Wah sedihnya, kalo Ketua AWARI sendiri yang memandang sebelah mata bisnis game center ini....Kalo boleh jujur, teman2 yang mendirikan warnet dulu juga gak mikir ; "ah, gw mau bikin warnet, biar membantu mencerdaskan anak bangsa....". Pikiran yg sangat naif saya kira. Baik teman2 yg mengelola warnet maupun game center pasti mikirnya untuk meningkatkan kesejahteraan, kalau kata-kata "buat nyari duit" dianggap terlalu kasar.... Memajukan bangsa atau tidak, saya pikir hanya side effect. Artinya itu bisa dicapai kalo dalam penggunaan dan pengelolaannya dikerjakan dengan benar. Nyatanya warnet juga sering jadi ajang "pendidikan seksual yg salah dan terlalu dini" bagi anak2 bangsa. Sering juga jadi tempat para carder & hacker melangsungkan aktivitas ilegalnya.... Tapi tidak jarang juga game center jadi tempat yg enak untuk mengakrabkan komunitas dan mencari teman, perputaran uang di antara para gamer untuk urusan jual-beli item game pun terkadang hasilnya lebih besar dari gaji pekerja kantoran di Jakarta. Bahkan saya membayangkan kalau punya anak nanti pengen saya ajari sering main game agar dia bisa cepat mengenal komputer, bisa berpikir secara sistematis, logis, dan stratejik. Bukankah ini "mencerdaskan" juga? Sekali lagi, Bu, ini hanya masalah penggunaan. Selama penggunaanya benar, tujuan yg baik pun pasti akan tercapai.... Saya mendukung usaha2 Ibu untuk mengarahkan baik warnet maupun game center untuk menggunakan software legal. Tapi sepanjang pengamatan saya, perhatian untuk memajukan bisnis game center masih kurang. Beruntung dari beberapa peserta milis mau membagi pengalamannya agar game center pun bisa dibuat legal. Tapi seandainya itu disupport penuh oleh asosiasi dalam bentuk misalnya: negosiasi ke pengelola game online agar dimungkinkan pengguna open source bermain game online dan memberikan standarisasi instalasi bagi game center agar dapat bermain game dengan baik dan benar (maksudnya bermain dengan lancar tapi softwarenya legal...), pasti pengelola game center akan sangat bergembira. Sejauh pengamatan saya, adanya game center dan warnet dalam satu tempat sangat menguntungkan dan saling melengkapi. Selama masa bisnis warnet jenuh beberapa waktu lalu, game center dianggap sebagai dewa penolong karena memasukkan pangsa pasar baru ke bisnis ini ; kelompok usia anak2 sekolahan SMP dan SMA. Sekarang warnet dan game center saling melengkapi. Pengunjung warnet kalau pas bosen bisa main2 game. Sebaliknya para gamer juga lebih senang kalau sekalian bisa nge-net di tempat yang sama. Yang jelas, tolong jangan lagi komunitas game center yang jumlahnya lumayan ini dipandang sebelah mata. Kami ingin semuanya baik dan benar, tapi juga mohon bantuan Ibu dan teman2 semua untuk menuju ke sana.
Terima kasih dan mohon tanggapannya.... > > kalau bapak mikir nya seperti itu..., coba pikir apa game centre ada > "itikad" memajukan bangsa??? > menurut saya pribadi, lebih baik lagi teman's yang mempunyai warnet, karena > jelas-jelas mereka membantu mencerdaskan anak bangsa. > di Jogja, ada game-centre dipusat kota. lokasi nya dekat dengan SMP dan SMU. > kalau jam sekolah, terutama jam pulang sekolah, alamak, isi game centre itu > anak sekolah semua. > ah.., au ah, GELAP!!! > > Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

