> Kadang saya berpikir, jangan-jangan domain Indonesia memang bukan di > industri...
DP: Hallo bung Poltak, setuju sekali bahwa domain kita bukan di Industri. Domain kita ada di perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, perhutanan (sebelum hutan kita hancur!) Sayang program pemerintah lebih banyak mengkarbitkan sektor yg sebenarnya comparative edge kita paling lemah. Industri perlu tingkat pendidikan minimum SMA utk dapat berjalan. Kalau cuma SD kejarlah sektor2 yg saya sebut tadi. Mentalitas industri tidak ada dalam budaya kita. Program pendidikan kita juga tidak mengarah ke sana. Saya tidak melihat titik terang diujung terowongan gelap ini. > >2. Bisakah kita mengalami ekonomi yang agresif? > >Seperti China? > > > Sepanjang sejarah - tidak ada yang seperti China. > Tidak pernah dan tidak akan. > > (Itu makanya kalau ada apa-apa dengan ekonomi China -- seluruh dunia > bisa kena getahnya...) > > Ekonomi China memang agresif - tetapi bukan berarti tidak punya titik > lemah. Beberapa titik lemah mulai teridentifikasi dan mungkin > berpotensi menjadi rem terhadap pertumbuhan ekonomi China. > DP: Titik lemah ekonomi kita akan spt Indonesia: lemah infrastruktur hukum karena tata hukum mereka belum moderen. India lebih canggih karena berbasis tata hukum Inggris dan kedepannya akan dapat menengahi kompleksitas ekonomi berbasis industri.
