Hello basuki, Thursday, December 29, 2005, 9:19:35 PM, you wrote:
bs> Lho , siapa yang mengimport PC bekas dalam bentuk Kiloan ? bs> dan pasti itu adalah komputer2 yang dibawah pentium II , bs> Yang dimaksud dengan program Microsoft adalah komputer yang jelas bisa bs> digunakan dan layak digunakan , bukan yang kiloan seperti itu :-) ada pelajaran filosofi yang sangat bagus diteladankan oleh rasulullah saw. apabila berminat memberi, maka berikanlah apa yang terbaik kamu miliki. yang paling pantas, jangan sebaliknya. dalam bersedekah atau berzakat kita dituntut untuk memberikan minimal setara dengan yang kita setiap saat nikmati. bila biasa mengkonsumsi beras kualitas 1, berikan pula beras kualitas 1. malah kalau ada, beras kualitas 1+. dahulukan kepentingan orang yang kamu beri, seperti adab ketika ada tamu. persilahkan tamu menikmati hidangan dan biarkan keluargamu itu menunggu, meskipun mereka juga lapar. sampai seperti itu teladannya. ada aturan atau etika dalam memberi. ketika ber-qurban, berikanlah hewan yg sehat dan terbaik. bukan yang sakit2an, cacat atau kurang layak (kurus dst.) sehingga pemberian itu bisa benar2 bermanfaat dan tidak merendahkan martabat fukara masakin yang diberi. karena nilai kemuliaan si pemberi itu ditentukan dari seberapa tinggi ia dapat memuliakan martabat saudaranya yg diberi. bangsa aceh adalah salah satu contoh komunitas yang berpegang erat pada filosofi islami ini. pada saat bencana tahun lalu, mereka ini MENOLAK pemberian pakaian2 bekas yg tdk layak pakai dan membiarkan sumbangan2 semacam ini berserakan, teronggok di tepi pantai. banyak yg mengatakan bahwa orang2 aceh ini SOMBONG, padahal sebenarnya justru mereka inilah yg sebaliknya menunjukkan KESOMBONGAN para pemberi. dg menolak bantuan ini, secara langsung mereka telah MENGHINAKAN niatan kurang baik dari para pemberi yg mungkin hanya ingin mengejar nama dan publisitas dg "modal seadanya". mereka hanya mengirimkan "sampah" ke bumi aceh yg sedang menderita. mereka memang butuh pakaian, akan tetapi mereka juga punya martabat. sebagai manusia, martabat mereka yg kekurangan dan menderita tidaklah lebih rendah dari martabat mereka yg memberi yg sedang berkelebihan. sebaliknya, niatan yg tulus ikhlas dlm memberi seharusnya justru berterimakasih kepada para penerima. karena, bila sumbangan itu diterima, kemuliaan dan pahala allah sudah menunggu di depan mata. sebagai orang terpelajar, yang mengemban amanah penderitaan bangsa ini, seharusnya kita meneladani. tanpa bermaksud menggurui, mas bas yang memiliki jam terbang dan pengalaman seabreg, tentunya ingin kita tetap memiliki martabat dan kemuliaan yg tinggi meskipun sebagai bangsa yg "disumbang" oleh kekuatan ekonomi bangsa lain. kita tidak menolak sumbangan microsoft. cuma, kita berhak menuntut untuk mendapatkan sumbangan yang layak yg tdk beresiko di kemudian hari yg mungkin menimpa anak cucu kita. karena kita punya martabat. jangan sampai karena kita lemah, miskin, kemudian dijadikan obyek permainan bisnis semata. microsoft adalah lembaga bisnis terkaya di muka jagat ini. apabila mereka ingin menyumbang, sudah selayaknya, sesuai dengan kelasnya, mereka bisa melakukan lobi2 kepada vendor2 pemanufaktur komputer utk membuat komputer murah meriah namun BARU secara massal lengkap dg perangkat lunak yg nilainya tentu tdk jauh berbeda dg pc bekas. sebagaimana yg pernah terjadi di thailand (meskipun dg inisiatif dr pemerintah). hal baik semacam ini bisa kita contoh di indonesia. apalah artinya selisih angka tak seberapa bila dibandingkan dengan nama besar dan kemuliaan microsoft sebagai dermawan kepada bangsa miskin yg dibelit berbagai kemalangan dan musibah ini? ... muliakanlah kami, maka kami muliakan anda ... (doa kaum miskin) -- Best regards, Pataka mailto:[EMAIL PROTECTED] Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

