*Bangkok* - Para demonstran yang menguasai Bandara Internasional
Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand akhirnya meninggalkan bandara. Massa
angkat kaki setelah 8 hari menduduki bandara tersebut.
Para pendemo yang sebagian besar mengenakan pakaian warna kuning sebagi
simbol penghormatan pada raja, meninggalkan bandara dengan naik bus dan
taksi. Eksodus ini terjadi setelah pimpinan gerakan People's Alliance
for Democracy (PAD) secara resmi menyerahkan kendali bandara ke otoritas
Thai.
Aksi pendudukan bandara berakhir setelah sebelumnya Pengadilan
Konstitusional membubarkan tiga partai besar dalam partai koalisi
berkuasa, termasuk partai People's Power Party (PPP) pimpinan Perdana
Menteri Somchai Wongsawat.
Pembubaran itu dilakukan karena ketiga partai tersebut terbukti
melakukan kecurangan selama pemilu Desember 2007. Buntutnya, Somchai pun
terpaksa mundur dari jabatannya.
Namun meski aksi demo telah berakhir, pemimpin PAD berjanji akan kembali
berdemo jika perubahan politik yang diharapkan tidak terjadi.
"Kami akan kembali ketika negara membutuhkan kami," kata Somkiat
Pongpaibul, pemimpin PAD yang terdiri dari kelompok elit dan kelas
menengah serta didukung oleh militer dan kerajaan. Demikian seperti
diberitakan /AFP, /Rabu (3/12/2008).
Lebih dari 350 ribu penumpang terlantar di Thailand akibat aksi massa
yang menduduki bandara. Pimpinan Bandara Thailand Vudhibhandhu
Vichairatana mengatakan, penerbangan internasional akan dimulai secepatnya.
"Kami akan berusaha mengembalikan semuanya seperti sedia kala secepat
mungkin," katanya kepada wartawan.
Dikatakannya, pesawat milik maskapai Thai Airways yang terbang dari Kota
Phuket akan mendarat di Suvarnabhumi pada Rabu petang nanti. Sedangkan
penerbangan internasional akan dimulai kembali keesokan hari.*(ita/nrl)*
_______________________________________________
Ait-indo mailing list
[email protected]
https://listserv.ait.ac.th/mailman/listinfo/ait-indo