On Sunday 02 April 2006 00:02, rave79ers_smi wrote:

> Begini, kalau dianalogikan, AWARI adalah rumah. Kita disebut penghuni
> rumah itu. Dan para pengurus disebut sebagai  induk semang, kita
> dianggap sebagai anak kost lah. ( Maaf analoginya seperti ini ).

sayangnya, analoginya kurang pas. kritik yang disampaikan juga tidak benar.

saya bisa bilang begitu karena saya anggota presidium dan tahu benar apa yang 
sebenernya terjadi dalam 4 tahun terakhir ini dan kisah sebelumnya (pendirian 
awari, pengurus pertama dst.). bukti kita punya, karena dokumentasi ada dan 
banyak data lainnya yang tentu saja tidak kita buka kepada yang tidak berhak.

pengurus bukanlah induk semang. analogi yang lebih mendekati, mungkin adalah 
angkot. pengurus adalah awak angkot bernama awari. pemiliknya adalah anda 
semua warnetters. kalo angkot ini bobrok, maka yang bisa kami (pengurus atau 
presidium) lakukan adalah meminta anda semua, pemilik untuk memperbaiki. 
kalau anda semua merasa angkot menjadi bobrok karena awak angkot tidak becus 
dalam menjalankan dan merawat angkot, maka gantilah kami.

kalau dibilang ada kesalahan, menurut saya ada tiga hal:

1. presidium dulu ditunjuk tidak untuk jadi awak angkot dalam jangka panjang
2. presidium (karena cintanya pada angkot), akhirnya berjalan seadanya tanpa 
perangkat pendukung (ban serep, bensin, oli, p3k box, seat belt) yang memadai 
sampai bertahun2, sementara pemilik angkotnya cuek bebek
3. presidium bukanlah orang yang bener2 involved dalam dunia perangkotan dalam 
kesehariannya, sehingga kewalahan dalam mengikuti seluk beluk perangkotan

saya sudah pernah sampaikan, bahwa konsolidasi (menuju munas) sekarang ini 
adalah proses yang (setidaknya) sudah ke-8 kalinya selama 4 tahun terakhir! 
kalau ada pro kontra, itu wajar. tapi seharusnya, sewajarnya, etikanya, harus 
diselesaikan dalam forum yang tepat. yaitu munas. kalau ada kritik dan 
berniat membantai presidium misalnya, silahkan saja, tapi lakukan di arena 
munas. kami tidak ragu menghadapi.

kalau di sini, apa implikasinya? hanya menjadi fitnah disana-sini. lebih dari 
itu, bagi kami (presidium), langkah inisiator munas adalah hal yang sangat 
patut dihargai sebagai sebuah batu loncatan untuk lebih bergerak maju, keluar 
dari stagnasi. apapun pencapaiannya, tidaklah penting, karena itu karya kita 
bersama. justru kita harus bangga, setelah sekian tahun, ada perubahan.

> Bila diibaratkan induk semang nya tidak bisa mengurus rumahnya secara
> baik, dalam segala hal dan membuat suasana serta fisik rumah itu reot.
> Itu salah siapa? Tapi ga usah deh mencari siapa yang salah siapa yang
> benar. Karena yang saya tau mungkin itu pribadi masing-masing
> pengurusnya saja. Saya tidak bermasalah dengan AWARI. tapi saya juga
> meminta pengurus AWARI bisa objektif, meminggirkan ambisi pribadi dan
> lain-lain. 

berulangkali tuduhan seperti ini disampaikan dan sudah menjurus kepada fitnah. 
cobalah kali ini, buktikan, tunjukkan, ambisi pribadi seperti apakah yang 
dimaksud? presidium hanya ada beberapa biji kepala, semuanya orang2 yang 
dikenal luas oleh komunitas dan terbuka track record-nya. tinggal tunjuk saja 
kasus2 mana, permasalahan apa. supaya menjadi jelas. akan lebih baik lagi 
bila itu diungkapkan semuanya di munas dan beri kesempatan ybs memberikan 
klarifikasi dan pembelaan. fair.

setelah itu, bentuklah pengurus baru. kami (presidium) tidak menghendaki satu 
pun kursi di kepengurusan yad. bahkan kalau boleh kami memohon dengan sangat 
dan dengan hormat, ijinkan kami pensiun. kata2 ini mewakili presidium semua.

> 1. Apakah korwil-korwil berjalan sebagaimana mestinya? Tidak
> membubarkan diri? Kalau memang bubar pasti ada pemicunya.

anda tahu bagaimana bentuk organisasi awari? kalimat anda ini menunjukkan 
bahwa anda tidak memahami bagaimana organisasi ini bekerja selama ini. saya 
berani mengatakan itu, karena saya-lah yang membentuk konsep organisasi ini 
sejak dari awal. karena itu saya berani klaim, saya-lah yg paling paham soal 
ini, tidak orang lain, bahkan itu sesama presidium!

awari adalah organisasi payung yang dibentuk di pusat atas dasar mandat dan 
permintaan anggota2 di daerah. anggota di daerah itu bisa berupa awari daerah 
atau langsung warnet2 daerah yang tdk punya organisasi daerah. awari pusat 
memperjuangkan misi dan visi serta kepentingan2 warnet dlm skala nasional. 

dalam skala lokal/daerah, setiap korwil punya kewenangan dan kebijakannya 
sendiri. bahkan mereka bisa saja tidak bernama awari. seperti di surabaya 
dulu ada kowaris (koperasi warnet surabaya) selain ada awari surabaya itu 
sendiri dan tidak ada keharusan di satu daerah hanya ada satu kelompok warnet 
dan keduanya juga bisa sama2 menginduk ke awari pusat, bisa juga tidak. itu 
tergantung kebijakan masing2 kelompok warnet. ini organisasi yang cair.

di jogja, di malang, di bandung, di medan, di makassar, di bali dsb. bentuknya 
berbeda2. mereka bersepakat menginduk kepada awari pusat. awari sebagai 
asosiasi payung, tidak punya kewenangan untuk mencampuri awari daerah (apapun 
namanya). mereka mau bikin koperasi, mau bikin kebijakan, sampai mau bubar 
pun awari pusat hanya bisa mengikuti, tidak bisa intervensi.

so, berjalan atau tidaknya awari daerah, bukanlah urusan awari pusat. kecuali 
bila memang secara resmi, awari pusat diminta menjadi advisor. dulu, ini amat 
sering dilakukan oleh awari pusat dan banyak hal sudah pernah dilakukan.

