Bawang Merah merupakan salah satu jenis sayuran bernilai ekonomis tinggi. 
Tanaman ini dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan petani, pendapatan 
negara, penyumbang keanekaragaman bahan pangan serta kecukupan gizi. Salah satu 
upaya meningkatkan produktifitas dan kualitas bawang merah yang sesuai dengan 
permintaan konsumen. budidaya Bawang Merah merupakan hal yang tidak terlalu 
sulit, bawang merah merupakan tanaman yang hanya cocok di dataran menengah 
hingga tinggi. Hal ini tidak mengherankan karena sentra bawang merah tanah air 
kebanyakan yang berada di dataran menengah. Pendapat ini sebenarnya sangat 
keliru, karena bawang merah sebenarnya merupakan tanaman dataran
rendah hingga menengah. Tanaman ini hanya tumbuh dengan optimal pada ketinggian 
0 – 800 meter dpl.

Kekeliruan yang kedua mengenai bawang merah adalah tanaman ini tidak berbiji. 
Ini juga salah besar, tanaman bawang merah ternyata berbiji, dan dapat 
dikembangkan dengan biji selain umbi. Hanya memang tanamannya jarang berbiji 
(meskipun berbunga), karena untuk berbiji, diperlukan suhu udara ±5oC secara 
konstan.

Pengembangan bawang merah dengan biji mulai banyak peminatnya. Hal ini 
disebabkan, budidaya bawang merah asal biji lebih rendah biaya produksinya 
dengan produksi yang lebih tinggi. Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh 
juga lebih tinggi. Bawang merah asal biji juga cocok dikembangkan di dataran 
rendah bahkan tepi pantai. Hanya dengan lahan seluas kurang dari 150 ubin 
(2.100 m2), diperoleh hasil ±6 ton umbi basah, meskipun baru pertama kali 
mencobanya.
Untuk mencapai produksi ini ternyata tidak terlalu sulit, hanya dengan 
melaksanakan 5 (lima) kunci sukses berikut, siapapun dapat mendapatkan produksi 
bawang merah yang optimal.

Pengolahan Lahan Sempurna: Pengolahan lahan dilakukan sedemikian rupa sehingga 
tanah benar-benar remah sehingga mendukung pertumbuhan umbi. Tanah yang sudah 
diolah, dibuat guludan-guludan dengan lebar 1 m (panjang menyesuaikan panjang 
lahan). Tambahkan pupuk kandang matang halus sebanyak ±50 kg untuk guludan 
sepanjang 15 m. Tambahkan pula arang sekam, atau bila tidak ada dapat 
menggunakan abu sekam. Penambahan pupuk SP-36 secukupnya juga dapat dilakukan. 
Selain itu, perlu ditambahkan Furadan 3G untuk lahan-lahan yang banyak terdapat 
ulat tanah (Aglotis ipsilon).

Pesemaian Sukses, Separuh Langkah Menuju Keberhasilan: Penyemaian biji bawang 
merah dilakukan dengan membuat lajur-lajur memotong panjang guludan dengan 
jarak antar lajur 10 cm. Benih ditabur secara merata pada lajur dengan 
kedelaman 1 cm, tutup dengan arang sekam atau pupuk kandang tipis. Tutup 
guludan semaian dengan jerami, kemudian lakukan penyiraman secara rutin setiap 
hari. Setelah disemai selama 4 – 5 hari, benih mulai tumbuh. Jerami dapat 
dipindahkan dari guludan, namun bibit muda masih perlu dinaungi supaya tidak 
terkena sinar matahari langsung. Setelah bibit berumur 20 – 25 hari, naungan 
sudah tidak diperlukan. Bibit telah cukup kuat untuk terkena sinar matahari 
langsung. Dan pada umur 40 – 45 hari, bibit dapat ditanam di lahan. Penanaman 
dilakukan dengan jarak tanam (5 – 10) x (5 – 10) cm. Ketika melakukan 
penanaman, sebaiknya lahan digenangi air, supaya bibit lebih cepat tumbuh.

