On Monday 04 September 2006 15:09, Ian Antareja wrote:

> Mm.. Jadi, bersikap objektif itu bagaimana ya? :)

kalau dalam kasus ini, pesan moralnya jangan terburu bersikap terhadap sebuah 
pemberitaan - terutama karena kita tidak memhami latar belakang masalah yang 
sedang dipublikasikan tersebut. berita, pada umumnya bersifat parsial, hanya 
obyektif pada potongan itu saja, tidak bisa dianggap mencerminkan keseluruhan 
permasalahan. sehingga, kalau mau bersifat obyektif ya sebatas pada bagian 
yang diberitakan itu saja, tidak melebar kemana-mana.

yang terjadi kan ada berita yang mengutip sepotong kalimat menteri, kemudian 
publik menterjemahkannya ke segala arah bahkan sampai keluar wilayah konteks 
kalimat tsb. bahkan bukan hanya melebar ke lingkup wewenang pak menteri itu 
saja namun sampai ke seluruh institusi pemerintah, penegak hukum dsb. padahal 
dalam konteks berita ini mereka sama sekali tidak berkomentar atau dikutip :) 

barangkali bahkan gak ngerti ada berita seperti itu, tapi sudah ikut dihujat.

bersikap obyektif, bisa diartikan juga mengumpulkan informasi dan data yang 
cukup sebelum melontarkan argumentasi. bukan berdasarkan prasangka, atau 
fakta yang dilandasi persepsi pribadi saja. kecuali bila sekedar beropini.

nah, peraturan, tentu tidak bisa disikapi dengan dengan opini saja. itu yang 
disebut tidak obyektif. jangan sampai, belum baca isi aturannya sudah teriak 
dan nuding sana-sini. lha, kalau ternyata bukan itu isunya, kan malu :(

-- 
Regards,
Pataka ID


Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke