Rekan2,
Lain padang lain ilalang, 
lain lubuk lain ikannya. 
Lain majalah lain ideologi, 
Lain pikiran lain tendensi
Lain Tempo lain Republika
Lain advokat lain jurnalis

Dibandingkan dengan koran republika, Tempo tidak mengeksploitasi istilah2 
sektarian i.e. jilbab, tim pengacara muslim, hak muslim tererosi, islamophobia, 
diskriminasi berbasis agama, penindasan.

Itulah indahnya peran sebagai wartawan dan/atau advokat. Mereka bisa bermain 
dengan opini publik, yang penting kepentingan oplah dan jasa advokat, 
menghasilkan revenue yang cukup baik, bagi kepentingan periuk nasinya dulu.

Bahwa pada akhirnya publik dirugikan, atau terjadi pembodohan terhadap publik 
atau kemarahan publik...khan publik sedang diajarin cara memilah-milah berita 
menurut berbagai versi dan berbagai sudut pandang.

Kesimpulan awal: 
Berdasarkan dua berita di bawah, Wartawan dan Advokat adalah 2 profesi yang 
paling ahli dalam memainkan emosi publik, untuk kepentingan profesinya dan 
periuk nasinya terlebih dahulu, barulah sisanya untuk kepentingan pencerdasan 
bangsa.

Salam,

Iming
Advokat yang senang memainkan emosi publik, supaya publik lama kelamaan menjadi 
cerdas dikit.




________________________________
From: Sarip <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, November 18, 2008 3:31:28 PM
Subject: Re: [Hukum-Online] RS Mitra Bekasi Didemo ; Mendobrak Fobia Jilbab 
Bersama Mandella

 
Saya orang Bekasi asli, sejak pertama masuk ke RS itu saya sudah curiga dan 
bertanya-tanya siapa seh yang punya niy RS, masa RS sebesar ini cuma punya 
Musholah ukuran 2x2 meter Doang!!!, mana tempatnya di belakang paling pojok 
deket parkiran lagi, klo sholat mahgrib buseng ngantre nya ampun2, udah gitu 
suara imamnya kalah sama suara mobil yang pada lalu lalang disitu. 
 
Saya cuma ngebayangin gimana klo gw kerja disini mo sholat aja susah, kasian 
temen2 muslim disana. Pesen gw buat Bos RS Mitra Bekasi, Bos RS ente kan ada 
di tengah2 kota Bekasi yang mayoritas penduduknya orang muslim, kite para 
keluagra pasien yang lagi pada jaga si sakit mo sholat aja susah. sejak pertama 
masuk ke RS ente, gw udah curiga mungkin pihak RS ini mempunyai sentimen, masa 
musholah yang kami hormati ada di tempat yang paling pojok dan terpencil di 
dalam gedung yang mewah seperti itu, saya rasa ini bukan cuma diskriminasi 
terhadap perempuan tetapi juga terhadap Islam, 
 
Maaf klo terbawa emosi, maklum yeee...
 
----- Original Message ----- 
From: Setyo Mulyo 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, November 18, 2008 11:44 AM
Subject: Bls: [Hukum-Online] RS Mitra Bekasi Didemo ; Mendobrak Fobia Jilbab 
Bersama Mandella

sabar dan pengendalian diri penting.
namun tidak berprasangka buruk juga penting.
persoalan di RS tsb hanya salah satu fenomena yang bisa muncul di permukaan.
beberapa kasus serupa di tempat kerja terjadi.
juga di berbagai wilayah.
saya sendiri mendampingi kasus-kasus serupa baik di RS maupun 
di perusahaan manufaktur. bahkan juga terjadi di berbagai kota di negeri ini
begitu kira-kira.




________________________________
Dari: Milan <[EMAIL PROTECTED] co.uk>
Kepada: Hukum-Online@ yahoogroups. com
Terkirim: Kamis, 13 November, 2008 23:35:47
Topik: Re: [Hukum-Online] RS Mitra Bekasi Didemo ; Mendobrak Fobia Jilbab 
Bersama Mandella


Sabar-sabar jangan emosi.
Perawat RS bukankah memang harus memakai seragam perawat?
Dimodif saja antara seragam RS dengan penutup aurat.
Atau jangan2 yang dipecat kebetulan memakai jilbab, terus jilbabnya dipakai 
sebagai aksi penggerak demo.





________________________________
From: "portal.news@ yahoo.co. id" <portal.news@ yahoo.co. id>
To: Hukum-Online@ yahoogroups. com; Manager-Indonesia@ yahoogroups. com; 
Indonesian-Business @yahoogroups. com
Cc: Konsultasi-Kesehata [EMAIL PROTECTED] com; Belajar-Masakan@ yahoogroups. 
com; [EMAIL PROTECTED] .com; [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Friday, 14 November, 2008 13:22:56
Subject: [Hukum-Online] RS Mitra Bekasi Didemo ; Mendobrak Fobia Jilbab Bersama 
Mandella


RS Mitra Bekasi Didemo

 
TEMPO Interaktif, Hamluddin: Sekitar 500 massa yang tergabung dalam forum 
peduli perempuan menggelar aksi demonstrasi di depan Rumah Sakit Mitra Keluarga 
Bekasi Barat, Jalan Achmad Yani, Kota Bekasi, hari ini. Aksi itu menyikapi 
pemecatan Wine Dwi Mandela, perawat bagian fisioterapi karena mengenakan 
jilbab. "Kami menolak adanya diskriminasi perempuan dalam berpakaian," kata Sri 
Widianti, Ketua Forum Masyarakat Peduli Perempuan.
 
Selain itu, massa juga mendesak RS Mitra Keluarga saat ini juga merevisi 
peraturan perusahaan yang tidak membolehkan jilbab dan manset. Tidak menunggu 
sampai Januari 2009, seperti yang dijanji manajeman rumah sakit.
 
Menurut Sri, penghapusan diskriminasi kaum perempuan itu tidak hanya berlaku 
untuk Wine, tetapi kepada semua perawat di RS Mitra Keluarga yang beragama 
muslim. Selain berdemonstrasi di depan rumah sakit, ratusan massa yang 
didominasi ibu-ibu itu melakukan orasi di depan Islamic Center, dan kantor Wali 
Kota Bekasi.
 
Mereka membagi-bagikan selebaran, dan membentangkan spanduk berisi kecaman 
terhadap RS Mitra Keluarga. Manajemen RS Mitra Keluarga Bekasi Barat menyatakan 
siap memenuhi permintaan massa.
 
"Penutup kepala atau jilbab dan manset mulai diseragamkan awal 2009," kata 
Sonny Martakusuma, kuasa hukum RS Mitra Keluarga.
 
Hamluddin
http://tempointerak tif.com/hg/ jakarta/2008/ 11/14/brk, 20081114- 145949,id. 
html



Mendobrak Fobia Jilbab Bersama Mandella

 
Wine Dwi Mandella. Nama gadis ini mengingatkan pada mantan istri tokoh pejuang 
diskriminasi rasial di Afrika Selatan. Gadis inipun gigih melawan diskriminasi 
yang dialaminya di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, Jawa Barat. Bukan 
diskriminasi rasial, memang, tapi diskriminasi mengenakan pakaian sesuai hati 
nurani: jilbab.

Apa yang dialami Wine bukan terjadi pada era 1980-an, ketika cengkeraman 
Islamophobia masih kuat. Wine justru mengalami perlakuan itu pada 2008, ketika 
Islamophobia telah lama mundur dari pentas; ketika karyawati berjilbab sudah 
menjadi pemandangan biasa.

Kisah malang yang menimpa Wine terjadi tujuh bulan lalu. Ketika itu, perawat di 
Bagian Fisioterapi, Departemen Rehab Medik, RS Mitra, ini, masuk kantor 
mengenakan pakaian dinas yang dilengkapi jilbab dan manset. ''Saya absen pukul 
08.00 WIB. Pukul 09.00, saya dipaksa membuat surat pengunduran diri,'' tutur 
gadis 26 tahun ini, getir.

RS Mitra menganggap gadis berusia 26 tahun ini melanggar peraturan perusahaan 
pasal 17 ayat 4.2 yang isinya: ''Memakai pakaian seragam kerja yang telah 
ditetapkan berikut perlengkapannya yang sesuai dengan perlengkapan di unit 
kerja masing-masing. ''

Wine sempat bersitegang dengan Manager HRD RS Mitra, E Setyodewi. ''Saya 
menggunakan pakaian seragam kerja. Hanya saya tambahkan manset warna kulit, 
serta jilbab warna rambut (hitam), agar tidak terlalu mencolok,'' katanya.
Tapi, Wine mengaku terus ditekan. ''Dewi bicara dengan mata melotot, berkacak 
pinggang, dan sambil menggebrak meja dia mengancam akan mem-black list nama 
saya dari seluruh rumah sakit di Jakarta.''

Wine kemudian dipaksa membuat surat pengunduran diri. ''Saat itu saya membuat 
surat pengunduran diri dengan alasan dikeluarkan karena tidak boleh menggunakan 
jilbab saat bekerja,'' katanya kepada Republika di rumahnya, di bilangan 
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tapi, Setyorini menilai pernyataan Wine terlalu ekstrem. Wine kemudian diminta 
membuat surat pengunduran diri tanpa disertai alasan. Wine menolak. Dia 
meninggalkan tempat itu usai meninggalkan kartu pegawai, kartu HMO (kartu 
berobat), dan kunci loker yang dirampas.

Selanjutnya, RS Mitra mengirimkan surat beberapa kali ke rumah Wine, diakhiri 
dengan surat keputusan bahwa Wine dianggap telah mengundurkan diri karena 
mangkir selama lima hari kerja tanpa keterangan. ''Sudah jelas ini permainan 
pihak rumah sakit, karena mereka tidak mau melakukan pemecatan pada 
karyawannya, '' kata anak kedua dari empat bersaudara ini.

Buka-pasang
Wine menjadi karyawan RS Mitra sejak 2004. Dia mulai mengenakan jilbab pada 
2005. Karena RS Mitra melarang perawatnya berjilbab, selama tiga tahun dia 
hanya mengenakan jilbab saat berangkat dan pulang kerja.  ''Batin saya terus 
bergolak, namun tak berani melawan,'' kata Wine.April 2008, Wine menunaikan 
ibadah umrah bersama keluarga. Saat itulah, Wine mendapatkan ketetapan hati 
untuk berjilbab dalam segala keadaan. Tapi, baru satu hari mengenakan jilbab, 
vonis pun jatuh.

Diperlakukan tidak adil, Wine mengontak Tim Pengacara Muslim (TPM). Anggota 
TPM, Budi Santoso, menilai RS Mitra tidak adil. ''Mereka tidak mau memecat 
karyawan karena tidak ingin namanya jelek di mata masyarakat yang mayoritas 
Muslim. Atau, bahkan enggan memberi pesangon,'' kata Budi.

Kepala Disnaker Kota Bekasi, Agus Darma Suwandi, mengatakan RS Mitra telah 
menerapkan aturan yang bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan. Dia menilai, 
Wine telah memenuhi ketentuan berseragam di RS itu, meski ditambah jilbab dan 
manset. ''Lagi pula, tidak ada aturan spesifik pekerja dilarang mengenakan 
jilbab,'' kata Agus.

Kendati merasa mulai enggan kembali bekerja di RS Mitra, dia kini ingin 
memperjuangkan sesuatu yang melebihi kepentingannya. ''Teman-teman ingin 
berjilbab, namun mereka takut. Saya kasihan melihat kebebasan kita 
diinjak-injak. Maka, saya memutuskan untuk berjuang bagi mereka,'' kata Wine.

Ayah Wine, Ridwan Santoso, mengaku akan terus memerkarakan masalah yang menimpa 
Wine hingga RS Mitra mengizinkan karyawannya berjilbab. ''Kami dizalimi. Pihak 
RS sangat arogan. Kami akan terus berjuang demi tegaknya kebenaran,'' kata 
Ridwan.

Sampai pekan lalu, Setyodewi tetap berkeras bahwa Wine-lah yang mengundurkan 
diri karena tak dapat mematuhi aturan perusahaan. Setyodewi menyatakan Wine 
akan kembali diterima bekerja di Grup RS Mitra dengan berjilbab. ''Maka, 
permasalahan kami anggap telah selesai,'' ungkap Dewi dalam press release, Ahad 
(30/11).

Ke pengadilan
Senin (10/11), kembali dilakukan pertemuan antara Komisi D DPRD, Disnaker, 
Wine, TPM, dan RS Mitra. Sedianya, pertemuan itu menjadi pertemuan pamungkas. 
Tapi, kasus ini malah berlanjut ke Pengadilan Hubungan Industrial.

Pengacara RS Mitra, Sonny Martakusuma, mengatakan kasus Wine hanya masalah 
persepsi. ''Pihak Wine merasa di-PHK, sedangkan RS Mitra menganggap Wine 
resign,'' katanya. Dia menilai masalah tersebut murni masalah ketenagakerjaan, 
bukan diskriminasi.

Mengenai penerimaan Wine untuk kembali bekerja, Sonny menjelaskan bahwa jabatan 
lama Wine di RS Mitra sudah diisi orang lain. Wine, kata dia, akan dipekerjakan 
kembali dengan mengenakan jilbab dan manset di perusahaan lain yang juga satu 
grup dengan RS Mitra. Perusahaan tersebut bergerak di bidang penyedia kebutuhan 
rumah sakit mitra grup, yaitu PT Estetika Interpresindo.

Menurut Sony, Wine akan tetap menerima gaji dan seluruh fasilitas, termasuk 
promosi, seperti sediakala. ''Mutasi ini tidak ada hubungannya dengan jilbab,'' 
katanya. Sonny juga mengatakan RS Mitra hanya membicarakan Wine, dan bukan 
pekerja lainnya.

TPM dan Wine menolak tawaran itu. Budi Santoso meminta Wine dipekerjakan 
kembali sebagai karyawan Bagian Fisioterapi RS Mitra, sesuai keahliannya. 
Selain itu, TPM juga mengatakan bahwa perilaku diskriminatif masih terjadi jika 
pemakaian jilbab hanya untuk Wine.

Thorik A Thalib dari TPM menilai persoalan Wine, mau tidak mau, sudah 
berkembang menjadi persoalan keyakinan bersama yang diganggu. Dia 
mempertanyakan motif RS Mitra yang terkesan memperpanjang persoalan. 
''Sepertinya RS Mitra beriktikad abu-abu.''

Tarik-ulur yang dilakukan RS Mitra tersebut membuat persoalan Wine memang bukan 
persoalan pribadi lagi. Kini, mulai bermunculan solidaritas membela hak-hak 
berjilbab. Kemarin, puluhan orang yang mengatasnamakan diri Forum Peduli Jilbab 
(FPJ), melakukan aksi. Mereka menuntut RS Mitra memperbolehkan tenaga kerja 
memakai jilbab.

Kadisnaker Bekasi, Agus Darma Suwandi, menyatakan mutasi tidak boleh dilakukan 
agar karyawan tidak kerasan dan keluar dari perusahaan. ''Seragam itu wajib, 
jilbab itu hak, jadi seharusnya RS Mitra memerhatikan hak seluruh pekerjanya,' 
' tandas Agus.
 
c88
http://www.republik a.co.id/berita/ 13702.html

________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br> Cepat sebelum diambil orang lain!  


      

Kirim email ke