----- Forwarded Message ----
From: sugihglobal <[email protected]>
To: tonny <[email protected]>
Cc: johnny azali <[email protected]>; willy subastian 
<[email protected]>; ineke tarunajaya <[email protected]>; enrico 
sugiharto <[email protected]>; ginny tianadi <[email protected]>; a.luhung 
<[email protected]>; djody_noor <[email protected]>; cisca arifin 
<[email protected]>; leody <[email protected]>; taufik fgbmfi 
permata buana <[email protected]>; rudy listijo <[email protected]>; maureen 
<[email protected]>; nani a.wijaya <[email protected]>; yani a.wijaya 
<[email protected]>; merry lantani <[email protected]>; tjandra ningsih 
<[email protected]>
Sent: Tuesday, June 16, 2009 9:47:50 PM
Subject: Dibaca jika punya waktu


 




 Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?
> 
> 
> Aku  bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang
>  malaikat
> menemaniku
> dan menunjukkan keadaan di surga.  Kami berjalan memasuki
> suatu ruang
> kerja
> penuh  dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku
> berhenti  di
> depanruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah
>  Seksi Penerimaan.
> Di sini,
> semua permintaan yang  ditujukan pada Allah
> diterima".
> Aku melihat-lihat  sekeliling tempat ini dan aku dapati
> tempat ini begitu
>  sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah
> seluruh  permohonan
> yang tertulis pada kertas dari manusia di  seluruh
> dunia.
> Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan  lagi melalui koridor
> yang panjang
> lalu sampailah kami  pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku
> berkata, "Ini
> adalah  Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan
> dan  berkat
> yangdiminta manusia diproses dan dikirim ke  manusia-manusia
> yang masih
> hidup
> yang  memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya
> ruang kerja  itu.
> Adabanyak malaikat yang bekerja begitu keras karena  ada
> begitu
> banyaknya
> permohonan
> yang  dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke
> bumi.
>  Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung
>  terjauh
> koridor
> panjang tersebut dan berhenti pada  sebuah pintu ruang kerja
> yang
> sangatkecil. Yang sangat  mengejutkan aku, hanya ada satu
> malaikat yang
>  duduk
> di sana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini  adalah
> Seksi Pernyataan
> Terima
> Kasih", kata  Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu.
> "Bagaimana ini?
>  Mengapa
> hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.
>  "Menyedihkan" ,
> Malaikat-ku
> menghela napas. " Setelah  manusia menerima berkat yang
> mereka minta,
>  sangat
> sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan  terima
> kasih". "Bagaimana
> manusia menyatakan terima  kasih atas berkat Tuhan?",
> tanyaku.
> "Sederhana
>  sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata,
> "Terima kasih,  Tuhan"
> "Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri",
>  tanyaku. Malaikat-ku
> menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di  lemari es,
> pakaian yang
> menutup
> tubuhmu, atap di  atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka
> engkau
>  lebih
> kaya dari 75% penduduk dunia ini."
> "Jika engkau  memiliki uang di bank, di dompetmu, dan
> uang-uang receh,  maka
> engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."
>  "Dan jika engkau mendapatkan pesan
> ini di komputer mu, engkau  adalah
> bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan
>  itu." 
> Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan  lebih
> banyak kesehatan
> daripada kesakitan ... engkau  lebih diberkati daripada
> begitu banyak orang
> di dunia  ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari
> ini."
>  "Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam
> perang,  kesepian dalam
> penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan  yang amat
> sangat, maka
> engkau lebih beruntung dari 700  juta orang di
> dunia".
> "Jika orangtuamu masih hidup dan  masih berada dalam
> ikatan pernikahan ...
> maka engkau  termasuk orang yang sangat jarang."
> "Jika engkau masih  bisa
> mencintai ...
> maka engkau termasuk orang yang  besar, karena cinta adalah
> berkat Tuhan
> yang tidak  didapat dari manapun."
> "Jika engkau dapat menegakkan kepala dan  tersenyum,
> maka engkau bukanlah
> seperti orang  kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua
> mereka yang berada  dalam keraguan dan
> keputusasaan. "
> "Jika engkau dapat  membaca pesan ini, maka engkau
> menerima berkat
>  ganda,
> yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu  berpikir
> bahwa engkau
> orang yang sangat istimewa  baginya, dan bahwa engkau lebih
> diberkati
> dari pada  lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan
> tidak dapat
>  membaca
> sama sekali". 
> Nikmatilah hari-harimu,  hitunglah berkat yang telah Tuhan
> anugerahkan
> kepadamu.  Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke
> semua
>  teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa.
> diberkatinya  kita
> semua. 
> "Dan ingatlah tatkala Tuhanmu  menyatakan bahwa,
> 'Sesungguhnya jika kamu
> bersyukur,  pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat
> kepadamu  ."
> Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
>  "Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas
> anug'rah-Mu  berupa
> kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini  dan
> memberikan aku
> begitu banyak teman-teman yang  istimewa untuk saling
>  berbagi."

 

   


      

Kirim email ke