kalau dilihat dari kuantitas dan nilainya yg bisa dibilang kecil, mungkinkah itu sebenanrya adalah ekspor kita ke singapura yg kmudian dikembalikan lg?
============================= Mitra Bisnis Menanti Anda di: http://www.agrosukses.com INFO SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 ============================= MILIS: http://bit.ly/bQX5lK http://bit.ly/bQX5lK Pada 5 Maret 2014 00.03, <[email protected] mailto:[email protected]> menulis: Jakarta -Awal tahun 2014, pasar dalam negeri sudah dibanjiri oleh produk asing atau impor. Sebut saja seperti bawang merah, bawang putih, kemudian berbagai jenis cabai dan kentang. Seperti dikutip detikFinance, Selasa (4/3/2014) dari laporan bulanan Badan Pusat Statistik (BPS), impor bawang merah tercatat total 6.247 ton atau US$ 3,1 juta. Asalnya dari India 2.548 ton atau US$ 1,3 juta, Thailand 2.668 ton atau US$ 1,2 juta dan Vietnam 1.030 ton atau US$ 487 ribu. Bawang putih diimpor sebesar 30.790 ton atau US$ 22,2 juta. Impor dilakukan dari China 30.734 ton atau US$ 22,2 juta dan Singapura 55,8 ton atau US$ 24 ribu. Lucunya negara Singapura menjadi salah satu pengekspor bawang putih. Padahal jika melihat demografis Indonesia, negara yang luasnya jauh lebih besar ketimbang Singapura seharusnya memiliki lahan yang banyak untuk mengembangkan bawang putih. Kemudian adalah Cabai (kering-tumbuk) dengan catatan 1.152 ton atau US$ 1,6 juta. Ini didatangkan dari India 891 ton atau US$ 1,1 juta, China 209 ton atau US$ 30 ribu dan Thailand Malawi dan Pakistan serta negara lainnya sekitar 50 ton atau US$ 100 ribu. Cabai jenis kedua adalah awet sementara dengan total impor 563 ton atau US$ 576 ribu. Asalnya adalah dari China 243 ton atau US$ 292 ribu dan Thailand 320 ton atau US$ 284 ribu. Selanjutnya adalah kentang dengan impor sebanyak 100 ton atau US$ 95 ribu. Asal kentang keseluruhan pada bulan ini adalah dari Inggris. (mkl/dru) http://forum.detik.com/popular_threads.php?&page=2

