On Monday 21 May 2007 15:20, gdeystar wrote:

> 2. Masalah suport, sampai saat ini support untuk wilayah indo, apalagi
> yg supprot corporat, masih saya anggap minim, kurang sabar, kurang
> telaten. Contohnya banyak, bisa dibaca dari komentar disebuah berita
> onlen. lebih banyak ngeluhnyadari pada funnya.

Ini karena ketika seseorang/perusahaan bermigrasi ke FOSS, namun paradigma 
yang digunakan masih belum meninggalkan kebiasaan proprietary. Support pada 
software proprietary memang hanya diberikan oleh principal/vendor, biasanya 
juga berbayar untuk sebagian besar jenis layanan (mulai panduan instalasi, 
konfigurasi peripheral dsb.) - selain misalnya update online yang gratis.

Apabila ada pihak ketiga yang menyediakan support aplikasi proprietary maka 
biasanya mereka menyediakan tools (yang berupa aplikasi juga) dimana harus 
membayar juga untuk menggunakannya. Hampir tidak ada/jarang ada support dari 
principal/vendor software proprietary yang sampai misalnya datang ke lokasi 
customer untuk melakukan tindakan (visite).

Yang sering melakukan visite itu biasanya adalah vendor perangkat keras. 
Biasanya mereka ini lalu merangkap juga sebagai teknisi software, karena 
memang seringkali masalah pada hardware diakibatkan konfigurasi software yang 
kurang tepat, sehingga mereka (teknisi hardware) dituntut untuk juga minimal 
menguasai operating system dan software proprietary yang banyak digunakan.

Sehingga seringkali layanan vendor hardware ini disalahpahami seolah-olah 
sebagai layanan dari principal/vendor software proprietary. Sepertinya mereka 
ini memiliki dukungan sampai seperti itu (kunjungan, layanan personalized), 
padahal sebenarnya tidak, karena yang melakukan teknisi dari vendor hardware. 
Perbaikan operating system dan aplikasinya sebenarnya hanyalah 'bonus'.

Kelemahan kubu FOSS sebenarnya adalah kebanyakan teknisi vendor hardware ini 
belum menguasai software FOSS sehingga mereka tidak bisa ikut 'membantu' saat 
mengatasi permasalahan pelanggan yang menggunakan FOSS. Mengapa demikian? Ya 
karena memang FOSS belum begitu populer, belum banyak populasinya dan lebih 
penting lagi adalah: dalam hal support, FOSS memiliki pendekatan dan model 
bisnis yang sama sekali berbeda dengan proprietary.

Secara komersial, memang banyak pihak yang menyediakan diri sebagai support 
bagi FOSS. Terutama vendor distro besar seperti Red Hat atau SuSE dan para 
pengembang yang khusus menyediakan solusi support, integrasi sistem, aplikasi 
dan pelatihan FOSS. Akan tetapi pada dasarnya support FOSS ada pada komunitas 
dan pengguna itu sendiri adalah bagian dari komunitas tersebut.

Sehingga, apabila suatu lingkungan, belum tersedia dukungan untuk FOSS, maka 
si pengguna itu sendiri 'memiliki kewajiban sosial' untuk membentuk komunitas 
pendukung yang nantinya juga akan mendukung permasalahan yang dialaminya. 
Selain tentu saja secara tradisional mendapatkan dukungan itu dari komunitas 
lain yang telah ada atau melalui internet.

Di sisi komersial, ini bisa diartikan sebagai suatu kesempatan bagi komunitas, 
atau si pengguna tersebut untuk tampil membuka bisnis penyedia dukungan ini. 
Di sinilah menariknya FOSS, pada satu sisi pengguna bergantung komunitas, di 
sisi lain pengguna memiliki kemerdekaan untuk membangun komunitas sendiri 
yang bisa diarahkan untuk mendukung dirinya dalam menyelesaikan masalah untuk 
aplikasi FOSS yang digunakannya.

Dalam bahasa sederhana, pengguna justru punya banyak pilihan untuk mendapatkan 
dukungan. Pertama, dari vendor, tentu saja ini berbayar. Kedua dari komunitas 
FOSS yang sudah ada, sebagian besar gratis, beberapa harus berbayar. Ketiga, 
dari internet yang umumnya juga gratis. Keempat, membangun sendiri dukungan 
itu di lingkungannya (misalnya membentuk kelompok studi dengan teman kerja 
yang juga menggunakan FOSS, atau membangun divisi TI di perusahaan). Keempat, 
membangun komunitas FOSS di lingkungan/daerahnya - misalnya membentuk KPLi - 
Kelompok Pengguna Linux di daerahnya.

Jadi, memang kita tak bisa menyalahkan FOSS (karena ini adalah sebuah gerakan 
bersama dimana kita sebagai pengguna menjadi bagiannya), apabila di suatu 
tempat/lingkungan tidak tersedia dukungan. Karena berbeda dengan proprietary 
kita bisa menuntutnya untuk menyediakan apabila kita sudah membayar tentunya. 
Sementara kita tidak bisa menuntut FOSS (yang artinya juga menuntut diri kita 
sendiri hehehe ...), kecuali bila kita menggunakan distro komersial dan sudah 
membayar biaya supportnya. Justru sebagai bagian dari gerakan FOSS, kita ini 
punya kewajiban sosial untuk menyelenggarakan dukungan bila belum tersedia.

Sangat penting untuk memahami filosofi ini, karena umumnya orang, meskipun dia 
sudah menggunakan FOSS, tapi masih terjebak dengan filosofi proprietary.

-- 
Regards,

Pataka


Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke