dari 
permukaan laut.
  
 Untuk lahan seluas satu hektare, bibit yang dibutuhkan sebanyak 750 gram (gr). 
Sebagai pengganti polibag, pembudidaya bisa memakai batang pohon pisang (bokor).
  
 Setelah bibit pakcoy tumbuh dan memiliki tiga daun muda, pakcoy dipindahkan ke 
lahan yang telah diberi pupuk terlebih dahulu. Adapun jarak antara pakcoy yang 
ditanam harus sekitar 20 centimeter (cm). "Beri pupuk organik sesering mungkin 
agar lahan makin subur," imbuh Aziz.
  
 Biasanya, pakcoy yang ditanam di dataran rendah harus diberi pupuk sebanyak 
dua kali lipat dari pakcoy di dataran tinggi. Rata-rata tiap hektare lahan 
pakcoy di dataran rendah membutuhkan pupuk sekitar 20 ton.
  
 Aziz bilang, saat ini hasil panennya belum besar. Sekali panen, lahannya baru 
menghasilkan sekitar 200 kilogram (kg) pakcoy. Dia menjual hasil panen pakcoy 
ke berbagai rumah makan di sekitar kota Tasikmalaya.
  
 Dari penjualan pakcoy setiap kali panen, Aziz bisa meraih penghasilan sekitar 
Rp 700.000. Menurutnya, minimnya hasil panen dan omzet usahanya lantaran lahan 
budidayanya tergolong tidak terlalu luas. "Semakin luas lahan, tentu saja omzet 
penjualan pakcoy akan makin meningkat," ujarnya.
  
 Dengan lahan yang minim, Aziz harus bergulat dengan ancaman hama penyakit yang 
kerap menyerang pakcoy. Ulat daun dan karat daun menjadi penyakit yang lazim 
menimpa tanaman sawi ini. "Akibatnya, daun pakcoy jadi kaku dan rasanya pahit," 
tutur Kokom Komariah, pembudidaya pakcoy di Indramayu, Jawa Barat.
  
 Padahal, lanjut dia, saat ini harga jual pakcoy sedang tinggi akibat 
pasokannya terbatas. Kini, harga jual pakcoy di pasaran sekitar Rp 5.000-Rp 
7.500 per kg.
  
 Dalam sebulan, Kokom bisa memanen 6.000 kg pakcoy. Harga jual darinya ke 
pengumpul sekitar Rp 3.000 per kg. Dari penjualan itu, Kokom meraih omzet Rp 18 
juta per bulan.
  
 SUMBER KLIPPING: Kontan
  
 ========> ********** <========
 BURSA AGROSUKSES
 Menjualkan dan Mencarikan Komoditi Agro
 Isi Formulir di http://www.jualbelikomoditi.com
 SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 
 ========> ********** <========
 KLUB: http://www.agrosukses.com
 DATA: http://www.direktoriagrobisnis.com
 EBOOK: http://www.agrodirektori.com
 MILIS: http://bit.ly/bQX5lK
 GABUNG: http://www.agropremium.com http://www.agropremium.com/
  

Kirim email ke