Hello IM,

Friday, December 30, 2005, 10:02:13 AM, you wrote:

IC> 1. saya tidak sembarangan mengambil barang. dan yang saya ambil,
IC> adalah 100% working, bukan sampah seperti yang rekan rekan
IC> khawatirkan.

bagi penjual akhir, memang itu yg akan terjadi. memilih yg terbaik,
tentu saja karena tdk mungkin menjual barang rongsok kepada pengguna
akhir (end user).

namun, apakah sudah pernah melakukan penelusuran apa yg terjadi pada
saluran yg lebih atas? para dealer dimana anda "kulakan" maupun para
pengimpor komputer bekas ini? pernahkah anda memperoleh informasi yg
akurat mengenai kondisi2 ketika barang2 itu sampai di negeri ini?

IC> 2. saya juga sangat tidak setuju dengan kontainer komputer impor
IC> yang isinya 90% persen limbah industri. dan semoga barang barang
IC> seperti itu tidak lagi di impor ke Indonesia. 

korupsi adalah salah satu biang kerok kerusakan ini. teman saya pernah
beberapa kali mengimpor komputer bekas dari australia, jepang, china/
hongkong dan beberapa negara kecil tidak jelas di afrika. ternyata 1/2
dr kontainer yg didatangkan, dicampur dg barang2 lain yg dikategorikan
"barang bekas jenis lain" yaitu pakaian, bahkan furniture. dokumen2
impor-nya tentu saja dimanipulasikan. saya malah agak terkejut ketika
teman ini menginformasikan bahwa sebenernya indonesia sdh punya aturan
setingkat uu yg melarang impor limbah dan komponen elektronik adalah
salah satu jenis yg dilarang.

akan tetapi, manipulasi dokumen impor dan "pencampuran" barang2 tsb.
dg jenis lain yg "tidak terlarang" mengakibatkan limbah2 ini lolos
begitu saja. tentu saja, pangkal masalahnya adalah: KORUPSI.

sebagian aturan ini memang agak eksklusif (saya juga lagi nyari2 lagi)
karena yg dilarang biasanya adalah jenis2 kandungan bahannya, misalnya
merkuri atau timbal. akan tetapi, kalo barang itu adalah sebuah pc yg
terlihat utuh, siapa yg mengira di dalamnya ada terkandung merkuri dan
timbal bahkan asam yg mematikan? perlu uji material yg tentu saja tak
sederhana, prosesnya lama, birokrasinya aujubilah dan mahal. sehingga
selembar cek TST (tahu sama tahu) akan lebih "mempercepat urusan di
lapangan". dan sampah itu serta merta membanjiri pasar kita.

lebih dari setengah jumlah pc bekas yg didatangkan, adalah bangkai dan
negara2 kecil di afrika yg menjadi penyalur ternyata hanya melakukan
re-ekspor. mereka ini agen2 yg mengaku pengolah limbah berbahaya dan
mereka bersedia menampung "sampah" ini di negaranya dg imbalan komisi
pengolahan yg sangat tinggi dr negara2 maju. ternyata, mereka tidak
mengolah limbah ini tapi me-reekspor ke negara2 yg lebih goblok spt
indonesia dan tragisnya mereka juga mengambil keuntungan lagi dari
"penjualan" ini. kadang2 malah masih dianugerahi gelar "pahlawan" krn
telah membantu "mencerdaskan kehidupan bangsa negara2 miskin".

bagaimana dengan negara2 maju yg telah membuang limbah2 ini? maaf ya,
mereka gak peduli, apalagi bertanggung jawab. nehi, kata orang india!
sedang para agen gadungan itu, tentu saja kipas2 dan saat ini mungkin
sedang plesir di hawaii, menikmati hotspot broadband dg notebook seri
terbaru ...

-- 
Best regards,
 Pataka                            mailto:[EMAIL PROTECTED]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke