--- Nizar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> On Tue, 16 Aug 2005 15:02:53 +0700, Agus Daeng
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Orang Indonesia kebanyakan, dan jujur saya pernah
> ada dalam mentalitas itu
> >
> > Sudah
> 
> >> dibuktikan di negara manapun bahwa ketaatan
> terhadap
> >> perijinan pajak dan
> >> sejenisnya membawa kesejahteraan ke masyarakat,
> >
> > setuju, asal jangan terlalu dipajakin apalagi
> > dipalakin.
> 
> Bukan masalah besar kecilnya, yang jadi masalah
> terukur atau tidak  
> terukurnya, Jerman itu VAT nya 14% tapi tetap mereka
> memiliki ekonomi yang  
> solid.Dan pungutan Vat diberlakukan merata sehingga
> semua ada dalam  
> parameter bisnis yang sama.
> 
> > rencana kenaikan pajak VAT singapore dari 3 %
> menjadi
> > 5 % bikin pusing para investor di singapore.
> >
> 
> Vat di singapore 7% mas. Lagian VAT kenapa bikin
> bingung Investor, begitu  
> produk mereka diekspor VAT tidak dikenakan,
> jangankan begitu kita beli  
> barang di setiap sudut singapore, di airport sudah
> disediakan counter VAT  
> Refund, untuk mengembalikan VAT yang 7% tadi.
> 
> > setuju, asal penghargaan yg diminta jangan terlalu
> > berlebihan , minimal adil and ada rasa peduli
> melihat
> > segment pasar yg dituju. yach model di Manila gitu
> lho
> > :)
> >
> 
> Kalau objectnya MS, mereka bisa begitu karena tidak
> ada kompetitor,  
> percayalah begitu steve job merilis OS untuk PC,
> akan terjadi perang harga  
> antara MS dan Apple, yang dapat benefit, ya kita
> kita. MS dan Apple dapat  
> dukungan sama dari seluruh vendor pheripheral.Kalau
> perang ini jadi perang  
> harga could be as less as 30-40 USD.
> 
> > pasar apa dulu nich...?
> 
> Pasar itu perilaku sekelompok manusia yang terlibat
> dalam proses jual dan  
> beli, sebuah produk bisa laku menjadi sumber
> pemasukan apabila dibeli oleh  
> pasar. (Sorry bukan ngajarin). Pasar mempunyai
> karakter tersendiri yang  
> dalam banyak hal harus diikuti oleh
> produsen/penyedia jasa. Faktornya  
> macam macam bisa kualitas bisa harga. Artinya dalam
> kasus kita sebagai  
> warnet, adalah perbuatan melawan pasar jika di Jalan
> Suci Bandung kita  
> mencoba menjual jasa internet senilai 10 ribu rupiah
> per jam. Dalam  
> konteks Investasi adalah perbuatan melawan pasar
> jika ada policy Pajak 50%  
> misalnya, adalah melawan pasar juga jika kita tidak
> memperkenankan orang  
> lain menjual produk ke kita, karena akhirnya orang
> tidak akan membeli dari  
> kita. Dan Indonesia selai sumber daya mineral orang
> sudah ogah untuk  
> membeli produk kita.
> 
> > heheh, makanya banyak warung kelontong yg pd bubar
> > karena sikap menerima pasar Indomaret utk masuk ke
> > seluruh penjuru, mulai dari kelurahan sampai ke
> gang2
> > sempit.
> 
> Indomaret di mata saya adalah konsep yang bisa
> ditiru di kita di dunia  
> warnet juga. Mereka membangun brand, hampir 80
> persen outletnya dimiliki  
> oleh pribadi pribadi seperti kita, hanya dalam
> pembangunan citra  
> standarisasi stok diseragamkan. Seperti halnya MS
> Windows, yang dijual  
> oleh indomaret juga adalah License, Jangan melihat
> warung kecil  
> tergilasnya tapi lihat benefitnya, 1 outlet
> indomaret minimal  
> mempekerjakan 5-6 orang. Intinya : bukan masalah
> besar kecilnya, orang  
> akan tetap kecil selama dia berfikir kecil. Saya
> memiliki warnet hanya  
> dengan 8 unit saja, tetapi setelah saya pelajari,
> warnet itu akan lebih  
> menguntungkan apabila volumenya besar. Jadi saat ini
> saya sedang belajar  
> berusaha untuk tidak terjebak di lingkaran "Rat
> Race" 8 KOmputer, ambisi  
> saya, mohon doa restu teman teman sekalian adalah
> 100 komputer per Januari  
> 2006. Kalau baca kasus bisnis trik trik Indomaret
> memang membuat profit  
> maksimal sejenis dengan trik trik yang dilakukan
> oleh Air Asia, Southwets  
> Airlines dan banyak lagi. Dan untuk kasus Indomaret
> ada yang harus kita  
> banggakan, di wilayaah Asia Tenggara hanya Indonesia
> yang tidak dijajah  
> oleh 7-11 untuk Jenis bisnis convinience store ini.
> Hanya saja memang Akan  
> lebih baik Jika indomaret mengakomodasi franchisor
> dengan modal di bawah  
> 50 Juta.
> 
> > nggak heran jepang bisa makmur krn filtrasi yg
> ketat
> > akan pasar luar saat awal membangun industrinya.
> > setuju globalisasi asal tdk Gombalisasi.
> 
> Jepang sekarang free market juga mas. Orang bisa
> beli apapun dari jepang  
> dan bisa menjual apapun ke Jepang. Bukan masalah
> politisasi yang bikin  
> mereka maju, tapi masalah kemampuan bersaing. Yang
> mereka gembar gemborkan  
> cinta produk dalam negrinya yang didukung di pasar
> sana, dan saya lihat  
> sekarang juga thailand meniru gerakang yang sama dan
> keliatannya berhasil,  
> Tingkat konsumsi warga lokal thailand terhadap
> produknya sangat tinggi.
> 
> 
> > wass,agusdaeng
> >
> >
> >> Bener Talk is cheap
> > mumpung lagi murah :)

VAT singapore 7% , thanks atas info terbarunya.
tapi  benar saat rencana kenaikan VAT d sing bikin
investor pusing, sampai demo ke perlemen.
tentunya karena pasar lokal masih cukup besar.
tetapi setuju kalo dikatakan bukan besar kecilnya tapi
terukur atau tidak.

ttg Indomaret saya setuju bhwa banyak yg harus di
contoh. namun baik tdknya buat ekonomi kerakyatan saya
masih perlu bahan referensi. :) 
 sudut pandang saya dgn bung nizar beda, saya
memandang dgn ttk fokus akibat yg diderita oleh warung
Klontong.
1 Indomaret menggilas 5-6 warung klontong, 1 warung
klontong menghidupi 4-5 orang (minimal isteri dan
anak2)


Bung Nizar memandangnya keuntungan lain dr adanya
Indomaret nambah tenaga kerja dan efeknya terhadap
ekonomi makro. 
yg mengkhawatirkan jika perkembangan ekonomi makro tdk
dapat dirasakan oleh rakyat di level bawah.

sekarang Jepang  udh maju industrinya dan dapat
bersaing, wajar aja kalo udh membuka lebar pasar
global yach emang udh pd level nyari pasar buat jualan
:)

saat awal mereka msh nyusun industri, nggak berani
buka lebar di pasar global toh kalaupun industri luar
masuk sebatas untuk mendukung industri dalam negeri.
tapi point intinya idealisme warganya akan industri
dalam negeri. I do agree with u

tapi apa kita udh siap utk globalisasi dengan tingkat
import yg masih jauh dibanding ekspor?

selain industri kerajinan, industri lokal kita
komponen import masih tinggi.

konsep globalisasi sumbernya dari mana? siapa yg
diuntungkan? apakah Indonesia termasuk yg di
untungkan?
saya juga masih blom ketemu tuh jawabannya

thanks Bung nizar, banyak manfaat  dgn diskusi ini.
minimal ngasah otak. :)
wass, agusdaeng

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke