Hal yang sama juga menimpa teman saya, seorang admin internet di salah satu universitas terkemuka di kota saya, ceritanya begini : kira-kira pertengahan tahun kemarin, universitas tempat dia bekerja membuka tender proyek pengadaan komputer baik client maupun server( maklum jaman sekarang jaman terbuka, jadi semua musti lewat lelang tender terbuka, nggak boleh, PL alias penunjukkan langsung :D ), maka dibukalah lelang tender, nilai tender pengadaan itu secara normal berkisar 40 juta rupiah dengan spek server dan client yang sudah ditentukan, terus selama pelelangan ada seorang bapak yang berani buka harga gila-gilaan alias murah banget... ( untuk komputer client P4 dengan spek yang ditentukan pada saat itu itung2annya khan sekitar 3-4 juta, tapi dia berani harga 2-3 juta ), teman saya udah curiga dari awal, malah dia sempat protes ke bagian rektorat, mungkin karena pihak pengambil keputusan hanya mempertimbangkan harga, tanpa mengecek ke pasar, karena murah itulah maka diputuskan CV bapak tadi menang tender, dan ternyata kecurigaan teman saya itu benar, ketika ditagih ternyata bapak tersebut tidak sanggup, dan menawarkan komputer dengan spek yang jauh lebih rendah dengan iming2 sejumlah duit kepada teman saya, langsung ditolak oleh teman saya, soalnya hal tersebut tidak sesuai tender yang ada.
Sikap kolusi dan main belakang seperti itu banyak sekali mewabah di negeri ini, mungkin pikirnya yang penting menang tender dolo, bentar tinggal kolusi sama penanggung jawab, juga pihak inspektorat yang nggak ngecek sampe ke dalam jeroan proyek tersebut, nggak heran kalo banyak jembatan, jalan atau fasilitas umum yang rusak sebelum waktunya... kalo gitu dimana hati nurani, kalo mo enak sendiri... > bejoo mangkulangit <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ihsan Muhadjirin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > On 3/27/07, dodi hendra > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya juga pernah dimintai merakitkan komputer > seharga 3,5 juta tetapi kontraknya seharga 21 > juta............di pemerintah daerah. > > > > Banyak yang seperti ini. Menyebar di semua kantor, > di semua tingkat > pemerintahan. Pelakunya (bila muslim) kadang > sangat "alim", solat tak > pernah tinggal, berhaji pun sering. Yang wanita > tentu berjilbab. Heran > juga mengapa nilai religi seperti terlupakan > manakala mereka berada > dalam sebuah "proyek". > > Untuk menyadarkan mereka mungkin Tuhan harus > menurunkan azab yang > lebih mengerikan lagi buat negara kita. > Naudzubillahi mindzalik!! > > salam, > Ihsan. Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

