Untuk daerah jabotabek .. resiko adanya anggota yg tidak
konsisten sangat besar. Mengapa demikian ??. Di Jabotabek alternatip koneksi
internet sangat banyak. Mulai dari ADSL, SDLS, wireles, kabel optik , sampai
dengan starone dan fleksi yg notabene buat personal masih diakali agar bisa
dishare rame2.
Lain cerita orang2 di daerah, alternatip cuman Telkomnet.
Ide beli bandwith secara gelondongan ini bukanlah hal yg baru. Saya liat hal
ini sudah lama direalisasikan di kota Padang.
Tahun 2004 saya ada kesempatan jalan2 ke kota Padang dan spt biasa keluar
masuk warnet2 yg ada. Warnet PLZ di Jl. Agus Salim menurunkan bandwith secara
gelondongan dari satelit trus di share ke beberapa tempat denagn gelombang
radio 2.4 Ghz. Untuk upstream mereka memakai LC Telkom. Di masing2 warnet di
pasang proxy, alhasil untuk membuka satu halaman web selalu dibawah satu detik.
Itung2annya sederhana saja :
Downstream via DVB-IP
1 Mbps CIR 1:2 == 11 jt /bln
Upstream
LC Telkom == 5 juta / bln
Bandwith di dhare ke 8 lokasi , masing2 lokasi bayar 2 juta per bulan ,
ringan kan. ( Mungkin perlu ditambahkan biaya mainten + teknisi + penyusutan
w/l )
Di kota ini orang2 punya motto yg menarik juga :
"KAMI TELAH BERBUAT SEBELUM YANG LAIN MEMIKIRKAN"
Sekian
--- In [email protected], "armansatary" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Saya sependapat dg mas Romie. Tidak banyak orang yg siap untuk
> konsisten dg komitmen yg pernah dibuat sendiri. Kami sendiri sdh 3
> kali menjadi korban. Bener2 pelajaran hidup yg berharga :D
>
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/