yaa emang masalah tariff memang sulit untuk adanya 'penyeragaman' apalagi dah masuk detail macam minimum charge ini sudah masuk ke arah pangsa pasar yang warnet bidik, boleh sih ada yg berpendapat bahwa tariff minimal charge 1/2 harga /jam, tapi juga ada yg berhasil menarik pelanggan banyak dengan system tariff dihitung dari menit pertama,...bisa jadi ngenert cuman bayar 200 perak. Dan memang masing-2 warnet akan mempunyai komunitas pangsa pasar yg berbeda.... pengalaman disini saja ada 2 warnet yg berdekatan (hampir berhadapan) 1 warnet os windows dengan tariff 6000/jam dengan system billing /15menitan dan satunya warnet linux dengan tariff 5000/jam dengan system billing /menit dengan tariff awal dibawah 1000perak. dua duanya sama sama rame dan punya pelanggan masing-2 :) bahkan cenderung parkiran motor banyak yg warnet linux....... Nah dari sisi fasilitas dan pangsa pasar sudah jelas berbeda... tentunya kiat warneters juga berbeda dalam meraih pasar..... dengan tidak merusak 'harga dasar' warnet linux berusaha meraih pelanggan dengan eceran / menit tersebut.........
gimana mas irwin... salam -- Ainul Hakim SmartIKON.or.id [Non-text portions of this message have been removed] Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

