Kalo memang bener buncis ini bisa mbenerin pangkreas(asal penyebab diabetes), 
maka bersyukurlah kita bahwa sang pencipta masih mau menolong sebagian mahluk 
ciptaanNya  melalui mahasiswi IPB ini...hiks.


salam,
BNet

----- Original Message -----
From: Januar 
To: Ria , ponimin , Nurvita , melti , juni , elly , Diana , Bennet 
Subject: FW: Lawan Kencing Manis Dengan BUNCIS
Date: Tue, 8 Mar 2005 09:12:04 +0700


Lawan Kencing Manis dengan BUNCIS .....
� 
� 
PENYAKIT kencing manis atau bahasa keren-nya
diabetes melitus banyak diidap
orang Indonesia. Seorang penderita diabetes melitus
memiliki kadar gula
dalam darah yang tinggi sehingga si penderita harus
hati-hati dalam
menerapkan pola makan. Dokter pun sering
menganjurkan agar penderita
disiplin dalam mengonsumsi obat, berdiet, dan
melakukan olah raga, serta
menjauhi stres.
� 
Banyak memang obat yang beredar di pasaran untuk
mengobati diabetes
tersebut, namun sering harganya mahal karena
bahan-bahannya haruslah
diimpor. Bagaimana mau menjauhi stres jika untuk
membeli obat yang harganya
selangit saja susah.
� 
Beruntung, kini telah ditemukan obat yang murah
meriah dan dapat diperoleh
dengan mudah. Di pasar-pasar tradisional yang becek
ketika hujan dan penuh
debu saat musim kemarau, "oba t" ini bisa dengan
mudah didapatkan. Di
supermarket-supermarket pun ada, tapi kalau mau
lebih murah memang lebih
baik memilih di pasar tradisional. Kalau malas
bepergian, kita cukup
menunggu tukang sayur yang lewat depan rumah.
� 
Lalu "obat" apa yang murah meriah itu?
� 
Buncis. Ya, tepat. Tanaman yang buahnya mirip kacang
panjang, tapi lebih
pendek dan gemuk itu ternyata mampu mengobati
penyakit diabetes melitus.
Hal tersebut terungkap dalam disertasi Yayuk
Andayani, yang telah
mempresentasikan penelitiannya berjudul "Mekanisme
Aktivitas
Antihiperglikemik Ekstrak Buncis pada Tikus Diabetes
dan Identifikasi
Komponen Aktif" untuk memperoleh gelar doktor di
kampus Institut Pertanian
Bogor (IPB) Darmaga, beberapa waktu lalu.
� 
Dalam penelitiannya, Yayuk menggunakan tikus putih
sebagai binatang
percobaan. Tikus putih berusia tiga bulan itu oleh
Yayuk diberi perlakuan 
indu ksi diabetes. Artinya, "dengan sengaja" si tikus
putih dibuat mengidap
diabetes melitus. Sebelum diinjeksi dengan diabetes,
tikus tersebut telah
diberi ekstrak buncis. Ternyata dalam waktu 30 menit
setelah "dengan
sengaja" dibuat menderita diabetes, tekanan gula
darah tikus-tikus
percobaan kembali normal, tanpa mengalami penurunan
pada tingkat
hipoglikemik (di bawah kadar gula normal-red.).
� 
Timbul pertanyaan, apa sih "kesaktian" buncis
sehingga hanya dalam waktu
setengah jam bisa menurunkan kadar gula dalam darah
hingga batas normal.
� 
Berdasar analisis Yayuk, di dalam buncis terkandung
zat yang dinamakan
B-sitosterol dan stigmasterol. Kedua zat inilah yang
mampu meningkatkans
produksi insulin.
� 
Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan secara
alamiah oleh tubuh kita
dari organ tubuh yang dinamakan pankreas. Insulin
berfungsi untuk
menurunkan kadar gula dalam da rah. Seseorang
mengalami diabetes melitus
bila pankreas hanya sedikit menghasilkan insulin
atau tidak mampu
memproduksi sama sekali.
� 
Ternyata dua zat tadi mampu merangsang pankreas
untuk meningkatkan produksi
insulinnya. Selain dua zat tadi, Yayuk memperoleh
data bahwa dari 100 gram
ekstrak buncis terkandung karbohidrat 7,81 persen,
lemak 0,28 persen,
protein 1,77 persen, serat kasar 2,07 persen, dan
kadar abu 0,32 persen.
� 
Bagi dunia kedokteran dan farmasi, penemuan Yayuk
ini tentu bisa dijadikan
referensi untuk membuat obat diabetes dengan
mengekstrak buncis. Tentunya
banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi
masyarakat, karena obat
diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan
banyaknya bahan yang
tersedia.
� 
Bagi masyarakat, terobosan Yayuk itu bisa melegakan
hati banyak orang
pengidap diabetes melitus, khususnya mereka dari
kal angan tidak mampu.< BR>Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara
teratur, kadar gula dalam
darah bisa turun.
� 
Pengolahannya pun tidak sembarangan. Manfaat buncis
lebih terasa bila
dimakan sebagai lalapan. Kalau dimasak dalam bentuk
oseng-oseng, dengan
tambahan daging, tentunya sama saja.
� 
� 
Berbahagialah mereka yang kerap makan lalapan
buncis. Ternyata selain
manis,buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan
penyakit kencing manis.


-- 
___________________________________________________________
Sign-up for Ads Free at Mail.com
http://promo.mail.com/adsfreejump.htm



Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke