Saya setuju dengan Opa.
Dan menurut saya, harusnya daripada memikirkan siapa yang melakukan 
sesuatu yang nggak bener lewat internet (misalnya cracking, carding, 
dsb), lebih baik dipikir secara technology bagaimana melindungi 
milik sendiri supaya tidak di cracking. Rasanya lebih mudah 
mengatasinya karena kita tidak menangani sesuatu yang jumlahnya 
buesar, seperti pengguna warnet dan warnet2. Kalo segalanya diatur 
sana sini, perkembangan internet indonesia menjadi sangat lambat. 
karena pengguna akan takut sana takut sini, belajar internet jadi 
terhambat.

regard's
Han2x.
---------------------------------------------------
Fave:
http://tech.groups.yahoo.com/group/indonesia-linux
http://tech.groups.yahoo.com/group/indonesia-delphi
http://indoproblogger.com
http://indoproblogger.com/technology
---------------------------------------------------


--- In [email protected], "Michael S. Sunggiardi" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak Yamin,
> 
> Saya pribadi nggak setuju sertifikasi-sertifikasi-an, karena 
dengan adanya 
> sertifikasi, kita akan membuat satu komunitas yang akhirnya akan 
> menghasilkan bodong-bodongan lagi.  Sama kejadiannya seperti neon 
box Legos 
> ini.
> 
> Dari awal konsep warnet dicetuskan di tahun 1996, keberadaan 
warnet adalah 
> untuk memperbesar pengguna Internet karena Indonesia menghadapi 
kendala 
> dimana masyarakatnya tidak mampu (tidak mau) membeli komputer.
> 
> Visi dan misi yang sudah jelas ini, akhirnya hancur lebur dengan 
masuknya 
> orang-orang yang tergolong cuma mau dapet duit dan mau cepet kaya, 
atau 
> bahkan ada yang menggunakan warnet sebagai "barang dagangannya", 
persis 
> seperti jualan permen di bus kota.  Kelompok bonek (bukan BoNet) 
inilah 
> yang merusak tatanan warnet yang sudah ada, bisa dilihat di tahun 
1998, 
> pada saat boom bisnis warnet, ada lebih dari 200 warnet dalam satu 
kota 
> skala menengah.
> 
> Jadi, inti persoalan dari bajak-membajak, mengail dalam air keruh 
dan 
> saling potong di bisnis warnet adalah mengupayakan membangun 
komunitas 
> warnet yang solid dan bersih.
> 
> Kenyataannya, SUSAH SEKALI mengendalikan komunitas yang 
penyebarannya besar 
> dan berasal dari berbagai akar yang nggak jelas, sehingga akhirnya 
warnet 
> di cap sebagai sarang penyamun, sarang maksiat dan tempat ngumpul 
yang 
> berkonotasi negatif.
> 
> Upaya membentuk komunitas yang punya warna dan bersih ini boleh 
dibilang 
> sia-sia, seperti melempar garam ke laut, karena pada kenyataannya 
> perkembangan warnet sudah tidak terkendali, berbagai konflik 
internal 
> terjadi, yang ujungnya sebetulnya adalah DUIT.
> 
> Kalau punya waktu membaca arsip milis ini, dari awal pembentukan 
komunitas 
> Awari ini, saya selalu bilang, bahwa kalau mau sukses membangun 
warnet, 
> kita harus punya diferensiasi, harus punya warna berbeda dengan 
warnet 
> lain, jangan mengekor bisnis yang sudah ada - begitu laku jualan 
duren, 
> serentak satu jalan jual duren semua.
> 
> Tipikal orang Indonesia memang seperti begitu, membebek terus-
terusan tanpa 
> mikir ba dan bu, sehingga akhirnya, terjadi persaingan yang tidak 
sehat dan 
> merontokan bisnisnya secara keseluruhan.  Lihat juga bisnis jualan 
komputer 
> yang untungnya hanya 2 - 3% saja, bahkan ada yang memperhitungkan 
> keuntungan hanya dari blind bonus akhir tahun, juga bisnis taxi di 
Jakarta, 
> dimana semua taxi di cat warna biru, supaya mirip dengan Blue 
Bird, karena 
> Blue Bird memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggannya.
> 
> Sebetulnya, solusi terhadap kejadian ini adalah membuat pengusaha 
warnet 
> menjadi lebih pinter dan lebih sensitif terhadap lingkungannya, 
tetapi saya 
> sudah coba semuanya, dijalankan berbagai upaya dalam kurun waktu 
lebih dari 
> lima tahun dan hasilnya selalu kembali ke nol, sehingga saya jadi 
putus asa 
> dan tidak punya lagi solusi yang tepat untuk mengatasi hal ini.
> 
> Dari renungan secara intensif selama lebih dari enam tahun terjun 
ke 
> komunitas dan masyarakat TI Indonesia, saya menyimpulkan bahwa 
yang paling 
> penting dalam kasus ini adalah pendidikan dasar yang harus 
dibenahi, 
> sehingga diharapkan, dalam lima atau sepuluh tahun ke depan, dapat 
> menumbuhkan enterprener warnet yang handal, tidak sekedar membebek 
dan 
> meng-eksploitasi komunitas dan yang paling penting dapat berperan 
dalam 
> kemajuan TI di Indonesia.
> 
> 
> Opa
> 






Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke