Saya setuju, bahwa tanggung jawab menjaga aset adalah tanggung jawab
bersama antara semua pihak; op, pemilik, kasir, maupun ob. 

Di satu sisi pemilik bisa menyiapkan sistem kerja pro aktif. Misalnya
saat di software billing menunjukkan ada meja client yang logout, si
operator bisa langsung ke meja client tersebut untuk bersih-bersih.
Secara tidak langsung, sekaligus mengecek kelengkapan peralatan.

Di sistem kami, periperal seperti headset, webcam, bluetooth, dll.,
tidak ditaruh di tiap komputer khuhusnya headset n webcam, namun,
harus di order dengan user mengisi daftar (bentuk tabel, mereka
tinggal ngasih tanda centang n tanda tangan) apa-apa saja yang
dipinjamkan. Sehingga, saat user selesai menggunakan, kita bisa tahu
apa-apa saja yang dipinjam, mereka tidak bisa mengelak karena itu
tulisan mereka sendiri.

memang agak merepotkan user sih, tapi dengan memberikan senyum manis
dan tulus, mereka tidak mempermasalahkan kok. Apalagi mereka hanya
sekali direpotkan, selanjutnya kita melayani mereka sehingga mereka
tidak perlu meninggalkan tempat. Dengan kita melayani mereka misalnya
mengantarkan pesanan minuman, disitu lah peran operator utk mengawasi
kelengkapan aset komputer.

Lebih kurangnya gitu, semoga bermanfaat dan mohon masukan n tambahan
dari rekan lainnya.

Hasanuddin
Toraja.Net



--- In [email protected], "Taufiq A. Rachman"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Apakah ada perjanjian job-desk pada saat anda diterima bekerja sebagai
> operator ?
> Apakah ada perjanjian mengenai hal tersebut (kehilangan akibat
> kelalaian kerja) ?
> 
> Ditempat kami, sudah memiliki hal demikian, sehingga antara atasan dan
> bawahan sama2 saling menjaga...
> 
> Operator, Kasir dan OB harus memiliki sifat saling menjaga dan
> memiliki warnet, dengan demikian akan terjalin kerjasama diantara
> karyawan itu sendiri.
> 
> Jadi istilahnya, walaupun kasir kerjanya cuma itung duit.... operator
> kerjanya hanya ngurusin sisi help-desk... dan OB kerjanya hanya nyapu,
> bersih2 dan nge-pel lantai.... semuanya punya hal yang lebih penting
> yaitu menjaga asset warnet, entah itu kerusakan, kehilangan atau yang
> lainnya. Di satu sisi kebanyakan warnet bukanlah perusahaan besar yang
> harus menyediakan sekuriti / keamanan / satpam untuk menjaga warnet,
> terkadang warnet sendiri harus survive dengan beban bulanan yg semakin
> meningkat.
> 
> Saya rasa pimpinan juga akan mengerti kalau kehilangan bersifat atau
> memiliki alasan yang wajar. LCD 17" bagi saya bukan barang yg kecil,
> berbeda kalau kehilangan hardisk, memory, VGA, mouse atau peripheral
> lainnya....
> 
> Penggantian akibat kelalaian saya rasa itu wajar,karena itu adalah
> tanggung jawab dalam pekerjaan. Kalau tidak ada penggantian, maka rasa
> tanggung jawab itu akan hilang, dan rasa memiliki asset warnet sebagai
> bagian dari pekerjaan juga akan hilang. Sehingga (mungkin) bisa saja
> seperti yg saya alami ketika berkunjung ke salah satu warnet dimana
> ketika saya mau membayar, sedikitpun kasir tidak menoleh ke saya,
> melainkan ke layar monitor yg isinya YM dan mIRC, sedangkan operator
> yg satunya asik bermain games-online.... bahkan ketika saya memberikan
> uang 20.000,- dan meminta kembalian 10.000,- saya malahan diberi uang
> 100.000 (yg nyaris sama warnanya dengan 10.000).... saya warning dia
> dengan berkata "ga salah nih mas kembaliaannya....."
> 
> Mohon maaf kalau postingan respon saya terhadap email ini menyinggung,
> saya hanya ingin menjelaskan bahwa karyawan bukan hanya bekerja
> sebagai apa yg ditugaskan, tetapi juga menjaga bersama apa yg sudah
> menjadi asset perusahaan pada saat jam kerja.
> 
> Salam
> MPIQ
> 
> 
> On 7/13/07, Faisal Rizal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >  seperti kasus fahastra
> >  Curhatan
> >  seorang Operator
> >
> >  Malang benar nasib saya di akhir bulan
> >  nanti saya harus mengeluarkan kira2 400ribu rupiah (lebih atau
kurangnya
> >  tergantung kebijaksanaan bos) sebagai bentuk tanggung jawab saya
/ kelalaian
> >  saya dalam bertugas sedangkan saya sendiri hanya bergaji Rp.750.000
> >
> >  Berawal dari hilangnya monitor Acer 17 inci di
> >  warnet sebelah (masih dalam satu net), diperkirakan hilang antara
jam 03:00 wib
> >  sampai jam 08:00 karena jam sepi. Kejadian ini tanggal 6 Juli
2007 lalu untuk
> >  pertama kalinya menimpa warnet ini dan mudah2an terakhir juga.
Tapi buntut dari
> >  hilangnya monitor ini saya dan rekan kerja saya 3 orang kena
imbasnya yaitu menganti
> >  seharga monitor itu. Mungkin sebagai Operator kami tidak pernah
memperhatikan
> >  computer itu lengkap tidaknya (Mouse, Key, atau CPU dan
Monitornya) yang kami
> >  perhatikan cuma computer itu ada usernya atau tidak dan dsitulah
kelalaian
> >  kami, tapi apakah kami harus bertanggung jawab seluruhnya bila
terjadi
> >  kehilangan barang sedangkan pengamanan dari warnet itu sendiri
belum tentu
> >  tersedia. Maka dari itulah saya selaku salah satu operator warnet
mewakili
> >  operator2 lainnya meminta para pemilik2 warnet untuk menambah
keamanan
> >  warnetnya, sebab bila terjadi kehilangan seperti yang saya alami
kemungkinan
> >  besar kami selaku operator dituduh ada kerjasama dengan pencuri
tersebut
> >  kasihinilah kami yang bergaji secukupnya  ini bapak/ibu pemilik
warnet.
> >
> >  Sebagai informasi bukan hanya warnet kami saja yang kehilangan
monitor warnet sebelah kami Juvenet juga kehilangan 2
> >  buah monitor. Mungkin pencuri2 ini akan tetap beroperasi di
sekitar warnet
> >  mencari kelalaian operator atau sepinya user jadi saya himbau
kepada pemilik
> >  warnet untuk memperketat keamanan usahanya
>




Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke