Baby dan rekan advokat semuanya,
Tulisan di bawah patut direnungkan, karena menjelaskan dan menekankan betapa 
pentingnya motif dan kerinduan memuliakan Tuhan di dalam setiap pikiran dan 
perbuatan kita.
Akan tetapi, mengingat penyusunnya adalah seorang ibu rumah tangga, kita juga 
patut mengingat keterbatasan wawasan dan pengertiannya terhadap proses politik, 
tarik menarik kepentingan dalam dunia penegakan hukum.
Seorang lawyer segitiga emas lebih berkepentingan memelihara periuk nasinya 
dengan memelihara hubungan baik dengan klien investor asing, daripada 
memelihara kepentingan negara atau rakyat miskin, yang berada di luar 
jangkauannya, diluar kepentingan langsung pemeliharaan periuk nasinya. Al 
hasil, lawyer korporasi sering terjebak dalam dilema memelihara kepentingan 
klien (baca: periuk nasi) daripada memelihara kepentingan negara/masyarakat 
banyak.
Coba lihat, di depan kantor saya, di depan mall ambasador, kuningan, setiap 
hari macet karena tiada mekanisme aturan lalulintas yang tertib (no traffic 
light/no aturan pemda JKT untuk membuat jembatan penyeberangan/no denda 
terhadap pengelola mal atas kemacetan yang diakibatkan bisnis mal). Singkat 
kata, kepentingan publik terabaikan oleh kepentingan bisnis pemilik mal 
ambasador, dan hingga saat ini, Pemda DKI masih duduk diam tenang saja bukan ? 
sepanjang belum ada korban tabrak lari, karena pengemudi jengkel dengan 
orang-orang yang menyeberang dengan seenaknya?
Coba tolong sebutkan lawyer segitiga emas mana yang sudah menyuarakan masalah 
ini? bukankah semuanya sibuk dan menyibukkan diri dengan perkara kliennya, 
melindungi kepentingan klien terhadap segala resiko hukum kliennya ? Supaya 
reputasi kantornya terpelihara baik ?
Demikianlah, kita musti memahami bahwa sebuah tulisan/ucapan/tindakan itu harus 
dipahami dalam kerangka dan kualifikasi serta kepentingan pembuatnya. ibu rumah 
tangga-kah, Lawyer segitiga emas kah, masyarakat kecil-kah, atau pejabat kah, 
atau PENGURUS PERADI-KAH ? 
Nixon, dan Christian Teo, mohon berkomentar donk, bagaimana kita para lawyer 
korporasi harus bersikap, demi/untuk kemaslahatan kita bersama.
Salam,
Iming Tesalonika
Advokat yang melihat pentingnya profesi Advokat diberdayakan


----- Original Message ----
From: Marthine Pantouw <[EMAIL PROTECTED]>
To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, May 15, 2008 4:33:15 PM
Subject: [posa-fhui] PEKERJAAN MULIA


Baru baca tulisan Holy'98 dari milis PAKJ. Sayang kalo cuma di baca oleh member 
milis PAKJ saja, so I took the liberty to fwd it to our mailing list as well. 
 