> 2. Saya ingin mengetahui perkembangan terakhir kasus Cilacap. Mungkin
> bukan saya saja, tapi rekan-rekan warnet didaerah perlu tau. Disini
> diperlukan transparansi jangan menutup nutupi.

apakah anda tahu apa kapasitas awari dalam kasus ini? lebih2 ibu judith? awari 
telah menjalankan fungsinya, memberikan advokasi, menarik perhatian dari 
berbagai pihak yang berkompeten (kepolisian, ditjen postel, pemerintah daerah 
juga vendor software sampai bahkan level presiden - this is not a joke!) agar 
memberi perhatian yang memadai dan mengambil sikap yang melindungi warnet 
terutama di masa depan. dan proses itu terjadi, berjalan. 

saya adalah salah satu saksi hidup bagaimana ibu judith dan saya, melobi 
dirjen postel untuk melakukan pendekatan pribadi kepada kepala daerah dan 
dprd cilacap. itu adalah suatu hal yang tidak pantas untuk diungkap di sini 
sebenernya, tapi dalam hal ini saya buka supaya anda mau membuka mata 
selebar2nya. bahwa komitmen kami tidak pernah berlandaskan ambisi pribadi. 
justru kami selalu bertanya, kantong kami yang bolong untuk urusan2 ini apa 
awari memberikan pengganti? sudah 4 tahun lebih kami cuma : TERTAWA.

(memberikan manfaat, padahal justru selalu mendapatkan caci maki dan fitnah)

satu hal yang perlu anda tahu, awari dalam menjalankan fungsi advokasi tetap 
tidak bisa melakukan intervensi terhadap kewenangan penegakan hukum. kita 
hanya bisa memberikan nasehat2 apa yang sebaiknya dilakukan. bagaimana agar 
di masa depan masalah2 seperti itu tidak terjadi lagi, melakukan pencegahan 
dan meminta pengertian pihak2 yg terkait, misalnya BSA, kepolisian dsb.

proses hukum sendiri tidak bisa kita cegah dan itu harus dilalui. bukan hanya 
di cilacap, tapi juga di semarang, makassar dan tempat2 lainnya. anda harus 
bisa memahami dan menempatkan masalah secara proporsional. ya, awari tentu 
saja berusaha agar warnet2 yang bermasalah bisa dibebaskan atau minimal 
diringankan dari sanksi hukum, tapi tetap saja, itu adalah kewenangan hukum 
di luar wilayah awari. kami bukan pengacara dan tidak punya cukup modal utk 
meminta bantuan hukum secara resmi. kalau ada warnet yang akhirnya harus 
dihukum karena berbagai permasalahan, maka itu memang resiko bisnis yang 
harus bisa diterima secara dewasa. 

awari tidak bisa dimintai pertanggungjawaban atas suatu hal yang berada di 
luar kemampuan dan kewenangannya, baik secara organisasi maupun juga orang 
per orang anggota presidium, siapapun itu. bahkan jika seandainya awari ini 
sudah menjadi organisasi yang ideal.

> harapan saya dengan munas bisa lebih menyadarkan kita, kalau kita itu
> sebenarnya punya potensi. 

semua orang tahu apa itu potensi. dan akan tetap HANYA menjadi potensi, selama 
tidak ada yang berminat dan mencoba untuk merealisasikan potensi itu menjadi 
sesuatu yang bermanfaat. kalau sekedar omong, mengkritik, anak tk bahkan bisa 
lebih kritis dari kita yang dewasa. cuma bedanya, anak tk tidak mampu untuk 
mewujudkan apa yang dikritiknya.

> Dan apakah massa di AWARI itu real? Kalau 
> cuma itung-itungan semua juga bisa mengklaim saya punya sekian
> massa...contohnya.

milis ini anggotanya ribuan dan milis ini resmi punya awari dan setiap orang 
yang masuk ke sini secara sadar mengetahui keberadaan awari. apakah itu 
terlihat tidak riil menurut anda?

> Mari kita tunggu hasil MUNAS...

kalau hanya menunggu masakan matang, padahal kritiknya paling santer, apa itu 
cukup beretika menurut anda? sepantasnya ikut berkeringat di dapur, bergelut 
dengan bumbu2 yang bikin kuping panas, mata pedas, bibir dower kehabisan 
ludah dan tangan gemeteran karena ikut mengaduk masakan ...

> Saya memang tidak bisa menyumbangkan dana/materi. Tapi saya bangga
> bisa menyumbang sesuatu buat AWARI.

kritik memang sumbangan yang berarti buat awari. tapi saat ini, kritik saja 
tidak cukup agar dapat bergerak lebih maju. harus ada kerja nyata yang 
ditunjukkan. kalau tidak bisa melakukan itu, setidaknya bersikaplah 
bijaksana, pandai2lah untuk menjaga diri sehingga tidak membikin panas dan 
memperkeruh suasana.

demikian.

-- 
Regards,
Pataka ID


Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke