Buat semua nih. Sebenarnya hal yang terjadi sekarang ini tentang pengurasan uang di ATM sudah lama terjadi.
Beberapa tahun yang silam pernah dimasukan di media pada kolom surat pembaca,tetapi selalu Bank yang bersangkutan tidak mau mengakui,seolah hal ini terjadi transaksi normal,bahkan Bank ybs secara besar hati dan yakin ATM dia tidak mungkin dibobol,sampai si empunya uang dibuat bodoh tidak mengerti tehnologi yang benar, atau dijanjikan nanti di periksakan,namun hasilnya si empunya uang tetap kehilangan dananya. dan setahu saya di salah satu Mall pernah juga kebobolan, ini diperbuat oleh si empunya toko,alat debet tsb sudah dipararel dengan alat sadap,kelihatannya normal mesin debet dia angkat dan kita disuruh masukan nomor Pin,tapi dibalik semua itu pararel terjadi di kabelnya. Kemudian kita ingat telpon kartu yang terpasang ditempat-tempat umum,tiap kartu kita berisi pulsa dari 25.000 s/d 100.000 kemudian kalau kita pakai dia akan berkurang sendiri secara otomatis, tapi kemudian tidak dipakai lagi karena bisa digandakan atau diisi oleh org yg tdk bertanggung jawab,caranya mudah. Belakang kartu itu ada pita magnetic yang mencatat isi pulsa,coba anda ambil batangan magnet apa saja godokkan pada magnet tsb pasti data nilai tsb hilang,demikian pula dengan kartu ATM anda gosok aja kalau ngak percaya pasti kartu itu tdk bisa dipakai lagi. Karena hal2 semacam itu tidak diperhatikan oleh kita sipengguna ATM dan Bank yang mengeluarkan juga merasa aman, timbullah hal ini berulang bahkan lebih canggih,kamera mini yg wireless sudah banyak dipasaran bahkan lebih maju sistemnya,tanpa sinar dia bisa lihat jelas,itupun bisa di transmited sejauh 100 meter dimana sipelaku bisa memonitor lewat laptop bahkan direkam gerakan tangan anda wkt menekan PIN. Jadi kesimpulannya cara ini udah kuno dan Bank kalau tdk berusaha merubah sistemnya dengan chip yg diletakan pada kartu pasti akan banyak complaint lagi mungkin mesin ATM nya diangkut sekalian (ini pernah terjadi kan),baiklah kita tunggu sekarang mereka tiarap,beberapa lama lagi muncul mungkin lebih canggih lagi caranya. Jadi kesimpulannya betul yang dikatakan krebsonsecurity.com kita harus serba hati2 dan kalau mau bertransaksi lewat kartu ATM atau ambil cash di ATM pilihlah ATM yang berada ditempat ramai atau di kantor Bank tsb yang ada penjagaannya. _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: 23 Januari 2010 6:43 To: [email protected] Subject: Re: x-sempaka: (unknown) Met pagi semua nya ............ Thx buat Frida atas infonya .................................GBU ALL Powered by Telkomsel BlackBerryR _____ From: Frida Tanuwijaya <[email protected]> Date: Sat, 23 Jan 2010 07:32:04 +0800 (SGT) To: <[email protected]> Subject: x-sempaka: (unknown) Pembobolan Dana Nasabah Kenali Skimmer di Mulut ATM <http://www.detiknews.com/images/content/2010/01/21/10/skim1.jpg> krebsonsecurity.com gb <http://www.detiknews.com/images/content/2010/01/20/157/penipuancaver.jpg> <http://foto.detik.com/readfoto/2010/01/20/170935/1282675/157/1/5-penipu-via -phone-banking-dibekuk> 5 Penipu Via Phone Banking Dibekuk Jakarta - Skimmer, alat pencuri data nasabah yang dipasang di mulut ATM, menjadi beken pasca terkuaknya kasus pencurian dana nasabah BCA dan 5 bank lainnya di Bali. Alat ini dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan nasabah awam akan menganggapnya tidak ada yang ganjil. Gambar di atas adalah salah satu alat skimmer yang disebut "contoh yang sempurna" dalam artikel di www.krebsonsecurity.com. Gambar pertama menunjukkan mulut/slot untuk keluar masuk kartu ATM yang asli. Gambar kedua adalah alat tambahan (electronic data capture) alias skimmer. Gambar ketiga adalah wujud skimmer yang dipisahkan dari slot asli. Gambar keempat, setelah kedua alat ini disatukan, terlihat sempurna bukan? Orang awam tentu tidak akan ngeh. Skimmer di atas ditemukan di ATM Citibank di Woodland Hills, California, AS, pada 6 Desember 2009. Ketika seorang nasabah memasukkan kartu ATM-nya di slot, data di kartu nasabah langsung terekam. Skimmer ini juga dilengkapi kamera mikro guna merekam gerak-gerik jemari nasabah saat memencet PIN. Ketika data nasabah dan PIN telah dikantungi, pencuri segera membuat kartu bodong. Data nasabah yang telah didapat dimasukkan ke dalamnya dan berbekal PIN yang telah dipelajari, t erjadilah upaya pembobolan rekening tersebut. Semalam, Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana telah menemukan alat skimmer itu di sebuah mesin ATM. Bagaimana bentuk skimmer tersebut, apakah sama seperti gambar di atas, Gede akan memperlihatkannya hari ini. Menurut Gede, alat ini dipasang di mulut ATM. Kemudian, dipasang kamera kecil tak jauh dari mesin ATM tersebut. Sementara tak jauh dari lokasi tersebut pelaku memantau transaksi nasabah via laptop. "Nanti kita akan mengundang kepala bank di Bali. Alat ini akan kita demokan di depan mereka sehingga mereka bisa mengetahui modus operandi pelaku dan pola antisipasinya," paparnya. Skimmer ini bisa ditangkis dengan alat anti-skimmer. Menurut ahli forensik digital, Ruby Alamsyah, sejumlah ATM di Indonesia telah dipasangi alat anti-skimmer. Hanya saja jumlahnya baru sedikit. Bagaimana menghindari Skimming? * Kenali mesin ATM yang digunakan dengan baik. * Kalau bisa, gunakan ATM di lokasi yang sama sesering mungkin sehingga akan terlihat jika terjadi perubahan. * Perhatikan bila ada hal aneh pada mesin ATM seperti goresan, bercak, selotip, bekas lem dan hal-hal mencurigakan lainnya. * Jika menemukan perubahan atau keganjilan pada ATM, laporkan pada pihak Bank dan tunda/jangan lakukan transaksi. * Upayakan untuk mengakses ATM yang ada di dalam bank atau di lokasi yang ramai dan terang untuk meminimalisir risiko. * Untuk penggunaan kartu di luar ATM (pada tempat belanja atau restoran) selalu perhatikan apa yang dilakukan petugas pada kartu dan tanyakan jika ada perilaku yang aneh. * Jika digunakan saat berbelanja, kartu harusnya hanya digesekkan pada mesin resmi dan mesin kasir, * tanyakan pada petugas bila menggesekkan kartu ke alat lain (terutama jika alat itu ada di tempat tersembunyi seperti di balik meja). ---------- Share your pictures on www.zonerama.com