Baby'97
 
========================
PEKERJAAN MULIA (Re: [pakj] Fwd: UN-JOB  VACANCY) 
Posted by: "Holy Kalangit" [EMAIL PROTECTED] holykmkalangit 
Tue May 13, 2008 7:19 am (PDT) 
Dear all,
Berkaitan dengan email Sdri. Etha di bwh, saya ingin membagikan
apa yang saya lihat, alami, dan dengar pada beberapa waktu
terakhir ini:
1. Ada seorang komisaris s.s perusahaan asuransi yang
berkecimpung di bidang tersebut dengan pemahaman bahwa asuransi
adalah suatu kegiatan 'mengumpulkan uang dari banyak orang
yang sedang berada dalam kondisi baik, untuk menolong sedikit
orang yang sedang mengalami kondisi tidak baik'. Ini
adalah penghayatan pribadinya mengenai apa yang sedang
dikerjakannya, dan ia mengerjakannya dengan sepenuh hati dan
dengan penuh cinta.
2. Ada lawyer / advokat yang bekerja di s.s lawfirm yang besar
(s.s partner) yang menekuni profesinya dengan menjunjung
prinsip-prinsip yang benar, dengan kerinduan yang besar agar
pengadilan di Indonesia setidaknya bisa seperti di Singapura, di
mana kemenangan para pihak di pengadilan ditentukan oleh
bagaimana argumentasi hukumnya. Tidak seperti di Indonesia yang
banyak argumentasi hukum-nya hanya merupakan basa-basi karena
sebetulnya keputusan pengadilan telah dibeli lebih dahulu dengan
menyuap hakimnya. (Tidak bisa dipungkiri, yang nyuap juga emang
lawyers, sihL..)
3. Ada lawyer yang banyak menangani corporate cases yang
mengerjakan profesinya dengan benar-benar menjunjung tinggi
integritas & profesionalisme & dengan kerinduan untuk membantu &
melayani klien-nya dengan pelayanan yang terbaik. Sebaliknya ada
orang yang bekerja di LSM, tapi tidak disiplin dalam
pekerjaannya, berleha-leha dalam penggunaan waktu dan juga tidak
profesional.
Meski tidak sedikit juga orang yang bekerja di LSM dengan gaji
sangat minim, tapi dengan loyalitas yang sangat tinggi (slh
satunya mungkin seperti penulis email di bawahJ).
4. Ada dosen / akademisi yang 'melacurkan' diri
dan profesinya dengan memberikan pendapat dan opini yang
berbeda-beda mengenai kasus yang serupa di pengadilan yang
berbeda (sehubungan dengan banyaknya sidang pengadilan saat ini
yang memakai 'keterangan ahli' sebagai s.s alat
bukti dalam persidangan), tergantung pada pihak mana yang
membayarnya untuk memberikan keterangan ahli tsb, sesuai dengan
kepentingan pihak tersebut tentunya.
5. Ada ibu-ibu rumah tangga yang dengan sukarela dan sukacita
mengabdikan dirinya untuk melayani suami dan mengasuh anaknya
sebagai wujud pengabdian, kasih, dan ketaatannya kepada Allah.
Namun ada juga ibu-ibu yang berjuang keras dan pontang-panting
bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, dan juga
melakukannya dengan penghayatan bahwa mencukupi kebutuhan
keluarganya adalah kewajiban imannya kepada Allah.
Bila diteruskan, tentunya masih banyak contoh-contoh lain
mengenai beragam profesi dan beragamnya motivasi serta cara
orang-orang dalam menjalaninya.
My point is, in the end, yang menjadikan suatu pekerjaan itu
sebagai pekerjaan yang mulia adalah bagaimana kepekaan &
penghayatan kita akan panggilan Allah mengenai pekerjaan apa
yang harus kita kerjakan ; punya pengertian yang jelas mengapa
kita memilih pekerjaan tersebut ; dan bagaimana cara kita
mengerjakan pekerjaan itu - dan bukannya di mana / apa pekerjaan
kita (tentunya dengan mengecualikan pekerjaan-pekerjaan yang
jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai moral). Singkatnya,
why we work & how we work- lah yang menjadikan pekerjaan itu
mulia, dan bukannya sekedar where we work.
Semoga kita menjadi orang-orang yang melakukan pekerjaan kita
(apapun itu) dengan alasan-alasan yang mulia, dan dengan
cara-cara yang mulia.
Salam hangat,
Holy Laseduw – Kalangit, SH
(Alumni FHUI Angk. '98 – Ibu Rumah TanggaJ)
 

--- On Tue, 5/6/08, restaria etha <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
From: restaria etha <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [pakj] Fwd: UN-JOB VACANCY
To: "alumni-kalabahu lbh jakarta"
<[EMAIL PROTECTED]>, "posa fhui"
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
"pakj" <[EMAIL PROTECTED]>, "kantif" <[EMAIL PROTECTED]>,
"esti" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, May 6, 2008, 12:28 AM

Frankly speaking, saya masih memandang pekerjaan seperti ini
sebagai pekerjaan mulia.. tapi gaji yang sgt besar kerap membuat
motivasi para pelamar adalah uang bukan misi itu sendiri (semoga
anda bukan orang yang saya maksud), dan semoga gaji besar tsb
juga tidak mengurangi rasa empati mereka yang diterima terhadap
orang2 yang menjadi target group dalam misi ini.... semoga
informasi ini membantu... salam, rst
UN <[EMAIL PROTECTED] org> wrote: From: "UN"<[EMAIL PROTECTED] org>
Subject: UN-JOB VACANCY
Date: Mon, 21 Feb 2000 03:05:11 -0800
Our Mission The U.S. Committee for U.N. supports the work of the
World Health Organization to improve the quality of life for
millions of people around the world by promoting democratic
governance, poverty reduction, rural development, crisis
prevention and recovery, energy and environmental issues, and
reducing the impact of the HIV/AIDS pandemic. It accomplishes
these aims by building a broad-based American constituency that
educates for international development and by identifying US
resources for specific U.N. projects that support U.S. national
interests. A. Environmental Officer Location: Belgium/USA/ UK
Salary: $170,600.00 USD. Contract: Fulltime They are responsible
for development oversight, management, and evaluation of programs
in the following areas: bio-diversity, conservation, forestry,
wildlife management, water and coastal resources management,
environmental education, environmental policy, environmentally
sustainable agriculture, community based natural resources
management, urban and industrial pollution reduction, urban
planning and management (including such areas as housing, water
and sanitation), urban and housing finance, energy efficiency and
conservation, renewable energy applications, clean energy
technologies, energy sector planning and global climate change.
Environment Officers apply both a technical knowledge of their
program area and a variety of management and program evaluation
knowledge in order to ensure that projects meet the needs of
who-usa partners and customers in a cost-effective manner. B.
Financial Management Officer Location: Canada/USA/UK Salary:
$174,000.00 USD Duration: Full time They direct the accounting
and payment operations worldwide. In addition, they provide
significant, levels of advisory services to all levels of the
mission and host country governments. This includes
administrative, operational and program matters concerning
financial, budgetary and resource management and implementation
issues.

-- 
Marthine Pantouw

---------------------------------------------
Sometimes happiness is a blessing, but generally it is a conquest - Paulo 
Coelho  


      

Kirim email ke