Salam kenal Pak Abdi ,
saya hanya ingin sharing bagaimana cara berkebun lebih produktif ,Bila kita
menanam tanaman yg sifatnya pohon tahunan misal buah-buahan yang mulai petik
misal tahun ke 3 , 4 , 5 ( Durian , manggis , Kelengkeng , Cengkeh , Rambutan ,
Jambu , Kelapa Kopyor dll ) Biasanya tanaman jenis ini memiliki jarak tanam
cukup lebar 7x7m , 8x7 m , 8x8 m dst ) dan dengan lubang tanam 60 x60 x 50 cm ,
75x75x 60 m cm atau 1 x1 m x 75cm .
Dengan jarak tanam yang begitu lebar , maka pada th ke 1, 2 dan 3 lahan sela
tersebut bisa ditanami tanaman semusim misal : Jahe , Lengkuas , Kencur ,
Pisang ( pilih tanaman tersebut karena perawatannya cukup mudah )
Misal kita tanam Kelapa Kopyor luas lahan 1 Ha dengan asumsi lahan beli , jarak
tanam 7x8m maka akan mendapatkan -/+150 phn.( luas lahan 1 Ha )
Diantara pohon kelapa ditanami misal pisang dengan jarak 3 x 4 m maka akan
mendapatkan 800 phn pisang .Diantara pohon pisang ditanami Lengkuas jarak 1 x 1
m maka akan mendapatkan : Luas lahan x 60 % : 1 = 6000 phn Lengkuas .
Pada bulan ke 11 -12 , panen pisang dan lengkuas .
Pada bulan ke 11 ekpansi lahan dengan status lahan sewa misal sewa 2 Ha . Lahan
sewa tersebut ditanami Lengkuas dan Pisang dengan bibit hasil panen th 1.
Dengan cara tersebut maka pada th ke 3 , biaya tanam Kelapa Kopyor akan
tertutup oleh tanaman pisang dan Lengkuas , maka kebun kelapa kopyor dianggap
keuntungannya berkebun selama 3 th.
Cara ini yang saya lakukan 7 th lalu saat saya menanam kayu Sengon , jadi
justru tanaman inti biayanya menjadi menumpang ke tanaman tumpang sari .
Konsep seperti ini saya terapkan di kebun Jonggol dan G.Putri -Bogor .
Sekedar info saja untuk lahan yang layak untuk berkebun wilayah Jonggol kalau
ingin beli , status girik harga -/+ Rp35-50rb/m tetapi kalau lahan ex HGU harga
-/+ 14-15 rb/m2 .
Dan barang kali ada pihak yang ingin bikin usaha jualan Kavling kebun , maka
ada lahan 2 -100 Ha status girik .Pemilik lahan bersedia kerja sama tetapi
dengan syarat pemilik lahan minta dibayar 30% dari harga tanah dan selanjutnya
bekerja sama , bisa mulai 2,5 Ha dan berlanjut hingga 100 Ha.
Konsep usahanya bisa sbb:- Jual kavling misal 500 m2
- Pembeli mendapat bonus : a. 6 Pohon buah pilih salah satu ( Durian ,
Kelengkeng , Jambu Jamika , Kelapa Kopyor ) b. 25 Pohon pisang pilih
salah satu ( Pisang Tanduk , Pisang Ambon , Pisang Raja ) c. 200 Rumpun
tanaman Lengkuas
d. Mendapat bonus pelatihan / seminar tata cara berkebun ( Dengan
seperti ini kita akan mengajak masyarakat senang berkebun )
Hasil tanaman inti ( Durian , Kelengkeng , Jambu , Kelapa Kopyor ) hasilnya
100% milik yang punya kavling.Untuk tanaman tumpang sari : Pisang dan Lengkuas
hasilnya 50% untuk pemilik kavling dan 50% untuk pengelola
- Bagi pembeli Kavling yang beli secara cash 2 Kavling maka bisa diberi bonus
tambahan yaitu hak pakai atau dipinjami tanah luas 1 Ha selama 1 th untuk
berkebun ( khusus bonus tambahan lahan hak pakai tersebut bisa dijelaskan lebih
lanjut strateginya )
Saran saya kalau ingin jualan Kavling , lebih baik pilih jenis tanaman yang
sudah pasti cocok sesuai kondisi alam sekitar .
Kalau wilayah Jonggol sudah pasti cocok untuk tanaman : Cengkeh , Durian ,
Manggis , Petai , Kelengkeng , Kelapa , Jambu Jamaika )
Semoga bermanfaat.
SalamWA : 087870800077
Pada Rabu, 6 September 2017 2:44, "'Abdi G. Siregar' [email protected]
[agromania]" <[email protected]> menulis:
Nah itu dia, sekarang ini marak penawaran berkebun Kurma di daerah
kabupaten Bogor dan sekitarnya yang katanya bibitnya dari hasil kultur jaringan
dari lab di UK dan sudah berhasil di Thailand bahkan disediakan paket wisata ke
Thailand.
Tapi kembali seperti yang Pak "Agro Putri Sejahtera" utarakan lebih make sense
karena belum ada buktinya berhasil di Indonesia seperti di California dan Gulf
Countries, asalkan modusnya mau jualan kavling dengan harga diatas rata2 tp
dicover dengan kebun kurma yang nota bene 7 tahun lagi masih gambling hasilnya,
dan seringkali orang kita jadi korban karena gimnick marketing.
Saya tertarik untuk tanaman2 asli Indonesia, kalau ada yang jual bibit Petai
Hybrid (Attai) yang bisa ditanam dalam pot atau Kelapa Kopyor dengan rasa
khusus/specific, oleh disharing kan by japri.
Best regards,
Abdi G. Siregar
Pro2Pd
"Profit Recovery Specialist through People Development"
WA: 081310554153
"......blessed for blessing......."
sent by Pro2Pdroid
2017-08-18 20:20 GMT+07:00 Agro Putri Sejahtera [email protected]
[agromania] <[email protected]>:
Salam juga ...pak ,Saya sangat setuju artikel Bapak no1-7 , dan saya
sangat yakin Bapak sangat menguasai perihal tanaman .Saya tambah satu item lagi
menjadi No:8 , kurma bisa tumbuh subur di Indonesia dan mungkin juga bisa
berbuah tetapi menurut saya rasa buahnya akan sangat jauh berbeda di banding
asal negaranya ...sono .Saya kebetulan punya usaha agro berjalan 13 th ,
berbagai tanaman sudah pernah saya tanam termasuk benih Import , hal yang
paling sulit dalam bertani adalah menyiapkan benih yang bermutu atau yang hasil
panennya sesuai yang kita harapkan .
Saya pernah menanam Chameh , yaitu melon Korea yang -/+ 5 th lalu dimuat di
majalah Trubus .Melon tersebut bentuknya sangat cantik , buahnya sebesar gelas,
berat 1 buah 3-5 ons , harga buahnya sangat mahal Rp 45.000/kg di Supermarket
Korea yg ada di Jakarta , dan saat itu saya supply 5 Supermarket .Karena biji /
benihnya sangat mahal dan sulit importnya , maka saat itu saya mencoba membuat
benih sendiri dari buah F1 dan melalui proses penyortiran yang teliti tentunya
dari buah yang terbaik.
Setelah biji / benih dibuat lalu tanam , ternyata diluar dugaan saya , benih
yang bikin sendiri pertumbuhannya justru lebih bagus dibanding benih yang
import atau F1 , Fisik buahnya juga jauh lebih bagus , juga lebih besar .Saat
itu tertanam 2000 pohon yang pertumbuhannya sempurna ....setelah menjelang
panen hati saya berbunga-bunga karena ada harapan bisa supply kesupermarket
lebih banyak.Satu hari menjelang panen , saya memetik satu buah untuk test rasa
......ternyata diluar dugaan saya ....rasanya hambar dan rasa Timun
....pupuslah harapan saya untuk memenuhi permintaan supermarket .Entah berapa
ton saat itu ...akhirnya saya bebaskan siapa saja yang mau petik silahkan
....Hal seperti ini pula terjadi di tanaman Pepaya yang pernah saya tanam
dengan benih Import .Kegagalan demi kegagalan inilah ....yang pernah saya alami
10 th lalu .
Menurut saya , kalau Bapak / Ibu ingin berkebun pilihlah jenis tanaman yang
sudah pasti bisa tumbuh baik dan berbuah baik serta punya rasa yang semestinya
yang sudah pasti cocok di kondisi alam Indonesia , lain halnya kalau memeang
tujuannya uji coba .Karena bertani / berkebun kalau sudah terjadi kesalahan
dibenih / bibit maka tidak bisa dibetulin ,satu-satunya jalan harus diganti
benih / bibit .