Pemupukan Tepat Berimbang, Bukan Banyak: Prinsip pemupukan bawang merah adalah 
pupuk tepat berimbang. Kandungan unsur hara makro dan mikro harus memenuhi 
kebutuhan tanaman. Unsur-unsur makro N-P-K harus memenuhi unsur 16-16-16 atau 
setidaknya 16-16-11. Sedangkan unsur mikro cukup menggunakan pupuk mikro sesuai 
dosis yang dicampur dengan pupuk makro. Pemupukan dilakukan sebanyak 3 – 4 
kali, dimulai pada saat tanaman berumur 2 – 4 minggu setelah tanam, dengan 
selang waktu 2 – 3 minggu sekali. Pemupukan cukup ditabur secara merata, dengan 
jumlah kebutuhan pupuk sebanyak 150 – 200 kg pupuk N-P-K/ha/pemupukan.

Kendalikan Gulma Semenjak Dini: Pemupukan yang intensif mendatangkan dampak 
negatif, yaitu munculnya gulma dalam jumlah yang besar. Pengendalian gulma 
sebaiknya dilakukan semenjak dini. Lakukan pencabutan pada gulma-gulma yang 
baru tumbuh, jika diperlukan, semprotkan herbisida yang mematikan biji gulma 
pada saat tanaman bawang merah sudah ditanam beberapa minggu.

Pengendalian Hama dan Penyakit Segera: Produksi bawang merah seringkali 
terganjal oleh munculnya hama dan penyakit. Munculnya organisme pengganggu 
tanaman ini seringkali menghambat pertumbuhan, produksi, bahkan mematikan 
tanaman bawang merah. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman bawang 
merah, antara lain, ulat grayak (Spodoptera exigua dan S. litura), penyakit 
bercak ungu (Alternaria porri), dan penyakit bercak putih (Phytophtora porri). 
Ulat grayak biasanya hidup di dalam daun bawang merah pada stadia awal, setelah 
berukuran cukup besar baru muncul keluar.

Namun pada saat itu, kerusakan pada tanaman sudah sangat serius. Pengendalian 
ulat grayak sebaiknya dilakukan pada saat mulai muncul gejala gigitan pada 
daun. Saat mulai muncul gejala, segera potong daun dan amati apakah ada ulat 
grayak di dalamnya. Penyemprotan dengan insektisida seperti Biothion atau 
Crumble, dapat mengendalikan ulat grayak. Penyakit bercak ungu dan bercak putih 
juga dapat menyebabkan kerusakan dan kematian dalam waktu singkat. Pengendalian 
kedua penyakit ini dapat dilakukan dengan fungisida yang berbahan aktif 
Mancozeb, misalnya Dithane M-45, Delsene, Manzate, dan sebagainya. Tanaman yang 
sudah terserang serius, sebaiknya segera dicabut dan segera dimusnahkan.
semoga bermanfaat budidaya bawang merah ini buat anda semua.

SUMBER: http://anekaflora.org

========> ********** <========
BURSA AGROSUKSES
Menjualkan dan Mencarikan Komoditi Agro
Isi Formulir di http://www.jualbelikomoditi.com
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 
========> ********** <========
PEMASARAN : http://www.agrosukses.com
DIREKTORI: :: Ebook direktori Pemasaran Agrobisnis Edisi 2014-2015 :: Solusi 
Menjual Produk/Komoditi Agrobisnis Anda ! http://www.agrodirektori.com


 
 
 http://www.agrodirektori.com 
 
 :: Ebook direktori Pemasaran Agrobisnis Edisi 2014-2015 ... 
http://www.agrodirektori.com Ebook direktori Pemasaran Agrobisnis Edisi 
2014-2015 Terlengkap
 
 
 
 View on www.agrodirektori.com http://www.agrodirektori.com 
 Preview by Yahoo 
 
 
 

Kirim email ke