--- auliah azza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kayaknya lembaga kursus ngga sanggup beli lisensi
> berpuluh juta setiap
> komputer dan ga tega membebankan biaya tersebut ke
> calon siswa
>
> Saya buka lembaga kursus, setelah dihitung-hitung
> ... gila ... saya
> harus kenakan biaya berapa ke calon siswa kalau saya
> beli software
> asli.. Tapi
> kasihannya kalau yang ga punya komputer. Kalau ke
> tempat lain kata
> mereka jauh banget.
>
> Katanya M$, ada discount 90% untuk lembaga kursus
> tapi untuk software
> yang lainnya adakah discount sebesar itu?
>
> Bagaimana kalau lembaga kursus itu juga buka rental
> dan warnet ?
> disetujui kah untuk dapat discount 90% tapi dengan
> syarat tertentu ?
>
> Berarti pula yang mampu belajar dengan software mie
> kocok adalah orang
> kaya, yang banyak uangnya. Orang ga punya pasti ga
> mampu kecuali ada
> beasiswa ...
makanya kita sarankan pada pemerintah untuk tahun
ajaran 2006-2007 (tahun ajaran 2005-2006 mungkin
mepet, alasannya buku acuan udah tanggung dicetak :( )
untuk mata pelajaran komputernya (TIK),kurikulumnya
diganti dengan OS linux sebagai sofwarenya. meskipun
kata mie kocok khusus sekolah (sekolah ama lembaga
pendidikan sama engga,yah?)dikasih diskon hingga 90%
dan sewa sofware $2,5/komputer/tahun (maaf jika salah
tanyain bu anti,saya dapat berita ini dari milis
sebelah).tetep aja timbul masalah.misal di kelas
dikasih tugas ngerjain dari M$,eh pas ke rental(karena
engga mampu beli kompi)enggak ada sofware M$ (karena
kalau direntalkan pake analisa apapun enggak layak
pakai sofware M$ asli)dan yang ada pinguin.coba apa
yang akan dilakukan siswa? dua kemungkinan
1. tidak dikerjakan karena tidak ada sofwarenya
2. dikerjakan tapi tidak sesuai keinginan guru
3. bisa numpang di teman yang punya kompi M$, tapi
kalau yang ngerjainnya sekelas? :)(yang ada bukannya
ngerjain malah ngerumpi)(udah ah takut ngelantur)
NB :)
sebenarnya warnet siap beropensource selama pemerintah
punya komitmen yang sama, ya misal dengan kurikulum
pelajaran sekolah menggunakan OS opensource, sebab
rental,warnet konsumennya kan sebagian besar merupakan
pelajar,jadi apabila disekolah udah tahu apa itu OS
opensource jadi enak,
bila pemerintah tidak mau dengan alasan:
1. engga mau karena M$ memberikan OS windowsnya gratis
bagi institusi pendidikan dan pemerintahan,jadi buat
apa migrasi ke OS opensource?
2. harus mengubah kurikulum lagi dan engga bisa
diterapkan untuk tahun ajaran 2005-2006.
3. karena mepetnya waktu dan engga ada biaya
4. kurangnya tenaga pengajar dan perlunya pelatihan OS
opensource bagi guru komputer
5. bila beralih ke OS opensource berarti tiap sekolah
harus mengupgrade dulu komputernya dan ini memerlukan
biaya
bila minimal kelima alasan ini dikemukakan pemerintah
dalam hal ini kementrian pendidikan, kira-kira jawaban
apa atau solusi apa yang dapat diberikan oleh
komunitas ?
> Mudah-mudahan Linux berkembang lebih maju dan
> kualitas openoffice
> lebih bagus dan tidak bikin susah, biking pusing dan
> lebih simple
> lagi.
Amin Ya robbal Alamin
____________________________________________________
Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football
http://football.fantasysports.yahoo.com
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/