Nah...sekarang permasalahannya , kalau kita tanam Kurma dan nunggu bisa panen 7
th ternyata setelah panen rasanya seperti Kelapa Sawit ....kan gak lucu ...
Saya lebih setuju kalau bapak/ Ibu ingin mencoba, tanam saja Kelapa Kopyor (
kalau memang cari tanaman yg agak aneh dan harga buahnya juga cukup mahal )
Kelapa Kopyor sudah pasti tumbuh dan bisa berbuah dimana saja di Indonesia dan
kebetulan saya baru melihat sendiri dan merasakan buahnya langsung diperkebunan
kelapa Kopyor. Kelapa Kopyor jenis genjah umur 3 th sudah berbuah dan kebetulan
juga waktu saya kecil dikampung orang tua saya punya juga 2 pohon .
Jarak tanam Kelapa Kopyor 7 x 7 m , diantara pohon Kelapa bisa ditanami Kencur
/ Lengkuas sehingga sambil nunggu panen Kelapa 3 th akan datang bisa ada
penghasilan kebun dari tanaman sela ( Tumpang sari )Saya lihat dilisting
Agromania juga ada yang jualan Bibit Kelapa Kopyor .
Jenis Kelapa Kopyor Genjah pohonnya sangat menarik bisa ditanam dihalaman rumah
ataupun menjadi perkebunan , betapa mahalnya harga 1 gelas Es Kelapa Kopyor di
restaurant .Cara tanamnya mudah , perawatannya mudah , bisa ditanam dimana saja
, pohonnya cantik , bisa langsung dinikmati dibawah pohon , bisa jualan " Kedai
Kelapa Kopyor "
Saya bertani , dipinggir kebun buka saung jual hasil kebun ada bermacam-macam
hasil panen ( Singkong , kacang tanah , jagung manis , cabai, pisang , pepaya
dll dan sudah berjalan cukup lama .Dengan adanya pembibitan kelapa kopyor yang
saya temukan di Cilacap , maka sayapun dengan mantap akan menanam dan sudah
beli bibitnya . Suatu saat nanti bikin Kedai Kelapa Kopyor Nikmati langsung di
kebun .
2 bulan lalu , saya survey perkebunan Kurma lokasi di Bogor , kebunnya sangat
mewah dan berpagar tembok keliling dan bagian depannya pakai besi teralis
perkiraan saya ada 200 phn , tinggi batang pohon -/+ 2 m ( batangnya saja )
kalau sampai ujung daun tingginya mencapai 4 meter , ternyata satupun belum ada
yang bebuah atau berbunga saya kurang tahu kenapa belum berbunga apakah umur
tanamnya atau belum musimnya , tetapi yang jelas belum ada bekas pernah berbuah
.
Tetapi kalau Bapak / Ibu penasaran lalu ingin tanam Kurma ...ya syah-syah saja
namanya juga mencoba ...tetapi ya itu tadi seperti artikel Bpk Langgeng Muhono
...tingkat berhasilnya kecil.
Apa yang disampaikan oleh Bpk Langgeng Muhono diatas , sekali lagi saya sangat
sependapat karena saya sudah mengalami walaupun jenis buah yang lain .Dan untuk
mutu rasa buah sangat berhubungan langsung dengan cuaca , apapun buahnya
.Pengetahuan saya yang sangat minim tentang Kurma , bahwa buah Kurma akan
sangat manis rasanya kalau suhu lingkungan 40 derajat Celcius .
Kenapa harga cabai setiap tahun pada bulan Desember-maret sudah bertahun tahun
selalu mahal ? karena dibulan inilah curah hujan sangat tinggi sehingga bunga
mudah rontok dan sulit buah untuk matang dan akhirnya busuk .
Dan coba rasakan cabai yang panen bulan Desember - Maret pasti rasanya kurang
pedas dibanding yang panen saat musim cuaca yang mendukung panas cukup .
Rasa inilah berhubungan langsung dengan kondisi alam , dari alasan inilah
artikel Bpk Langgeng Muhono berkaitan cita rasa kurma yang ditanam di Indonesia
sangat diragukan mutunya cita rasanya.
Ingat cerita saya diatas , saya tanam Melon akhirnya cita rasa Timun
......Kalau saya tanam Melon panen 55 hari artinya saya bisa merasakan
kesalahan saya hanya menunggu 55 hari , tetapi kalau merasakan kesalahan Kurma
kan harus tunggu 5-7 tahun..... ini yang harus dipertimbangkan .
Salam berkebun
087870800077
Pada Rabu, 9 Agustus 2017 20:54, "langgeng muhono
[email protected] [agromania]" <[email protected]> menulis:
Salam...
mohon maaf....melalui forum ini...ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan
terkait usaha Kurma , sbb:1. Bahwa hingga saat ini belum ada varietas kurma
yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian sebagai instansi pembina
jenis/jenis tanaman yang layak dikembangkan oleh masyarakat secara luas dan
tidak menyesatkan.2. selama ini, tanaman kurma di Indonesia diperbanyak oleh
penangkar benih melalui biji, sehingga peluangnya hampir 95 persen menjadi
kurma jantan. Kalopun ada kurma yang berbunga dan berbuah, itupun peluangnya
kecil. Dan selama ini sebagian besar tanaman kurma ditumbuhkan di Indonesia
sebagai tanaman hias, peneduh dan menambah asri lingkungan...tidak dikembangkan
secara masal sebagai kebun produksi.3. kalopun ada promosi kurma tropis dan
dapat berbuah dan dikembangkan luas di Indonesia....sejauh ini informasinya
belum akurat dan dapat dipertanggung jawabkan....! Kalo hanya TUMBUH...It's
Oke.4. Saat ini sejumlah perusahaan telah impor bibit kurma asal kultur
jaringan....dari berbagai jenis/varietas kurma.....dijual dengan harga yang
sangat mahal. Dipromosikan bahwa bibit tersebut adalah kurma betina dan dapat
berbuah. Namun karena masih kecil....belum ada pembuktian akan hal tersebut.5.
Bahwa kurma di Indonesia dapat di tanam dari ketinggian 1 sampai lebih dari
1.000 m dpl. Namun tidak DIJANJIKAN bahwa kurma tersebut dapat berbunga dan
berbuah. Perlu diingat bahwa, dihabitat aslinya, kurma bukanlah tanaman yang
tumbuh di daerah tinggi/dingin apalagi lembab.6. SEKALI lagi...kalopun ada
kurma yang berbuah di Indonesia,...peluangnya paling 5%, karena itu adalah
kurma betina asal biji..7. Kalopun ada yang berbuah dari beberapa individu
pohon kurma yang ada saat ini....., soal produksi maupun mutu kurma yang
dihasilkan....Dipastikan ...TIDAK JELAS PRODUKSI MAUPUN MUTU atau CITA
RASA-nya.....karena di asalnya kurma membutuhkan waktu minimal 2 - 3 bulan
tidak TURUN HUJAN menjelang panen untuk pemasakannya......dan kondisi seperti
itu...hampir sulit di temui di Indonesia.....
Oleh karena itu...mohon mas bro,,,mas Gan...mohon dicermati dulu dan cari info
seakurat mungkin perihal usaha tanaman Kurma ini. Saya sarankan bertanya dulu
kepada institusi/lembaga yang bertanggung jawab.....Terima kasih. Semoga
bermanfaat.
Salam
Pada Minggu, 16 Juli 2017 5:47, "gin gin ginandjar
[email protected] [agromania]" <[email protected]> menulis:
Kebun kurma Indonesia
Kampoeng Kurma Jonggol adalah Kavling Resort Syariah Plus Kebun Kurma
Indonesia. Proyek MASTERPIECE dari
PT. Kampoeng Kurma Jonggol ini dibangun di atas lahan seluas ratusan ha di Desa
Sukaresmi Kec. Sukamakmur Jonggol.
KEUNTUNGAN
- Skema Cash dan kredit -100% syariah
- Legalitas Aman
- Sarana jalan - lebar minimal 6 s/d 12 meter
FASILITAS LENGKAP
- Pondok Pesantren Tahfidz Quran Gratis
- Islamic Center
- Gedung Serbaguna
- Kolam renang terpisah ikhwan/akhwat
- Sarana olah raga berkuda
- Sarana olah raga memanah
- Bumi perkemahan Tahfidz Quran
- Pasar Rakyat
- Kampus Entrepreneur, dan lainnya
LOKASI KAMPOENG KURMA
- Sukaresmi Bogor, Luas perkavling 500Meter Harga 99Jt ( Sold out )
- Tanjungsari-Sirnasari Bogor, Luas perkavling 400Meter Harga 89.5Jt
- Jasinga Bogor, Luas perkavling 400Meter Harga 89.5Jt
- Cipanas Banten, Luas perkavling 400Meter Harga 89.5Jt
- Cirebon, Luas perkavling 500Meter Harga 89.5Jt
- Pandeglang Banten, Luas perkavling 500Meter Harga 128Jt ( khusus cicil 5thn )
POTENSI BUDIDAYA KURMA TROPIS
- Dari 1 pohon dapat menghasilkan profit income hingga puluhan juta
Bayangkan Jika memiliki 5 atau 10 pohon kurma
- Usia pohon kurma bisa mencapai 90 tahun, keuntungan ini akan bisa
dinikmati sampai anak cucu
BOOK NOW
Investasi PASTI UNTUNG, AMAN, BERKAH DAN SYAR'IE
[ BELI SEKARANG JUGA ]
Untuk Pemesanan dan Informasi ( Call/Wa ) :
0838-9000-0123
Kang Gingin
Atau melalui
Folmulir Pemesanan
https://goo.gl/kq4KY2
Dikirim dari Yahoo Mail di Android
#yiv7222256279 #yiv7222256279 -- #yiv7222256279ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-mkp #yiv7222256279hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-mkp #yiv7222256279ads
{margin-bottom:10px;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-mkp .yiv7222256279ad
{padding:0 0;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-mkp .yiv7222256279ad p
{margin:0;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-mkp .yiv7222256279ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-sponsor
#yiv7222256279ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-sponsor #yiv7222256279ygrp-lc #yiv7222256279hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-sponsor #yiv7222256279ygrp-lc .yiv7222256279ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7222256279 #yiv7222256279actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7222256279
#yiv7222256279activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7222256279
#yiv7222256279activity span {font-weight:700;}#yiv7222256279
#yiv7222256279activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv7222256279 #yiv7222256279activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7222256279 #yiv7222256279activity span
span {color:#ff7900;}#yiv7222256279 #yiv7222256279activity span
.yiv7222256279underline {text-decoration:underline;}#yiv7222256279
.yiv7222256279attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv7222256279 .yiv7222256279attach div a
{text-decoration:none;}#yiv7222256279 .yiv7222256279attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7222256279 .yiv7222256279attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7222256279 .yiv7222256279attach label a
{text-decoration:none;}#yiv7222256279 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv7222256279 .yiv7222256279bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7222256279
.yiv7222256279bold a {text-decoration:none;}#yiv7222256279 dd.yiv7222256279last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7222256279 dd.yiv7222256279last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7222256279
dd.yiv7222256279last p span.yiv7222256279yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv7222256279 div.yiv7222256279attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv7222256279 div.yiv7222256279attach-table
{width:400px;}#yiv7222256279 div.yiv7222256279file-title a, #yiv7222256279
div.yiv7222256279file-title a:active, #yiv7222256279
div.yiv7222256279file-title a:hover, #yiv7222256279 div.yiv7222256279file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7222256279 div.yiv7222256279photo-title a,
#yiv7222256279 div.yiv7222256279photo-title a:active, #yiv7222256279
div.yiv7222256279photo-title a:hover, #yiv7222256279
div.yiv7222256279photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7222256279
div#yiv7222256279ygrp-mlmsg #yiv7222256279ygrp-msg p a
span.yiv7222256279yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7222256279
.yiv7222256279green {color:#628c2a;}#yiv7222256279 .yiv7222256279MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv7222256279 o {font-size:0;}#yiv7222256279
#yiv7222256279photos div {float:left;width:72px;}#yiv7222256279
#yiv7222256279photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7222256279
#yiv7222256279photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7222256279
#yiv7222256279reco-category {font-size:77%;}#yiv7222256279
#yiv7222256279reco-desc {font-size:77%;}#yiv7222256279 .yiv7222256279replbq
{margin:4px;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-mlmsg select, #yiv7222256279 input, #yiv7222256279 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-mlmsg pre, #yiv7222256279 code {font:115%
monospace;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-mlmsg #yiv7222256279logo
{padding-bottom:10px;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-msg
p#yiv7222256279attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-reco #yiv7222256279reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-sponsor
#yiv7222256279ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-sponsor #yiv7222256279ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-sponsor #yiv7222256279ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv7222256279 #yiv7222256279ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7222256279
#yiv7222256279ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv7222256279