Mas Aan,

Benar yang anda tulis bahwa "Secara alamiah tentu saja operator lebih
memberikan prioritas kepada pelanggan yang lebih besar/lebih menguntungkan
(ingat perusahaan publik tujuannya cari untung), so jangan terlalu naif
dalam berpikir bisnis, tapi mungkin bisa lebih ke arah proporsional", tapi
anda perlu ketahui bahwa TELKOM adalah perusahaan negara yang memiliki hak
monopoli. Apa artinya? artinya TELKOM harus melayani kepentingan publik dari
yang levelnya perusahaan sampai ke perorangan.

Satu lagi, anda harus melihat esensi dari diskusi yang menurut anda mengarah
kepada "marah-marah, sinis, sindiran, prejudice, hujatan dll",kenapa hal ini
bisa terjadi, apakah hal tersebut muncul begitu saja? Saya rasa yang terjadi
adalah mailist 'ers yang complain/curhat di forum ini sudah menempuh
berbagai cara untuk mengatasi masalah yang terjadi dengan pihak TELKOM, dan
ketika mereka putus asa mereka curhat di forum ini.

Thanks & Best Regards,
Eko Darminto

-----Original Message-----
From: aan helmy [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, February 25, 2005 2:11 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [asosiasi-warnet] perwakilan telkom di milis



Dear All,
mungkin ada beberapa hal yang melatarbelakangi, ditinjau dari segi bisnis,
warnet tidak menguntungkan bagi ISP, stereotype warnet adalah menyedot
bandwidth besar, maunya harga murah (kadang karena ngejar banting-bantingan
harga), serta rewelnya minta ampun. Hal ini bukan maksud saya
menggeneralisir tapi merupakan kecenderungan (stereotype) toh tidak semua
warnet/game center demikian. Coba bandingkan dengan melayani
korporasi/perusahaan, ambil bandwidthnya besar (istilahnya beli borongan),
bayarnya sesuai (maksudnya bukan tidak cari harga yang kompetitif tapi lebih
cenderung tidak sensitif harga), dan nggak rewel. Wajar khan jika
warnet/game center cenderung tidak/kurang mendapat perhatian. Secara alamiah
tentu saja operator lebih memberikan prioritas kepada pelanggan yang lebih
besar/lebih menguntungkan (ingat perusahaan publik tujuannya cari untung),
so jangan terlalu naif dalam berpikir bisnis, tapi mungkin bisa lebih ke
arah proporsional.
Nah lucunya, kalau diperhatikan di milist ini sudah tidak kondusif, artinya
ruang diskusi sehat sudah sulit didapat, lebih kearah forum complain,
prejudicedan debat kusir, belum apa-apa sudah marah-marah, baru kirim email
sudah pakai kapital semua, kalau ada pertanyaan salah satu anggota dan dalam
beberapa waktu tidak ada yang menjawab terus marah-marah. Mbok ya dijaga
NETIKET dan saling menghargai, harusnya kita lebih dewasa, tiap orang punya
masalah dengan layanan public, apakah itu operator telekomunikasi (fix dan
selular), transportasi, listrik dll, tapi saya kira tidak akan selesai
dengan marah-marah, sinis, sindiran, prejudice, hujatan dll.
Beberapa persoalan bisa selesai kalau dikomunikasikan dengan baik, kalau
sungkan lewat milist bisa dilanjutkan lewat japri, tapi intinya milis ini
membuka barrier entry komunikasi dan bypassing birokrasi. Sangat disayangkan
jika sudah mulai bergeser dari tujuan semula sebagai ajang silahturahmi.
Saya juga salut buat Pak Taryoko dan dengan kerendahan hati saya mohon maaf
jika kata-kata saya kurang berkenan.

aan


*********** REPLY SEPARATOR  ***********

On 2/25/2005 at 9:42 AM Judith MS wrote:

>On Thu, 24 Feb 2005 05:25:42 -0800 (PST), dedy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> 
>> ibu judith kalau bos...bos om telkomnya ikut milis ini mungkin bisa
>mendengar dan melihat kalau gak ikutan yah sama aja bohong
>> 
>> [EMAIL PROTECTED]
>
>Rekan Dedy
>Setahu saya dari ribuan members milist awari ada PULUHAN rekan rekan
>dari Telkom yang berasal dari aneka divisi/divre  di seluruh Indonesia
>tetapi entah apa yg ada difikiran  rekan rekan TELKOM sehingga mereka
>sungkan bersuara ????
>sedikitnya ada dua petinggi Telkom yang ikut memantau milis ini dan
>kerap berkomunikasi via japri tetapi  Pengalaman mengatakan Telkom
>sangat rentan terhadap kritik .
>Semakin dikritik manajemen Telkom semakin menutup diri dan selalu
>mencari justifikasi pembenaran dari kesalahan yang ada tanpa mau
>berusaha melihat akar permasalahan dari kasus tsb
>
>dulu beberapa kali sahabat saya Firgun ( yg sekarang hilang entah
>kemana ??? )  dan Kakandatel Jakarta Selatan yg saat ini mendapat
>Promosi menjadi Kadiv FWA  Pak Dian Rahmawan sempat bersuara dan
>sekarang menghilang dan kini digantikan Pak Taryoko dari Semarang
>
>Apakah dari puluhan Ribu anak bangsa yang bekerja di TELKOM hanya ada
>segelintir manusia yang sudi berkomunikasi dengan komunitas jasakom
>dan warnet ???
>
>
>
>
>Judith
>
>
>Official Web Site : http://www.awari.or.id
>Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
> 
>
>
>
>
>
>-- 
>No virus found in this incoming message.
>Checked by AVG Anti-Virus.
>Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.4.0 - Release Date: 2/22/2005





-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.4.0 - Release Date: 2/22/2005



Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links



 




[Non-text portions of this message have been removed]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke