At 10:15 AM 4/10/05 +0700, Effendy Kho wrote: > >Saya melihat ada 2 solusi (atau kombinasinya) dalam hal ini: >1. Pakai opensource, ini juga ngak susah2 amat dan bahkan memberikan peluang >bisnis sampingan baru seperti training singkat dsb. Problem adalah user yang >"ngeyel" ya suruh pakai opsi 2 di bawah ini.
Secara teknis, pemakaian open source utk warnet tidaklah sulit dan mudah dipelajari. Tetapi kenapa kok gak banyak warnet yg memakai open source ?, karena masalah warnet bukan hanya masalah teknis belaka dan saya yakin jika pak Ase pernah terlibat secara langsung dlm mengelola warnet akan dapat memahaminya. Pengguna warnet yg populasinya cukup banyak adalah pelajar (SLTP & SLTA), mahasiswa, karyawan. Mereka semua se-hari-harinya ketemu dgn windows, baik di sekolahan/kampus, kantor maupun dirumah. Apalagi saat ini semakin banyak lembaga pendidikan yg melakukan kerjasama dgn Microsoft termasuk diantaranya pengadaan produk-produk M$ dengan harga yg sangat-sangat murah. Artinya pelanggan warnet adalah orang-orang yg setiap harinya pemakai windows. Idealnya harga produk M$ utk warnet bisa disamakan dgn harga M$ utk lembaga pendidikan. >SDM menguasi Linux sangat di >cari oleh perusahaan2 (ini fakta bukan karangan, dari pengalaman jadi >konsultan linux). Kita disini di forum AWARI, artinya kita semua berjuang bagaimana warnet bisa tetap eksis dan bisa berkembang, bisa turut berperan serta didalam mencerdaskan rakyat dgn jalan memberikan akses internet dgn biaya yg terjangkau bagi rakyat kebanyakan. Jika para operator warnet pada pindah ke perusahaan, nasib warnet bagaimana dong pak......, apa pada tutup semua. Kalau memang pasarnya besar, lembaga kursus aja pak yg di galakkan...., pasti bakalan laku ........ >Cara2 dan kesulitan serta solusi sudah sering kita >diskusikan di milist ini jadi saya rasa tidak perlu di ulang2 lagi, tinggal >buka arsipnya saja. Betul, sdh terlalu banyak dan sering dibahas dimilis ini, jika masih kekurangan bisa datang ke Gramedia ...... atau bisa cari di internet ....bahan-bahan masalah open source sangat berlimpah......... >2. Rekalkulasi bisnis plan, >Warnet/gamenet yang mau pakai software proprietari harus menghitung ulang >investasinya, kalau dulu yang diperhitungkan hanya untuk sewa tempat dan >hardware, kini harus di hitung lagi komponen software. >Kalau semuanya melakukan bersamaan maka harga sewa seluruh gamenet/warnet >mungkin akan naik 100%, kalau dulu tanpa software Rp.2500/jam sekarang jadi >Rp.5000/jam. Didalam menghitung harga jual warnet, selalu akan mempertimbangkan juga daya beli dari pemakai warnet. Jika warnet pemakai OS windows hrs membeli secara legal dgn harga pasar tanpa disubsidi, saya yakin pelanggan warnet akan kabur krn tak mampu membayar. Jika seseorang menggunakan internet dirumah, akan mengeluarkan biaya sekitar Rp. 12.000,- per-jam. Maka harga jual warnet harus dibawah itu dan idelanya sekitar 50% dari Rp. 12.000,- = Rp. 6000,- per-jam. Solusinya ya M$ dipaksa (kalau bisa ...) memberi harga khusus utk warnet, kalau ke lembaga pendidikan bisa kenapa ke warnet gak bisa? >Jadi sekarang kita memperlakukan Software seperti vga card. >Kalau semua warnet melakukan secara serentak maka konsumen juga akan menerima >dan tidak akan pindah ke warnet lain. Asumsi ini harus dikaji lagi lebih jauh pak....., sepertinya tdk semudah itu ......... >Yg ngak mau pakai software legal lah >yang akan di sweeping petugas kalau perlu dilapori oleh AWARI. >Yg menjadi problem adalah kalau sebagian mau pakai software legal dan >sebagian >tidak mau (ini persis seperti urusan pajak, ada perusahaan yang ngak bayar >dan ada yang bayar). Tetapi akan lebih baik jika seluruh warnet bisa bersatu dan secara bersama-sama mencari solusi yg bisa diterima semua pihak. >Yg menjadi tugas Awari menurut saya adalah mengorganisir hal tersebut, >mencatat dan memberikan surat keterangan warnet2 yang sudah memakai software >legal, menentukan patokan harga minimal sewa perjamnya. (seperti harga tiket >pesawat). Yg melanggar harga minimal langsung di coret dari Awari. >Diluar itu biarkan saja warnet2 nya di sweeping dan tidak perlu di >perjuangkan >oleh Awari. Awari tidak akan mampu untuk memberikan pembelaan bagi pelanggar >hukum. Awari harus mendukung penegakan hukum khususnya HAKI, dan mencarikan >jalan keluarnnya. Janganlah pak......., akan lebih baik jika warnet tetap bersatu....., jika tidak, akan banyak bermunculan AWARI-AWARI baru dan ini tidaklah baik. >Usaha untuk melobi mendapatkan harga murah tidak akan dapat dicapai dalam >waktu dekat, tidak ada satupun orang MS di Indonesia yang punya wewenang >untuk memutuskan hal itu. Bahkan om Gates pun mungkin tidak bisa memutuskan, >ingat loh MS itu perusahaan Public. Tetapi perjuangan jangan dikendorkan, negosiasi ke Microsoft, para penegak hukum, pemerintah hrs dilakukan terus.......... >Fakta memang pahit, tapi Warnet/Gamenet adalah badan usaha/bisnis (walaupun >fungsi edukasi juga sangat merekat) jadi semuanya harus bisnis oriented. >Ikuti aturan bisnis, hormati UU kita, paksa juga konsumen kita melihat dari >kacamata kita. Marilah kita jalankan bisnis dengan muka menghadap ke atas dan >dada yang dibusungkan. Kebanyakan pengusaha warnet masuk golongan UKM, bahkan banyak dari mereka masih berstatus mahasiswa ........ Bagaimanapun warnet juga mempunyai andil didalam mengurangi masalah pengangguran. > >Kalau merasa berat juga ya berarti Warnet secara bisnis sudah tidak >menguntungkan lagi, saatnya beralih ke bisnis lain. >Kalau memang tujuannya untuk edukasi ya carilah sponsor. Beratnya warnet hanya di harga software yg mahal itu pak Ase....... Semoga AWARI didalam setiap pengambilan keputusannya, dapat mengedepankan kepentingan warnet secara keseluruhan ...., Amien. Sukses utk AWARI ...... salam, Official Web Site : http://www.awari.or.id Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

